Konten dari Pengguna
Meramu Kecerdasan Emosional Gen Alpha: Peran Konseling di Era Ledakan Digital
16 September 2025 15:41 WIB
·
waktu baca 5 menit
Kiriman Pengguna
Meramu Kecerdasan Emosional Gen Alpha: Peran Konseling di Era Ledakan Digital
Esai ini membahas peran bimbingan dan konseling dalam membangun kecerdasan emosional anak Generasi Alpha, yaitu generasi yang lahir antara 2010 hingga 2024. melvi nur veninda
Tulisan dari melvi nur veninda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Generasi Alpha atau lebih sering disebut dengan Gen Alpha, merupakan julukan untuk orang dengan kelahiran tahun 2010 hingga 2024. Seorang peneliti generasi dari Australia bernama Mark McCrindle adalah orang pertama yang menggunakan istilah "Generasi Alpha". Istilah ini pertama kali digunakan pada awal tahun 2010-an untuk menggambarkan anak-anak yang lahir setelah tahun 2010. McCarindle berpendapat bahwa nama ini merupakan lanjutan dari penamaan generasi dengan huruf Yunani setelah Generasi Z, yang diakhiri dengan "Z".
ADVERTISEMENT
Generasi ini lahir dan dibesarkan pada era yang didominasi dengan smartphone dan perangkat digital lainnya. Teknologi yang berkembang pada era sekarang akan sangat berpengaruh dengan pengembangan karakter Gen Alpha. Dengan adanya teknologi yang lebih maju ini dapat membantu mereka menjadi lebih kreatif, belajar secara interaktif, dan meningkatkan keterampilan komunikasi. Hal ini akan membantu mereka menjadi orang yang berpikir kritis dan berpengetahuan luas.
Meskipun memiliki banyak kelebihan, menggunakan smartphone secara berlebihan memiliki dampak yang negatif seperti menjadi kecanduan akan media sosial, setress, gangguan tidur, dan masalah kesehatan yang lainnya. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) dan World Health Organization (WHO) adalah bahwa anak-anak usia sekolah dasar tidak boleh menggunakan smartphone lebih dari 2 jam setiap hari. Tetapi semenjak pandemi covid-19 dan adanya pembelajaran secara daring di rumah membuat mereka menggunakan smartphone lebih dari batas ideal yang direkomendasikan. Hasil penelitian dari Global Health Research and Policy menunjukkan bahwa anak-anak menghabiskan lebih dari 6 jam per hari untuk hiburan digital, jauh melampaui batas aman. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kenyataan di lapangan dan yang direkomendasikan oleh kesehatan, yang dapat memengaruhi perkembangan sosial-emosional anak jika tidak diberikan bimbingan yang tepat.
ADVERTISEMENT
Kemampuan mengelola emosi dengan baik merupakan salah satu aspek penting dalam masa perkembangan psikologis anak. Untuk membantu Gen Alpha mengembangkan kecerdasan emosional yang sehat dan seimbang, bimbingan dan konseling sangat penting karena mereka rentan terhadap masalah emosi seperti kecemasan, stres, dan kesulitan membangun empati. Generasi ini tumbuh di era yang cepat berkembang dan penuh tekanan, maka sangatlah penting untuk melatih anak Gen Alpha mengatur emosinya, sehingga mereka mudah beradaptasi dengan lingkungan sosial mereka dan membangun hubungan yang sehat juga harmonis.
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk memahami, mengelola, dan mengenali emosi dengan baik untuk diri sendiri ataupunn orang lain. Untuk membangun kecerdasan emosional yang baik ada beberapa komponen penting yang harus diperhatikan yaitu kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan juga empati. Kesadaran diri akan perasaan mereka ketika menghadapi berbagai situasi dan kondisi. Juga pengelolaan emosi yang baik sangat penting saat menghadapi berbagai tantangan. Empati juga tidak kalah penting agar mereka dapat memahami dan merasakan perasaan orang lain untuk memperkuat hubungan sosial mereka. Dengan membangun kecerdasan emosional yang baik, anak-anak Gen Alpha akan memiliki mental yang sehat untuk menghadapi berbagai situasi yang akan datang.
ADVERTISEMENT
Melalui layanan bimbingan dan konseling merupakan salah satu cara yang efektif untuk membangun kecerdasan emosional pada anak-anak Gen Alpha. Bimbingan dan konseling memiliki peran yang sangat penting agar anak-anak Gen Alpha dapat mengenali dan juga mengelola emosiya dengan tepat. Dengan memberikan dukungan, pendampingan, dan memberikan bimbingan psikologis yang tepat kepada mereka.
Seperti di sekolah, layanan bimbingan dan konseling bisa menjadi tempat yang aman untuk mereka mengekspresikan perasaannya dengan jujur, berbagi masalahnya tanpa rasa takut dihakimi. Selain itu, melalui bimbingan dan konseling kelompok, anak-anak diajak untuk belajar mendengarkan dan meningkatkan empati terhadap orang lain. Maka dari itu, mengajarkan anak-anak Gen Alpha tentang kecerdasan emosional sangatlah penting untuk mereka menghadapi tekanan dan konflik sosial pada masa sekarang maupun yang akan datang.
ADVERTISEMENT
Orang tua juga memiliki peran besar dalam membangun kecerdasan emosional anak. Salah satu peran yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan dukungan terhadap program layanan bimbingan dan konseling, mengikuti kegiatan seminar pelatihan tentang parenting, dan konsultasi rutin tentang pola asuh yang mendukung perkembangan emosional anak. Dengan menerapkan ilmu dari seminar maupun konsultasi saat di rumah, anak-anak akan merasakan mendapat dukungan yang baik saat di sekolah maupun di rumah dengan keluarganya.
Di era dengan kemajuan teknologi sekarang, pendekatan konseling dan bimbingan juga harus mampu menyesuaikan dengan era sekarang. Bimbingan jarak jauh melalui media digital dapat membantu anak-anak tetap mendapatkan konseling meskipun tidak bertemu langsung. Konselor dapat memberikan materi pendidikan, diskusi, dan pendampingan secara virtual melalui platform daring. Metode ini cocok dengan gaya hidup Gen Alpha, yang sudah terbiasa dengan teknologi sejak kecil.
ADVERTISEMENT
Dengan memahami karakteristik unik Generasi Alpha, diharapkan mereka akan berkembang menjadi orang yang memiliki kecerdasan emosional yang matang dengan penguatan layanan bimbingan dan konseling yang inovatif dan adaptif. Sekolah, orang tua, dan masyarakat harus bekerja sama untuk membuat lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan emosi anak. Kesiapan emosional ini akan menjadi bekal penting bagi anak-anak Gen Alpha untuk menghadapi tantangan di seluruh dunia, berkontribusi secara positif, dan membangun hubungan sosial yang baik pada masa depan.
Daftar Pustaka
Qi, J., Yan, Y., & Yin, H. (2023). Screen time among school-aged children aged 6–14: a systematic review. Global Health Research and Policy, 8(1). https://doi.org/10.1186/s41256-023-00297-z
Zendrato, J. F. C., & Ziliwu, N. M. P. (2025). Dampak teknologi dalam pembentukan karakter Gen Alpha. Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.70134/identik.v2i1.154
ADVERTISEMENT

