Inovasi Teknologi dan Pembukuan: Mahasiswa KKN UNNES Perkuat KDMP Desa Pengkol

Writer Enthusiast & Economics Student at Universitas Negeri Semarang
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Melysa Anggreni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PENGKOL, SUKOHARJO - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Giat Angkatan 13 sukses memperkenalkan inovasi teknologi digital dalam rangka mendukung penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.
Melalui serangkaian kegiatan pelatihan dan sosialisasi, program ini diyakini menjadi langkah strategis untuk membangun kemandirian desa secara kolaboratif. Apalagi Menteri Koperasi (Menkop) juga telah menargetkan sebanyak 80 ribu Koperasi dapat beroperasi pada akhir 2026, dengan pembangunan fisik yang diupayakan rampung pada Maret tahun depan.
Kehadiran mahasiswa KKN di tengah upaya percepatan pembangunan ini diharapkan dapat menjembatani segala keterbatasan sumber daya yang ada. Alhasil, eksistensi KDMP nantinya dapat terealisasi dengan baik, yakni memaksimalkan potensi ekonomi desa untuk kesejahteraan warga nya.
Kendati, Noval Mulyadi Munif, Ketua Pengurus KDMP Desa Pengkol bilang, sayangnya sebagian besar warga desa masih memiliki persepi awam mengenai keberadaan KDMP. "Mereka Khawatir keberadaan koperasi ini nantinya akan mematikan usahawan lokal. Padahalkan kalau benar-benar ditelaah, tidak seperti itu faktanya," tekan Noval saat ditemui di acara rapat pengurus KDMP Desa Pengkol, Minggu (5/10).
Sebagai informasi, unit usaha KDMP Desa Pengkol belum berjalan secara operasional, namun sudah memiliki beberapa anggota koperasi. Pada waktu yang sama, entitas baru ini belum memiliki buku tabungan anggota yang mencatat segala urusan transaksional.
"Untuk pencatatan keuangan juga semuanya masih manual," ungkap Puti Nirwana, Bendahara Pengurus KDMP Desa Pengkol, Minggu (5/10).
Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UNNES Giat 13 berinisiatif untuk merancang serangkaian program penguatan KDMP Desa Pengkol dengan mengandeng teknologi digital dalam prosesnya.
Pembuatan Desain Buku Tabungan & Sosialisasi Pengenalan KDMP
Mahasiswa KKN UNNES Giat 13 dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Melysa Anggreni menjelaskan bahwa program Pembuatan Desain Buku Tabungan bertujuan untuk menyederhanakan pencatatan transaksional setiap anggota. Sekaligus dapat membangun citra dan profesionalitas koperasi di kalangan warga desa.
Penyerahan Desain & Sampel Buku Tabungan fisik secara simbolis dilakukan di tengah Pertemuan Rutin Kelompok Lembu Sari pada Minggu (19/10). Ini merupakan kelompok peternak sapi yang beranggotakan perangkat Desa Pengkol setingkat RT dan RW.
"Selain menyerahkan hasil desain dalam bentuk soft file, kami juga memberikan sampel buku tabungan fisik kepada pengurus koperasi," terang Melysa, Minggu (19/10).
Tidak berhenti disitu, Sosialisasi Pengenalan KDMP juga dilakukan di tengah acara yang dihadiri oleh Sugiyo, Kelapa Desa Pengkol. Melalui media televisi yang menampilkan slide power point, pemaparan materi sosialisasi diwakili oleh tiga Mahasiswa KKN UNNES Giat 13.
Arya Fian, Koordinator Mahasiswa KKN UNNES Giat 13 menerangkan, unit usaha KDMP Desa Pengkol direncanakan akan berlakon sebagai distributor sembako. Koperasi desa ini juga sangat terbuka untuk membeli hasil panen para petani dengan harga yang selayaknya.
Menurut Arya, keberadaan KDMP ini memang dirancang sedemikian rupa untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa, salah satunya dengan memutus mata rantai tengkulak. "Jadi Bapak-Bapak nanti bisa juga jual hasil ternaknya ke KDMP," tutur Arya dalam pemaparannya, Minggu (19/10).
Ciamiknya, peningkatan anggota terjadi setelah kegiatan tersebut berlangsung. Hal ini langsung di konfirmasi oleh Puti. Menurut nya, terjadi presentase penambahan anggota sekitar setengah dari jumlah anggota sebelumnya.
Pelatihan Pembuatan Akun Media Sosial & Pembukuan Excel
Pelaksanaan penguatan pengurus KDMP kembali diadakan pada Senin (10/11). Adapun agenda diawali pengisian kuisioner mengenai pengetahuan pengurus koperasi terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam pembukuan dan pemasaran, sebelum memasuki sesi materi dan pelatihan.
Hasil kuisioner menunjukkan bahwa sebagian besar pengurus KDMP Desa Pengkol belum mengikutsertakan teknologi dalam pengembangan koperasi nya. Mereka juga belum mengetahui cara penggunaannya.
Mahasiswa KKN UNNES Giat 13 merancang pencatatan pembukuan koperasi berbasis digital dengan menggunakan microsoft excel sebagai media. Program ini mencakup berbagai macam pencatatan keuangan yang bertujuan untuk menciptakan iklim transparansi di dalamnya.
Pelatihan penggunaan langsung menyasar kepada Bendahara Pengurus. "Kami membuat template desain dan formula rumusnya, sekaligus buku panduan panggunaannya," tambah Melysa, Senin (10/11).
Dalam hal branding, Mahasiswa KKN UNNES Giat 13 melakukan praktek pembuatan akun instagram KDMP secara langsung, serta memberikan panduan dan penjelasan terkait cara penggunaannya.
Acara yang digagas oleh seluruh Mahasiswa KKN UNNES Giat 13 Desa Pengkol dan dihadiri oleh seluruh pengurus koperasi, serta perwakilan Perangkat Desa berjalan dengan lancar dan penuh antusias.
Dari hasil pengisian kuisioner pasca pelatihan juga menunjukkan bahwa seluruh pengurus telah memahami cara penggunaan akun instagram sebagai media branding KDMP Desa Pengkol dan penggunaan excel sebagai media pembukuan koperasi.
Mendapat Banyak Apresiasi
Menurut Puti, pembuatan pembukuan melalui excel memberikan kemudahan untuk mencatat keuangan koperasi. Proses pelatihan cara penggunaannya juga mudah di mengerti.
Apresiasi lainnya juga turut disampaikan oleh Noval. Terutama, pembuatan desain Buku Tabungan yang juga mendapat apresiasi langsung dari Dinas Koperasi Kabupaten Sukoharjo. "Ini sudah sangat luar biasa dan memenuhi kritera. Apalagi logo koperasi yang transparan disetiap backgroud, ini mendapat apresiasi penuh. Bahkan, mungkin akan dijadikan percontohan untuk desa-desa lainnya di Kabupaten Sukoharjo," jelas Noval, Senin (10/11).
Setiap program yang dirancang untuk penguatan KDMP Desa Pengkol tentunya mendapat sambutan positif dari Kepala Desa dan Perangkat Desa Pengkol. Sugiyo, Kepala Desa Pengkol menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN UNNES Giat 13.
Agus Istanto, Sekretaris Desa sekaligus perwakilan Perangkat Desa yang mengawasi jalannya KDMP juga membenarkan hal tersebut. "Kami berterimakasih atas setiap program yang sangat inovatif. Ini sangat membantu dan berdampak bagi KDMP Desa Pengkol kedepan," tutur Agus dalam acara Pelatihan Penguatan Pengurus KDMP, Senin (10/11).
Seseuai dengan tema besar nya, para Mahasiswa KKN UNNES Giat 13 berharap setiap program yang dirancang untuk penguatan KDMP Desa Pengkol dapat membantu mempermudah jalannya koperasi desa ini kedepan. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat mengatasi permasalahan terkait pencatatan transaksi keuangan dan pemasaran KDMP Desa Pengkol.
