Konten dari Pengguna

Refleksi & Evaluasi Kegiatan GERUSI: Yayasan Sahabat Yatim RMJ

Foto Evaluasi & refleksi bersama, bertepat di Yayasan Sahabat Yatim RMJ. (27/9/26)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Evaluasi & refleksi bersama, bertepat di Yayasan Sahabat Yatim RMJ. (27/9/26)

Pamulang - Kegiatan pengabdian di panti asuhan tidak berhenti ketika rangkaian acara selesai dilaksanakan. Sebaliknya, proses evaluasi menjadi ruang penting untuk merefleksikan pelaksanaan program agar kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih matang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi anak-anak maupun seluruh panitia.

Evaluasi kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 27 September 2026, dengan menghadirkan Kak Reva selaku mentor sekaligus evaluator, Kak Adi, dan Kak Ilma selaku anggota yang juga memberikan masukan dan evaluasi bersama. Dalam sesi tersebut, berbagai aspek pelaksanaan dibahas secara terbuka, mulai dari persiapan, alur kegiatan, penyampaian materi, hingga dokumentasi konten.

Respon Cepat Tim Menjadi Apresiasi Awal

Kak Reva memberikan apresiasi terhadap kecepatan dan kesiapan kelompok dalam menentukan lokasi serta tema kegiatan. Menurutnya, kemampuan mengambil keputusan sejak tahap awal menjadi modal utama yang baik dalam penyelenggaraan sebuah program sosial.

Selain itu, tim dokumentasi juga memperoleh penilaian positif dari Kak Adi dan Kak Ilma. Hasil dokumentasi dinilai telah memenuhi kriteria yang diharapkan, sementara jalannya sesi dokumenter dianggap mampu mengikuti arahan Master of Ceremony (MC) dengan cukup baik.

Persiapan Masih Perlu Dimatangkan

Di balik apresiasi tersebut, para evaluator juga memberikan sejumlah catatan penting sebagai bahan masukan dan pembelajaran.

Salah satu perhatian utama adalah mengenai manajemen persiapan. Kelompok dinilai masih terlambat dalam tahap persiapan sehingga beberapa sesi belum tersusun secara optimal. Penempatan sesi bercerita (sharing session) juga dianggap kurang tepat dalam alur kegiatan, sehingga ritme acara belum sepenuhnya berjalan efektif.

Pada penyampaian materi, evaluator menilai bahwa penyampaian kepada anak-anak masih perlu disederhanakan agar lebih mudah dipahami. Sementara itu, pada bagian narasi, pembawa acara masih terlihat gugup karena berusaha memastikan seluruh peserta memahami materi secara bersamaan.

Dokumentasi: Lebih Baik Berlebih Daripada Kurang

Dalam aspek dokumentasi, Kak Reva pula memberikan penekanan bahwa pengambilan footage sebaiknya dilakukan sebanyak mungkin pada setiap momen kegiatan. Menurutnya, memiliki stok dokumentasi yang melimpah akan mempermudah proses penyuntingan dibandingkan harus menghadapi kekurangan bahan visual.

Ia juga mengingatkan agar briefing internal panitia tidak dilakukan di depan peserta. Koordinasi sebaiknya diselesaikan di belakang layar sebelum kegiatan dimulai sehingga suasana acara tetap terasa profesional dan nyaman bagi anak-anak.

Tantangan Tim Konten

Salah satu kendala yang muncul berasal dari tim konten, yang masih mengalami kebingungan dalam mengatur alur publikasi serta pembagian tugas pembuatan konten. Hal ini menjadi perhatian untuk diperbaiki melalui pembagian peran yang lebih jelas pada kegiatan berikutnya.

Arah Tindak Lanjut

Sebagai penutup evaluasi, para evaluator mendorong kelompok untuk lebih memastikan bahwa peserta benar-benar memahami materi yang disampaikan, sekaligus lebih aktif membangun interaksi melalui sesi tanya jawab.

Selain perbaikan teknis pelaksanaan, terdapat beberapa arahan terkait publikasi hasil kegiatan. Artikel kegiatan disarankan untuk dipublikasikan melalui platform seperti Kumparan dan blog media masa lainnya. Dokumentasi artikel juga perlu ditampilkan dalam bentuk tangkapan layar beserta tautannya di dalam presentasi, sementara video kegiatan diharapkan turut disertakan dalam materi presentasi.

Kelompok juga dijadwalkan untuk melanjutkan pembahasan melalui Google Meet pada Rabu, 30 September 2026 pukul 19.00 WIB (jadwal masih menunggu konfirmasi), Untuk mempersiapkan presentasi di pekan ini.

Melalui evaluasi ini, setiap masukan diharapkan menjadi bekal untuk membangun kegiatan pengabdian yang lebih terstruktur, komunikatif, dan mampu menghadirkan pengalaman yang bermakna bagi anak-anak panti asuhan maupun seluruh panitia yang terlibat.