Dari Penonton Menjadi Pengikut: Bagaimana Live TikTok Membangun Kedekatan

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Methia Sonia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Awalnya mungkin hanya iseng masuk ke sebuah Live TikTok. Tidak ada niat untuk mengikuti akun tersebut. Namun, setelah beberapa kali menonton, kita mulai mengenali cara host berbicara, kebiasaannya, sampai topik yang sering dibahas.
Tanpa terasa, penonton yang awalnya hanya mampir bisa berubah menjadi pengikut yang rutin menonton.
Fenomena ini menunjukkan bahwa komunikasi di media sosial tidak selalu terbentuk melalui satu kali interaksi. Kedekatan dengan audiens juga bisa muncul dari pertemuan yang berulang.
Live terasa berbeda dari konten biasa
Berbeda dengan video yang sudah direkam, Live TikTok berlangsung secara langsung. Host dapat berbicara dengan penonton, membaca komentar, menjawab pertanyaan, atau sekadar bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan.
Interaksi seperti ini membuat penonton merasa sedang berada dalam sebuah percakapan yang berlangsung saat itu juga.
Walaupun jumlah penontonnya banyak, respons sederhana dari host seperti membaca nama atau menjawab komentar dapat membuat seorang penonton merasa diperhatikan.
Nama penonton bisa menjadi bagian dari interaksi
Salah satu hal sederhana yang sering terjadi dalam live adalah ketika host menyebut nama penonton.
Misalnya, seseorang menulis komentar dan host langsung membacanya. Bagi penonton, respons tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, pengalaman tersebut dapat membuat interaksi terasa lebih personal.
Penonton tidak lagi hanya melihat seseorang berbicara di layar. Ada perasaan bahwa keberadaannya juga diketahui oleh orang yang sedang ditonton.
Hal kecil seperti ini dapat membuat seseorang ingin kembali menonton live yang sama.
Kedekatan bisa terbentuk dari kebiasaan
Semakin sering seseorang menonton live, semakin familiar ia dengan host tersebut.
Penonton mulai mengetahui gaya bercandanya, cara berbicara, kebiasaan ketika membaca komentar, bahkan reaksi ketika membahas topik tertentu.
Sebaliknya, host juga dapat mulai mengenali nama atau akun penonton yang sering hadir.
Interaksi yang awalnya terasa biasa kemudian menjadi sebuah kebiasaan. Penonton datang bukan hanya karena ingin melihat konten, tetapi karena sudah merasa familiar dengan suasana dan orang yang ada di dalamnya.
Tidak selalu harus ada percakapan panjang
Kedekatan di ruang digital tidak selalu membutuhkan percakapan yang mendalam.
Kadang, seseorang cukup hadir berulang kali dalam sebuah live. Ia mendengarkan obrolan, sesekali memberikan komentar, atau hanya menyaksikan dari layar.
Dari situ muncul rasa familiar yang perlahan membuat hubungan antara host dan audiens terasa berbeda dibandingkan dengan hubungan antara kreator dan penonton yang baru pertama kali bertemu.
Inilah salah satu karakter menarik dari komunikasi di media sosial. Interaksi yang sederhana dan berulang dapat memiliki arti tersendiri bagi audiens.
Dari menonton sampai mengikuti akun
Ketika penonton merasa cocok dengan cara host berkomunikasi, mereka mungkin mulai mengikuti akun tersebut agar tidak ketinggalan live berikutnya.
Keputusan untuk menekan tombol follow bisa menjadi kelanjutan dari pengalaman selama menonton.
Awalnya hanya melihat. Kemudian mulai mengenali. Setelah itu merasa nyaman. Akhirnya muncul keinginan untuk mengikuti akun tersebut.
Prosesnya mungkin terlihat sederhana, tetapi menunjukkan bagaimana komunikasi dapat membangun hubungan secara perlahan.
Audiens bukan hanya angka
Dalam sebuah live, jumlah penonton memang menjadi salah satu hal yang terlihat. Namun, setiap penonton memiliki pengalaman masing-masing.
Ada yang datang sekali lalu pergi. Ada yang hanya menonton beberapa menit. Ada juga yang akhirnya menjadi penonton tetap.
Karena itu, membangun kedekatan dengan audiens bukan hanya soal mendapatkan sebanyak mungkin penonton. Cara berinteraksi selama live juga dapat membuat audiens memiliki alasan untuk kembali.
Pada akhirnya, Live TikTok bukan hanya ruang untuk menyampaikan konten. Di dalamnya terdapat proses komunikasi yang memungkinkan host dan penonton saling mengenali melalui interaksi yang terjadi berulang kali.
Seorang penonton mungkin datang karena penasaran. Namun, ketika komunikasi terasa nyaman dan familiar, bukan tidak mungkin ia akhirnya menjadi pengikut yang rutin kembali.
