Konten dari Pengguna

Saat Diam Juga Menjadi Pesan, Mengenal Komunikasi Nonverbal

Methia Sonia

Methia Sonia

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Methia Sonia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar dibuat oleh kecerdasan buatan AI
zoom-in-whitePerbesar
Gambar dibuat oleh kecerdasan buatan AI

Ketika membicarakan komunikasi, banyak orang langsung mengaitkannya dengan kata-kata. Padahal, komunikasi tidak selalu harus dilakukan melalui ucapan. Ekspresi wajah, gerakan tubuh, tatapan mata, hingga diam juga dapat menyampaikan pesan kepada orang lain.

Hal tersebut termasuk dalam komunikasi nonverbal. Sederhananya, komunikasi nonverbal merupakan penyampaian pesan tanpa menggunakan kata-kata secara langsung. Bentuknya bisa muncul secara sengaja maupun tidak sengaja dalam kehidupan sehari-hari.

Diam Tidak Selalu Berarti Tidak Ada Pesan

Salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang sering ditemui adalah diam. Ketika seseorang memilih tidak menjawab pertanyaan, misalnya, diam tersebut bisa memiliki berbagai makna.

Seseorang mungkin sedang bingung, tidak nyaman, marah, sedih, atau memang membutuhkan waktu untuk berpikir. Karena itu, diam tidak bisa langsung diartikan sebagai tanda bahwa seseorang tidak peduli atau tidak ingin berkomunikasi.

Makna dari diam juga sangat bergantung pada situasi. Diam ketika sedang mendengarkan teman bercerita tentu berbeda dengan diam ketika seseorang sedang terlibat dalam sebuah konflik.

Ekspresi Wajah Bisa Menyampaikan Perasaan

Selain diam, ekspresi wajah juga menjadi bagian penting dalam komunikasi nonverbal. Senyuman dapat menunjukkan keramahan atau kebahagiaan. Sebaliknya, dahi yang berkerut atau ekspresi wajah yang tegang dapat menunjukkan kebingungan, ketidaknyamanan, atau emosi tertentu.

Namun, ekspresi wajah juga tidak selalu bisa menjadi patokan mutlak untuk mengetahui perasaan seseorang. Orang bisa saja tersenyum meskipun sebenarnya sedang merasa tidak nyaman.

Karena itu, memahami komunikasi nonverbal membutuhkan perhatian terhadap konteks dan situasi, bukan hanya melihat satu gerakan atau ekspresi.

Bahasa Tubuh Ikut Memengaruhi Pesan

Cara seseorang berdiri, duduk, melakukan kontak mata, atau menggerakkan tangan juga dapat memberikan informasi tambahan dalam sebuah percakapan.

Contohnya, seseorang yang terus melihat ponsel ketika sedang diajak berbicara dapat membuat lawan bicaranya merasa tidak diperhatikan. Padahal, belum tentu orang tersebut memang bermaksud mengabaikan percakapan.

Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal dapat memengaruhi bagaimana sebuah pesan diterima dan dipahami oleh orang lain.

Ketika Kata-Kata dan Bahasa Tubuh Berbeda

Komunikasi menjadi lebih menarik ketika pesan verbal dan nonverbal tidak menunjukkan hal yang sama.

Misalnya, seseorang mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, tetapi berbicara dengan suara pelan, menghindari kontak mata, dan terlihat murung. Dalam situasi seperti ini, lawan bicara mungkin merasa ada sesuatu yang sebenarnya sedang dirasakan tetapi tidak disampaikan melalui kata-kata.

Meski demikian, bukan berarti bahasa tubuh selalu lebih benar daripada ucapan. Komunikasi nonverbal sebaiknya dipahami sebagai bagian dari keseluruhan pesan yang perlu dilihat bersama dengan kata-kata dan konteks percakapannya.

Pentingnya Memahami Komunikasi Nonverbal

Memahami komunikasi nonverbal dapat membantu seseorang menjadi komunikator yang lebih peka. Dalam percakapan sehari-hari, pesan tidak hanya datang dari apa yang diucapkan, tetapi juga dari bagaimana seseorang menunjukkan respons terhadap percakapan tersebut.

Dengan memperhatikan ekspresi, gerakan tubuh, intonasi, dan situasi, seseorang dapat mengurangi kemungkinan salah memahami pesan.

Pada akhirnya, komunikasi bukan hanya tentang berbicara. Ada kalanya seseorang menyampaikan sesuatu melalui tatapan, gerakan, ekspresi, bahkan melalui diam. Karena itu, memahami komunikasi nonverbal menjadi bagian penting agar pesan yang diterima tidak hanya berdasarkan kata-kata, tetapi juga berdasarkan konteksnya.