Satu Balasan di Kolom Komentar Bisa Mengubah Cara Orang Melihat Brand

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Methia Sonia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah membaca komentar di media sosial sebuah brand lalu malah lebih tertarik dengan balasan adminnya?
Misalnya, ada seseorang yang bertanya soal produk. Admin kemudian menjawab dengan bahasa yang santai dan ramah. Tidak lama kemudian, pengguna lain ikut membalas atau memberikan komentar. Percakapan yang awalnya sederhana akhirnya menjadi bagian yang cukup menarik perhatian.
Hal seperti ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi tempat bagi perusahaan untuk mempromosikan produk. Di sana, brand juga berhadapan langsung dengan konsumennya.
Dan salah satu bentuk komunikasi yang paling sederhana adalah membalas komentar.
Kolom Komentar Bukan Sekadar Tempat Bertanya
Ketika sebuah brand mengunggah konten, komentar biasanya mulai bermunculan. Ada yang bertanya soal harga, memberikan pujian, menyampaikan kritik, atau sekadar ikut bercanda.
Bagi pengguna yang menulis komentar, balasan dari brand mungkin hanya terlihat seperti jawaban biasa. Namun, bagi pengguna lain yang membaca percakapan tersebut, respons itu bisa memberikan gambaran tentang bagaimana perusahaan berkomunikasi.
Misalnya, ketika ada konsumen yang mengeluhkan suatu produk, orang lain juga dapat melihat bagaimana admin menanggapi keluhan tersebut.
Dari satu percakapan saja, pengguna bisa melihat apakah brand memberikan penjelasan, mengarahkan konsumen ke layanan tertentu, atau sekadar memberikan jawaban singkat.
Artinya, kolom komentar bisa menjadi ruang kecil tempat brand berinteraksi langsung dengan publik.
Cara Menjawab Bisa Membuat Kesan yang Berbeda
Isi jawaban memang penting, tetapi cara menyampaikannya juga tidak kalah penting.
Jawaban seperti “Silakan hubungi layanan pelanggan” tentu berbeda dengan jawaban yang menjelaskan masalah secara lebih lengkap dan tetap menggunakan bahasa yang ramah.
Keduanya sama-sama memberikan arahan kepada konsumen. Namun, pengalaman ketika membaca jawabannya bisa terasa berbeda.
Hal tersebut juga berlaku ketika brand menerima komentar positif.
Ketika seseorang mengatakan bahwa mereka menyukai produk tertentu, admin bisa saja hanya memberikan emoji atau ucapan terima kasih. Namun, beberapa brand memilih melanjutkan percakapan dengan gaya yang lebih santai.
Interaksi kecil seperti ini membuat akun perusahaan terasa tidak hanya berisi promosi, tetapi juga memiliki komunikasi dua arah dengan penggunanya.
Ketika Brand Harus Menghadapi Kritik
Tidak semua komentar yang masuk akan menyenangkan.
Kritik dan keluhan merupakan hal yang mungkin muncul ketika sebuah perusahaan membuka ruang komunikasi dengan konsumennya.
Pada situasi seperti ini, cara brand memberikan respons menjadi semakin terlihat.
Bayangkan ada konsumen yang merasa kecewa terhadap suatu produk. Jika balasan yang diberikan terlalu singkat atau tidak menjawab masalah yang disampaikan, percakapan tersebut bisa terasa tidak menyelesaikan persoalan.
Sebaliknya, ketika brand memberikan penjelasan yang relevan dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi, percakapan dapat terlihat lebih terarah.
Tentu saja, tidak semua masalah dapat diselesaikan hanya melalui kolom komentar. Namun, cara memberikan respons tetap menjadi bagian dari komunikasi perusahaan dengan konsumennya.
Admin Media Sosial Ikut Membawa Nama Brand
Orang yang membalas komentar sebenarnya hanya salah satu bagian dari perusahaan. Namun, bagi pengguna media sosial, mereka adalah pihak yang berinteraksi secara langsung dengan akun brand.
Karena itu, gaya komunikasi admin dapat ikut menjadi bagian dari pengalaman pengguna.
Brand yang terbiasa menggunakan bahasa santai akan memberikan kesan yang berbeda dengan brand yang selalu menggunakan bahasa formal. Begitu juga dengan brand yang sering membalas komentar dengan humor dibandingkan brand yang memilih komunikasi lebih serius.
Tidak ada satu gaya komunikasi yang harus digunakan oleh semua brand.
Yang penting, cara tersebut sesuai dengan karakter perusahaan, situasi yang sedang dihadapi, dan orang yang diajak berkomunikasi.
Tidak Semua Balasan Harus Terlihat “Keren”
Di media sosial, terkadang brand berusaha membuat balasan yang lucu agar terlihat dekat dengan pengguna.
Namun, tidak semua komentar membutuhkan jawaban yang lucu.
Ketika seseorang sedang menyampaikan keluhan, misalnya, respons yang terlalu bercanda justru bisa terasa tidak sesuai.
Karena itu, kemampuan membaca situasi menjadi penting. Admin perlu mengetahui kapan harus menggunakan bahasa santai, kapan bisa bercanda, dan kapan harus memberikan jawaban yang lebih serius.
Pada akhirnya, komunikasi yang baik bukan tentang membuat setiap balasan terlihat menarik. Yang lebih penting adalah membuat respons tersebut sesuai dengan situasinya.
Citra Brand Bisa Terlihat dari Hal-Hal Kecil
Ketika membicarakan citra perusahaan, kita mungkin langsung memikirkan iklan, logo, produk, atau kampanye besar.
Padahal, pengalaman pengguna terhadap sebuah brand juga bisa terbentuk dari interaksi yang jauh lebih sederhana.
Satu komentar. Satu pertanyaan. Satu keluhan. Kemudian satu balasan dari admin.
Percakapan singkat tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, bagi orang yang mengalaminya atau membaca percakapannya, interaksi itu bisa menjadi bagian dari pengalaman mereka dengan sebuah brand.
Itulah mengapa kolom komentar di media sosial sebenarnya bukan sekadar tempat untuk membalas pertanyaan.
Di balik satu balasan admin, ada cara sebuah perusahaan berkomunikasi, menghadapi konsumennya, dan menunjukkan karakter mereka kepada publik.
Kadang, orang tidak hanya mengingat apa yang dijual sebuah brand. Mereka juga bisa mengingat bagaimana brand tersebut memperlakukan mereka ketika sedang berbicara.
