Mahasiswa KKN UNRAM & KKP UINMA Gandeng KUA Bekali Siswa Lawan Pernikahan Dini

Mahasiswa/i Universitas Mataram yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) di Desa Surabaya Utara, Kec. Sakra Timur, Kab. Lombok Timur Periode Juli - Agustus 2025
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKN PMD UNRAM Desa Surabaya Utara 2025 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (UNRAM) dan Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) UIN Mataram berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi yang penting bagi masa depan generasi muda. Menggandeng pemateri dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sakra Timur, mereka memberikan edukasi kepada siswa-siswi MTs Darul Muhsinin Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur pada Kamis, 24 Juli 2025 dengan tema "Pentingnya Pendidikan untuk Masa Depan dan Dampak Pernikahan Dini bagi Anak di Bawah Umur".
Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu ruang kelas MTs Darul Muhsinin ini disambut dengan antusias oleh puluhan siswa dan guru. Acara ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial yang masih relevan di tengah masyarakat, khususnya mengenai tingginya angka pernikahan anak di bawah umur dan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pemateri dari KUA Kecamatan Sakra Timur, Bapak Dahrun, S.Sos.I. memaparkan secara komprehensif mengenai berbagai dampak negatif dari pernikahan dini. Ia juga menjelaskan batasan usia minimal untuk menikah menurut undang-undang yang berlaku di Indonesia. Peserta juga diberikan motivasi untuk menggapai pendidikan setinggi-tingginya untuk menggapai cita-cita.
Perwakilan dari KKN UNRAM menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. "Kami berharap melalui sosialisasi ini para siswa menjadi lebih sadar dan dapat membuat keputusan yang lebih bijak untuk masa depan mereka", ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana para siswa tidak ragu dan malu untuk bertanya mengenai topik yang dibahas. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi benteng utama bagi para siswa untuk melindungi masa depan mereka dari risiko pernikahan dini dan semakin termotivasi untuk mengejar cita-cita dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya.
