Keunikan Huta Siallagan: Warisan Tagible dan Intangible Suku Batak Toba

Mey Aritonang
Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Sumatera Utara
Konten dari Pengguna
11 Juni 2024 7:52 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Mey Aritonang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: Dokumentasi Pribadi di Huta Siallagan pada Tanggal 17 Mei 2024
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumentasi Pribadi di Huta Siallagan pada Tanggal 17 Mei 2024
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Huta Siallagan merupakan situs bersejarah yang terletak di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir yang kaya akan artefak arkeologi yang telah bertahan selama berabad-abad, di dalamnya terdapat warisan budaya yang meliputi benda-benda fisik (intangible) dan aspek-aspek tak benda (tangible). Namun sebelum kita mengetahui lebih dalam tentang peninggalan yang di Huta siallagan, disini saya akan memberitahukan bahwa ketika memasuki kawasan Huta Siallagan tersebut kita harus bayar dulu dong, tenang..tenang uang masuknya murah kok gak sampai membuat kantong kita kosong, kita hanya perlu membayar sebesar Rp. 10.000 saja per orang, dari Rp 10.000 tersebut kita sudah dapat melihat dan menikmati keindahan dari peninggalan-peninggalan Batak di Huta Siallagan dan menambah pengetahuan kita tentang peninggalan-peninggalan batak pada zaman dahulu, dan bukan itu saja kita bisa juga loh membeli sovenir untuk di bawa pulang, karena di huta siallagan juga ada tempat perbelanjjan sovenir, dan didalam nya juga terdapat bermacam-macam sovenir dari mulai baju, topi, gelang dan masih banyak lagi yang dapat kita beli. Nah kan, gimana? pasti kalian semakin pengen berkunjung ke Huta Siallagan iyah kan.
ADVERTISEMENT
Ketika masuk ke kawasan Huta Siallagan dapat kita lihat bahwa Huta Siallagan di kelilingi oleh tembok-tembok batu sekitar 2 meter tingginya, dan terdapat juga peninggalan tangible seperti rumah adat Batak, batu persidangan, batu eksekusi, pohon hariara, makam keturunan Siallagan, Patung sigale-gale. Sementara itu, peninggalan intangible yang terdapat di Huta Siallagan mencakup tarian tor-tor Batak, dan kisah batu persidangan.
Pada masa lalu, situs ini merupakan istana kerajaan Batak dari keluarga Siallagan. Bangunan-bangunan seperti rumah adat, batu persidangan, dan tempat eksekusi memiliki peran penting dalam menjalankan hukum adat Batak. Batu persidangan digunakan untuk berdiskusi tentang hukum bersama raja dan para datuk, sedangkan tempat eksekusi digunakan untuk mengadili pelanggaran hukum yang melakukan kejahatan berat.
ADVERTISEMENT
Keadaan warisan budaya di situs ini masih terjaga dengan baik setelah dipugar oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2022. Bangunan rumah adat masih mempertahankan keasliannya meskipun atapnya kini menggunakan bahan dari Kalimantan. Ukiran dan hiasan tetap terawat dengan baik. Batu persidangan dan tempat eksekusi juga masih kokoh, bahkan dapat diduduki oleh pengunjung, Tarian tor-tor Batak juga dipertahankan dan diperkenalkan kepada pengunjung. Dan tidak lupa bahwa Pohon Hariara menjadi saksi bisu terbentunya Huta Siallagan.
Partisipasi masyarakat sekitar dalam menjaga situs ini sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan kelestariannya. Kita sebagai pengunjung juga memiliki tanggung jawab untuk menghormati dan merawat situs ini agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Dengan demikian, Huta Siallagan akan terus menjadi warisan berharga yang memperkaya sejarah dan budaya Indonesia.
Sumber: Dokumentasi Pribadi Saat Mengunjungi Huta Siallagan