Agromaret: Solusi Mempersingkat Rantai Pasok

Tulisan dari MR IDN tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbagai permasalahan petani yang terjadi hingga saat ini masih menjadi hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah mengenai harga komoditi yang cukup jauh perbandingannya antara yang ditetapkan oleh petani dan harga yang sudah ada di pasaran. Permasalahan tersebut umumnya terjadi karena rantai pasok yang cukup panjang atau bisa dikatakan melibatkan cukup banyak tangan, mulai dari petani hingga ke pasar.
Terkadang di balik panjangnya supply chain, ada pun permainan harga oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab sehingga terjadilah eksploitasi harga. Margin suatu komoditi pertanian yang cukup jauh ini pada beberapa kenyataan tidaklah dinikmati oleh petani. Bahkan, petani menjadi salah satu peran dalam rantai yang mendapat keuntungan hanya sedikit.
Ketergantungan petani terhadap oknum pedagang yang mengambil keuntungan jauh lebih tinggi dibanding petani itu sendiri adalah sempitnya akses yang dimiliki petani untuk bertemu langsung dengan pembeli. Akibat dari beberapa petani yang kurang menguasai pasar dan tertutup dengan dunia marketing menyebabkan sedikitnya pilihan petani dalam menentukan wadah dalam menjual hasil panennya.
Ada pun pada suatu kesempatan, seorang petani di Desa Tapos 01, Kecamatan Tenjolaya pernah menceritakan keluh kesahnya sebagai petani. Ia menanam jagung dan mengalami kerugian karena tidak ada pasar yang ingin menerima hasil panen jagungnya. Bukan karena kualitasnya yang buruk, melainkan memang ia tidak menemukan pasar yang ingin membeli jagung-jagungnya. Petani tersebut memutuskan untuk membagikan hasil panennya ke masyarakat sekitar. Yang mengagetkan adalah, masyarakat pun tetap tidak menerima jagung tersebut. Alasannya adalah kurangnya ketertarikan masyarakat terhadap jagung. Akhirnya, petani itu memutuskan membiarkan jagung tersebut busuk dilahan, “Dari pada harus saya jualin. Belum lagi ongkos ke pasar dan lain-lain. Rugi.”, keluh salah satu petani di desa tersebut.
Oleh karena itu, berbagai solusi mulai bermunculan. Salah satunya adalah situs e-commerce bernama AGROMARET. Agromaret yang berfokus pada bidang pertanian dan menjadi tempat untuk menjual, membeli, dan menjalin bisnis komoditi pertanian memiliki tujuan untuk mempermudah pelaku pertanian dalam bertransaksi mau pun bekerja sama. Apalagi, bagi petani yang memiliki produk pertanian dan butuh menyebarluaskan informasi mengenai produk yang akan ditawarkannya, Agromaret menjadi tempat yang tepat.
Situs Agromaret dengan mudah akan mempertemukan petani yang menjualkan produknya dengan konsumen yang membutuhkan. Kemudahan yang di dapat tidak hanya akan dirasakan oleh petani saja, sebagai konsumen pun akan merasakan mudahnya mengakses situs dan memilih produk yang diinginkan sesuai kebutuhan. Selain itu, karena segala produk-produk pertanian yang ditawarkan petani terpusat dalam satu wadah, jelas akan menguntungkan pembeli dengan adanya varian komoditi yang telah tersedia.
Sistem e-commerce dibidang pertanian yang diangkat oleh Agromaret juga memperhatikan aspek waktu. Petani yang menjualkan produknya di situs ini jelas akan menghemat waktu. Petani tidak perlu berlama-lama untuk mencari konsumen atau pun mengunjungi suatu tempat untuk menawarkan produknya, melainkan hanya perlu menaruh informasi tentang komoditi yang ditawarkanya di Agromaret. Kecanggihan teknologi saat ini dapat dirasakan pengguna secara real time. Sehingga, sangat memungkinkan informasi tersebut tersebar sangat cepat. Tidak perlu lama menunggu, konsumen bisa langsung menghubungi penjual jika ingin memesan barang yang diinginkan.
Keuntungan lainnya, petani dapat menyentuh pasar seluas-luasnya. Tidak hanya terpaku pada daerah tempat petani tinggal atau pun lahan yang dimanfaatkannya, melainkan informasi dapat tersebar hingga ke seluruh daerah di Indonesia. Hal ini sangat menjadi peluang besar untuk menemukan konsumen pada radius yang cukup jauh sekali pun. Dengan benefit yang sudah dijelaskan, kejadian mengenai sulitnya menjual hasil panen karena tidak menemukan konsumen dapat terminimalkan dan teratasi.
Yuk follow IG dan Twitternya:
https://twitter.com/AgromaretID
https://www.instagram.com/agromaret/
