Konten dari Pengguna

Kenali Cara Komunikasimu: Seni Menyampaikan Pesan dengan Efektif

Maya sastra

Maya sastra

ASN Kumham NTB

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Maya sastra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Pernahkah kita menyadari bahwa cara kita berkomunikasi bisa sangat mempengaruhi tujuan yang ingin dicapai? Yap, ini tidak salah.

Komunikasi bukan sekadar menyampaikan kata-kata, proses ngobrol ini bisa disebut dengan seni menyampaikan informasi, baik secara formal maupun informal dengan maksud dan tujuan tertentu. Sukses atau tidaknya tujuan yang akan dicapai ini sering kali bergantung pada cara pesan disampaikan kepada lawan bicara.

Meyakinkan orang lain dengan isi pesan yang disampaikan dalam komunikasi yang anda lakukan, tentunya bukan pekerjaan mudah. Tidak semua lawan bicara akan mudah menerima informasi yang disampaikan bahkan cenderung untuk susah menjadi pendengar yang baik. Kesulitan ini kadang tidak disadari dalam proses menyampaikan informasi.

Jika melihat teori terdahulu terkait teori komunikasi maka akan erat dengan pernyataan Laswell, “Siapa menyampaikan apa, kepada siapa, melalui saluran apa, dan dengan efek apa?” Model ini menekankan komunikasi satu arah, di mana komunikator berusaha memengaruhi penerima pesan.

Komunikasi yang elegan tidak hanya membuat pesan tersampaikan dengan baik, tetapi juga meningkatkan kesan positif dan penghargaan dari orang lain.

1. Fondasi Komunikasi Efektif

Ahli komunikasi menekankan bahwa komunikasi adalah seni. Dalam dunia kerja, teknik komunikasi menjadi instrumen penting untuk menunjukkan siapa kita sebenarnya dan kemampuan kita memengaruhi orang lain. Selain itu, kendala dalam komunikasi mampu diminimalisir sehingga mengurangi munculnya miss informasi yang akan mempengaruhi tujuan yang akan dicapai. Teori komunikasi menurut Aristoteles, menekankan komunikasi verbal sebagai aktivitas utama untuk memengaruhi audiens. Kunci efektivitas komunikasi menurut Aristoteles meliputi, Ethos: kredibilitas dan karakter pembicara, Pathos: memanfaatkan emosi audiens, dan Logos: menyampaikan pesan dengan argumen yang logis dan terstruktur. Ketiga aspek ini kita dapat membangun kepercayaan dan memengaruhi audiens secara efektif. Komunikasi yang efektif tidak hanya membuat pesan tersampaikan dengan baik, tetapi juga meningkatkan kesan positif dan penghargaan dari orang lain.

Dalam praktik komunikasi, terdapat tiga aspek penting:

1. Communication Knowledge: memahami pola komunikasi, tugas, dan fungsi pesan.

2. Communication Attitude: sikap dan interaksi saat menyampaikan pesan, termasuk nada suara dan penekanan bahasa.

3. Communication Skill: keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal, termasuk kemampuan mendengarkan, empati, responsif, dan membangun kepercayaan.

2. Gangguan dalam Komunikasi

Gangguan atau noise adalah musuh utama komunikasi efektif. Merasa diri lebih dibutuhkan dan menganggap diri lebih tinggi baik secara posisi dan kedudukan akan menjadi hal yang merusak suasana dalam berkomunikasi. Menurut model Shannon-Weaver, noise bisa berupa distorsi informasi baik dari dalam (internal) bisa karena alat komunikasi yang tidak berfungsi optimal ataupun faktor luar (eksternal) seperti sulitnya memhami pesan yang disampaikan.

Selain itu kemampuan menempatkan diri dari pemberi informasi kepada lawan bicara menjadi salah satu kendala yang harus di waspadai karena akan menjadi gangguan dalam penyampaian informasi yang berpengaruh kepada tercapainya tujuan. Gangguan dapat diminimalkan dengan persiapan matang. Contohnya, saat melakukan penyuluhan hukum, pastikan alat komunikasi dan metode penyampaian sesuai dengan audiens agar pesan tersampaikan dengan jelas.

3. Tips Berkomunikasi dengan Elegan

Menjadi komunikator yang elegan membutuhkan waktu dan latihan. Berikut beberapa tips praktis:

1. Siapkan alat komunikasi dengan optimal

Pastikan semua perangkat yang digunakan berfungsi baik sehingga pesan tersampaikan dengan jelas.

2. Sampaikan pesan dengan jelas dan ringkas

Gunakan bahasa yang mudah dipahami, hindari bertele-tele, dan pastikan pesan tidak membingungkan audiens.

3. Perhatikan bahasa nonverbal

Nada suara, ekspresi wajah, dan gestur tubuh dapat memperkuat atau melemahkan pesan yang disampaikan.

4. Latihan secara rutin

Berlatih berbicara di depan audiens meningkatkan percaya diri, kemampuan persuasif, dan keahlian berkomunikasi secara profesional.

Komunikasi adalah jembatan untuk menciptakan pengaruh positif bagian dari seni memilih kata, menyampaikan pesan dengan empati, dan mengelola gangguan komunikasi akan membuat kita menjadi komunikator yang lebih elegan dan efektif. Dengan pemahaman teori, latihan konsisten dan strategi yang tepat, setiap kata yang kita ucapkan bisa membawa makna dan nilai yang lebih dalam interaksi sehari-hari.