Konten dari Pengguna

Pembangunan Breakwater di PPI Beba: Solusi Tepat untuk Masyarakat Setempat

Muh Fiqry Ahsabannur Amri

Muh Fiqry Ahsabannur Amri

Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Bosowa

·waktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muh Fiqry Ahsabannur Amri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lokasi Pembangunan Breakwater di PPI Beba (Dok. Muh. Fiqry Ahsabannur Amri, 19 September 2023)
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi Pembangunan Breakwater di PPI Beba (Dok. Muh. Fiqry Ahsabannur Amri, 19 September 2023)

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Wilayah II menginisiasi Pembangunan Breakwater yang berlokasi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Proyek Breakwater menghabiskan anggaran sebesar 16,9 miliar rupiah.

PT Bumi Aceh Citra Persada sebagai pemenang tender telah memulai pembangunan Breakwater sejak tanggal 10 Juli 2023 hingga 15 Desember 2023 atau sekitar 160 hari. Target awal pembangunan Breakwater di PPI Beba adalah sepanjang 155 meter.

Namun, karena masih ada anggaran dan waktu pengerjaan yang tersisa, maka pembangunan Breakwater untuk tahap pertama bisa melebihi target awal. Untuk Tahap kedua, anggarannya telah ada dari pemerintah pusat dan tinggal menunggu instruksi lebih lanjut untuk kelanjutan pembangunannya.

Rencana Awal Pembangunan Breakwater di PPI Beba (Dok. Muh. Fiqry Ahsabannur Amri, 21 Agustus 2023 di PPI Beba)

Pembangunan Breakwater di PPI Beba membawa angin segar untuk masyarakat setempat. Mengingat bahwa setiap tahunnya kondisi gelombang di PPI Beba dikategorikan sebagai gelombang besar setinggi 3-4 meter terutama pada saat angin Muson barat dengan arah gelombang yang dominan dari arah barat.

Gelombang tinggi tersebut tak jarang merusak kapal nelayan hingga bangunan-bangunan yang ada di sekitar pesisir pantai. Kehadiran Breakwater ini diperkirakan akan menahan gelombang yang awalnya mencapai 4 meter menjadi kurang dari 0,3 meter di area pelabuhan.

Konstruksi breakwater terdiri atas material batu gajah dan pelat beton pada puncaknya. Struktur breakwater dimulai dari lokasi perairan yang lebih dalam menuju ke perairan yang lebih dangkal. Oleh karena itu, Breakwater berperan penting untuk mengatasi abrasi di wilayah Beba.

Menurut Febrian Budianto selaku perwakilan UPT Pelabuhan Wilayah II, Breakwater melindungi kapal-kapal nelayan dari ancaman gelombang tinggi saat cuaca buruk. Selain itu, nelayan yang sebelumnya berdomisili di wilayah galesong dan sekitarnya harus memarkir jauh kapalnya hingga ke wilayah PPI Barombong.

"Jadi, kehadiran breakwater ini akan memberi rasa aman bagi nelayan dalam menjalankan aktivitasnya seperti membongkar muatan ikan tanpa harus jauh-jauh ke PPI wilayah lain yang tentunya memerlukan banyak biaya" ucap Ferbrianto. Lanjutnya, Pembangunan breakwater juga akan berkontribusi bagi perekonomian setempat. Di mana kapal-kapal yang berlabuh ke wilayah PPI Beba membuat roda perekonomian lebih lancar.

Ikan-ikan yang terjual tentu saja masih dalam keadaan segar dan akan memberi pendapatan bagi nelayan yang berlabuh di PPI Beba. "Dampak lainnya adalah terjadi multi-stakeholder, di mana masyarakat yang bekerja sebagai nelayan, pedagang ikan, hingga pemilik warung-warung kuliner akan menghidupkan rantai perekonomian karena adanya transaksi jual-beli," ucap Febrianto.

Dg. Laja (kiri), pemiliki Rumah Makan Pesisir di wilayah Beba, Galesong utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Dok. Muh. Fiqry Ahsabannur Amri, 14 Oktober 2023 di RM Pesisir, beba)

Salah seorang pemilik warung makan terkenal di sekitar wilayah breakwater, yaitu Dg. Laja menganggap adanya breakwater memberikan dampak positif, karena ombak besar tidak lagi mengancam rumah makannya. Sebelum adanya breakwater, ombak tinggi tersebut pernah merusak beberapa fasilitas dari rumah makan seperti rumput sintetis yang terpasang di sekitar rumah makan.

"Pada awalnya, pembangunan Breakwater sempat mengganggu kenyamanan orang-orang yang berkunjung ke Rumah makan Pesisir, karena adanya debu yang berasal dari mobil truk yang mengangkut material bangunan. Namun, selebihnya permasalahan tersebut telah direspons oleh pihak perusahaan, dengan rutin melakukan penyiraman di sekitar wilayah yang dilalui oleh mobil truk yang mengangkut material" ucap Dg. Laja.

Selebihnya, rumah makan Pesisir meraup keuntungan dari adanya para pekerja proyek breakwater, para tamu dan pihak-pihak lainnya yang berkunjung ke breakwater singgah ke rumah makan Pesisir yang dianggap sebagai bentuk kompensasi secara tidak langsung oleh Dg. Laja.

Mobil Truk pengangkut batu gajah yang menjadi bahan konstruksi Breakwater di PPI Beba (Dok. Muh. Fiqry Ahsabannur Amri, 4 Oktober 2023 di PPI Beba)

Abdul Asis, S.Sos, selaku Kepala Desa Tamasaju merespons baik adanya pembangunan breakwater karena banyak membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kepala Desa Tamasaju bersama Dinas Kelautan dan perikanan dan pihak-pihak lainnya telah mengantisipasi munculnya pro dan kontra dari masyarakat.

Oleh karena itu, telah dilakukan sosialisasi pra-konstruksi yang diadakan tidak jauh dari lokasi breakwater dan juga pernah diadakan di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar. Senada dengan Dg laja, Abdul Asis menganggap dampak negatif dari breakwater hanya pada debu dari mobil truk pengangkut material breakwater yang melintas.

Selain itu, Abdul Asis dan masyarakat setempat lebih merasakan dampak positifnya. "Breakwater ini merupakan penantian panjang masyarakat yang sering merasa terancam dengan adanya ombak besar di sepanjang pesisir pantai. Ke depannya, kami berharap pantai-pantai lain di wilayah Desa Tamasaju memiliki tanggul maupun breakwater juga," ucap Abdul Asis.

Pak Abdul Asis S.Sos (Ujung Kiri) Selaku Kepala Desa Tamasaju. (Dok. Muh. Fiqry Ahsabannur Amri, 4 Januari 2023 di Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar).

Dilansir dari Sulselprov.go.id, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Muh Ilyas, menekankan pentingnya keberadaan PPI Beba secara strategis dalam aspek ekonomi, terutama bagi Kabupaten Takalar dan Kota Makassar yang terletak dekat dengan lokasi tersebut. Kehadiran breakwater di PPI Beba diproyeksikan menjadi Ikon Galesong Utara pada tahun 2025.

Pemerintah akan terus meningkatkan infrastruktur, salah satunya dengan adanya Breakwater, ditambah dengan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), air bersih, dan sarana kantor. Alasan PPI Beba kemungkinan besar dijadikan sebagai Ikon karena TPI Paotere memiliki keterbatasan lahan.

Terlepas dari kontroversinya pada awal pembangunan, Breakwater telah memberi banyak kesan positif bagi masyarakat setempat, terutama bagi para nelayan, pedagang ikan, dan pemilik warung di sekitar PPI Beba. Ke depannya, Pembangunan breakwater pada tahap kedua diharapkan bisa konsisten memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.