Belajar Ketelitian & Tanggung Jawab Dari Magang Di PT. Kereta Api Indonesia

Mahasiswa D4 Akuntansi Perpajakan Unpam
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Muhammad Fachry Albar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengalaman Berharga Selama Magang
Magang sering kali dianggap sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan. Namun, bagi saya sebagai mahasiswa Akuntansi Perpajakan, magang merupakan kesempatan untuk memahami bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam dunia kerja. Melalui pengalaman magang di PT Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 2 Bandung, saya memperoleh pemahaman baru mengenai tanggung jawab, ketelitian, dan pentingnya mengikuti prosedur dalam lingkungan perusahaan.
Salah satu tugas yang saya pelajari adalah memeriksa dan melakukan justifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diajukan oleh unit kerja lain. Melalui pekerjaan tersebut, saya belajar memahami rincian anggaran dan memeriksa kesesuaiannya dengan ketentuan perusahaan. Pengalaman ini membuka pandangan saya bahwa pengelolaan anggaran bukan sekadar menghitung angka, tetapi juga memastikan bahwa setiap biaya memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Magang Membantu Menghubungkan Teori dan Praktik
Selama menjalani magang, saya menyadari bahwa pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah merupakan dasar penting, tetapi penerapannya di dunia kerja membutuhkan pemahaman yang lebih luas. Dalam proses pemeriksaan RAB, ketelitian menjadi hal yang sangat penting karena setiap rincian biaya perlu diperhatikan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pengalaman tersebut juga mengajarkan saya untuk lebih cermat dalam memahami pekerjaan, mengikuti arahan, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Saya mulai memahami bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan kemampuan akademis, tetapi juga kedisiplinan, komunikasi yang baik, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional.
Tantangan yang Menjadi Peluang Belajar
Sebagai mahasiswa yang masih berada dalam tahap pembelajaran, saya menyadari bahwa masih banyak keterampilan yang perlu dikembangkan. Saya belum memiliki kesempatan untuk mendalami seluruh sistem kerja perusahaan, termasuk penggunaan SAP dan fitur Microsoft Excel tingkat lanjut untuk kebutuhan pekerjaan tertentu. Namun, hal tersebut menjadi pengingat bagi saya bahwa mahasiswa perlu terus meningkatkan kemampuan teknis agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Menurut saya, magang bukan berarti mahasiswa harus langsung menguasai seluruh pekerjaan. Hal yang lebih penting adalah kemauan untuk belajar, keberanian untuk bertanya, dan kemampuan menerima masukan. Dengan sikap tersebut, setiap tugas dan tantangan dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri.
Pelajaran yang Bisa Diambil
Pelajaran penting yang saya dapatkan dari magang di PT Kereta Api Indonesia (Persero) DAOP 2 Bandung adalah bahwa profesionalisme dibangun melalui kebiasaan sederhana, seperti bekerja dengan teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Pengalaman memeriksa dan melakukan justifikasi RAB juga membuat saya memahami pentingnya pengendalian anggaran dalam mendukung kegiatan perusahaan.
Pada akhirnya, magang bukan hanya tentang memperoleh pengalaman untuk dicantumkan dalam CV atau memenuhi persyaratan akademik. Magang merupakan kesempatan untuk mengenali kemampuan diri, memahami tanggung jawab profesional, dan mempersiapkan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan. Bagi saya, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk terus belajar dan berkembang sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.
