Konten dari Pengguna

Pria Lebih Menyukai Wanita Salihah

Muhammad Habibullah

Muhammad Habibullah

Seorang Mahasiswa UIN Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Habibullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karakter pikiran pria mengenai wanita tentulah lebih menyukai wanita salihah. Karakter tersebut tidak serta merta lahir karena self-improvident. Melainkan atas konsep ideal dalam memilih pasangan hidup.

pexels-shadab-🦋-4982737 (1)
zoom-in-whitePerbesar
pexels-shadab-🦋-4982737 (1)

Kebanyakan pria memiliki karakter yang tidak diketahui oleh orang apalagi dirinya sendiri tidak paham dengan pembawaan tersebut. Karakter itu kalau dipikir-pikir dapat dibilang tidak cukup berperikemanusiaan karena dapat merugikan pasangannya. Hampir mayoritas pria menginginkan wanita yang cantik, putih, seksi, dan berpakaian terbuka sebatas untuk dijadikan pacar bukan sebagai istri.

Karakter tersebut kelihatannya egois. Dalam memilih pasangan hidup mereka membuka ruang lebar bagi konsep ideal seorang wanita salihah tapi konsep demikian sangat menutup diri dalam soal berpacaran. Oleh sebab tersebut, di kesempatan ini penulis akan mengungkap alasan-alasan timbulnya karakter pria tersebut.

Alasan pertama adalah agama. Hal tersebut merupakan pemicu pertama pria menyukai wanita salihah. Mereka beranggapan menikah haruslah dengan wanita yang mampu mendampingi di dunia dan kelak di akhirat nanti.

Alasan kedua adalah rasa sayang yang tulus. Maksudnya, kebanyakan pria kalau masih pacaran, lebih-lebih umurnya masih muda, tidak akan tulus mencintai pasangannya. Mereka berpacaran sekadar untuk mencukupi keperluan hasrat. kebanyakan kata-kata yang kerap mereka lontarkan sebagai dalih pembelaan "hanyalah seleksi untuk mencari yang cocok". Namun hal tersebut sebenarnya hanyalah kata bualan saja. Maka tidak perlu heran ketika melihat pemuda sekarang dengan lapang dada gonta-ganti pacar tanpa ada perasaan bersalah pada pasangannya.

Alasan ketiga adalah doktrin yang berasal dari kata "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Kebanyakan pria memilih wanita salihah untuk dijadikan pasangan hidup gara-gara yang mereka inginkan adalah untuk memiliki anak salih dan salihah. Doktrin di atas terbukti dan sahih adanya bahwa pembawaan seorang anak akan sama dengan karakter ibunya sedangkan untuk rupa akan sama dengan ayahnya.

Alasan keempat adalah lingkungan keluarga atau masyarakat yang notabenenya sangat fanatik dengan wanita yang berpakaian terbuka. Lingkungan seperti itu biasanya berdampingan dengan pesantren atau berada di pelosok desa. Alasan ini juga satu dari segudang alasan eksternal penyebab pria mempunyai karakter itu. Adapun salah-satu alasan eksternal yang lain yaitu tidak menginginkan nama keluarga tercoreng. Ya, walaupun tidak tercoreng paling cuman dijadikan bahan pembicaraan tetangga.

Alasan kelima adalah fitrah manusiawi. Di mana seorang pria sangat tertarik kepada wanita yang berpakaian terbuka namun lebih kepada wanita salihah. Kalau kita ibaratkan, seorang pria apabila diberi apel pasar yang tidak dibungkus tentu mereka mau. Namun apabila disuruh memilih antara apel pasar dengan apel toko yang terbungkus plastik, tentu mereka lebih memilih apel toko yang pastinya lebih terjamin kualitasnya.

Pembawaan karakter memang tidak bisa disalahkan, karena munculnya berasal dari diri sendiri sebab lingkungan yang kita tempati. Tugas kita hanyalah berusaha supaya tidak terpengaruh oleh lingkungan dan jangan menyalahkan diri kita yang telanjur mempunyai pembawaan karakter tersebut, tetaplah mempertahankan hati dan pikiran supaya tenang agar dapat terlepas.

Lima alasan ini hanyalah sedikit dari beberapa alasan banyak lainnya. Tetapi inilah penyebab primer yang kerap kita lihat di sekitar.