Konten dari Pengguna

Dunia Lebih Peduli Trending Topic Ketimbang Kiamat: Resensi Don't Look Up

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wahyu Hidayatullah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Leonardo DiCaprio dalam salah satu adegan film "Don't Look Up" (2021)
zoom-in-whitePerbesar
Leonardo DiCaprio dalam salah satu adegan film "Don't Look Up" (2021)

"Don't Look Up", film garapan sutradara Adam McKay, dirilis Netflix pada akhir Desember 2021 dan dibintangi deretan nama besar seperti Leonardo DiCaprio, Jennifer Lawrence, Timothée Chalamet, hingga Ariana Grande. Film ini bercerita tentang dua astronom yang

menemukan komet raksasa menuju Bumi dan berusaha memperingatkan dunia, namun malah diabaikan oleh pemerintah dan media yang lebih sibuk dengan urusan lain. Lewat premis yang terdengar konyol itu, McKay sebenarnya sedang menyindir cara dunia nyata menyikapi krisis besar seperti perubahan iklim, dan yang membuatnya makin relevan buat ditonton sekarang adalah betapa mudahnya isu serupa juga terjadi di Indonesia.

Ceritanya bermula ketika Dr. Randall Mindy dan mahasiswanya, Kate Dibiasky, menemukan komet yang diperkirakan akan menghantam Bumi dan memusnahkan seluruh kehidupan dalam waktu enam bulan. Bukannya ditanggapi serius, penemuan mereka malah diremehkan presiden yang lebih sibuk mikirin elektabilitas, dijadikan bahan candaan di talkshow pagi, sampai akhirnya cuma jadi trending sesaat yang kalah saing sama gosip selebriti di lini masa. Kalau dipikir-pikir, situasi absurd ini kerasa banget miripnya sama yang sering kita lihat di Indonesia, mulai dari kualitas udara Jakarta yang makin parah sampai bencana yang berulang tiap tahun, isu-isu itu sering kali cuma ramai beberapa hari di media sosial sebelum tenggelam lagi oleh drama yang dianggap lebih "seru" untuk dibahas.

McKay lewat film ini sepertinya mau bilang bahwa masalahnya bukan cuma soal informasi yang tidak sampai, tapi orang-orang memang lebih memilih untuk tidak mau tahu selama itu tidak mengganggu kenyamanan mereka hari ini. Gaya penyutradaraannya yang cepat, dengan potongan gambar pendek dan sindiran yang diselipkan hampir di setiap adegan, bikin film ini kerasa seperti scroll timeline media sosial itu sendiri, ramai, cepat, dan gampang teralihkan. Cara ini cukup efektif menggambarkan betapa mudahnya perhatian publik dipecah, meski di beberapa bagian sindirannya terasa agak berlebihan sampai kurang halus.

Dari sisi akting, Leonardo DiCaprio berhasil menunjukkan perubahan Dr. Mindy dari ilmuwan pemalu jadi sosok yang lama-lama kehilangan kesabaran menghadapi publik yang cuek, sementara Jennifer Lawrence membawakan rasa frustrasi Kate dengan meyakinkan sebagai orang yang terus berusaha didengar tapi malah dianggap berlebihan. Kehadiran nama besar lain seperti Timothée Chalamet dan Ariana Grande menambah daya tarik film, walau porsi peran mereka tidak sebesar dua tokoh utama.

Yang bikin film ini menarik adalah relevansinya yang masih kerasa sampai sekarang, apalagi buat kita yang hidup di negara dengan risiko bencana tinggi tapi kesadaran mitigasinya masih santai-santai saja. Kekurangannya mungkin di durasi yang mendekati dua setengah jam sehingga beberapa bagian terasa agak lama, dan gaya sindirannya yang terlalu terang-terangan bisa kerasa menggurui buat sebagian penonton.

Intinya, "Don't Look Up" bukan cuma tontonan lucu-lucuan, tapi semacam sindiran buat kita semua yang kadang lebih milih baper sama hal receh ketimbang serius menanggapi ancaman yang sebenarnya sudah di depan mata.