Bukan Cuma Viral, Begini Cara Content Marketing Mendorong Minat Beli Gen Z

Saya adalah seorang mahasiswi jurusan manajemen di universitas pamulang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mia Rahma Sivana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Content marketing di media sosial sekarang bukan hanya soal membuat konten yang viral, tetapi juga menjadi cara bagi brand untuk mengenalkan produknya kepada Gen Z. Maka dari itu, pernah nggak sih kamu merasa awalnya cuma lihat video produk sekilas di TikTok, terus ujung-ujungnya malah kepo, baca komentar, cari review, sampai mulai kepikiran buat beli? Kalau iya, berarti kamu ngalamin sendiri gimana content marketing di media sosial sekarang bukan cuma soal membuat konten menarik, tapi juga menjadi bagian dari cara kita mengenal dan mempertimbangkan sebuah produk. Prosesnya sering terjadi pelan-pelan, bahkan tanpa terasa.
Makanya perusahaan tahu betul soal ini, dan salah satu strategi yang paling sering dipakai untuk memanfaatkannya adalah content marketing. Konsepnya sebenarnya sederhana dengan menyampaikan informasi lewat konten yang menarik dan relevan buat audiens, entah dalam bentuk video edukasi, tutorial, review, storytelling, atau sekadar konten hiburan yang ringan.
Tapi konten yang viral belum tentu langsung berujung pembelian. Setelah melihat konten, konsumen biasanya masih mencari informasi lain, membaca komentar, membandingkan produk, sampai mempertimbangkan apakah produk itu memang cocok dengan kebutuhannya. Buat Gen Z, pengalaman pengguna lain juga jadi pertimbangan yang cukup penting. Karena itu, content marketing bukan cuma soal mengejar banyak views atau likes, melainkan bagaimana konten bisa menarik perhatian, memberi informasi, membangun kepercayaan, dan bikin konsumen penasaran untuk cari tahu lebih dalam.
Pada akhirnya, perjalanan dari sekadar melihat konten sampai muncul minat beli butuh lebih dari sekadar promosi biasa. Konten yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dan dikemas dengan cara menarik bisa membantu membentuk ketertarikan terhadap produk. Jadi buat perusahaan, tujuan content marketing seharusnya bukan cuma bikin produk viral, tapi bikin konsumen berhenti scrolling, tertarik, percaya, lalu akhirnya mempertimbangkan untuk membeli.
