Konten dari Pengguna

Tips Anak IPS Taklukkan Sistem Informasi Tanpa Panik

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KIARA CAHYA ANGGITA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oleh: Kiara Cahya Anggita

Masuk kuliah di jurusan Sistem Informasi itu awalnya, jujur saja, bikin deg-degan banget buat kita anak-anak eks IPS. Bayangannya pasti langsung ketemu rumus eksakta, kodingan rumit, dan database yang bikin pusing. Wajar banget kalau di awal-awal sempat ada rasa cemas karena transisi lingkungan belajar yang beda jauh dari masa SMA.

Tapi tenang saja, rasa cemas itu bakal hilang sendiri seiring jalan kok. Aslinya, bekal dari jurusan IPS—terutama kemampuan komunikasi yang matang dan pemahaman sosial—itu modal besar banget. Kalau dipaduin sama dunia teknologi dan bisnis, kita justru punya keunggulan tersendiri yang gak dimiliki jurusan lain.

Lintas Jurusan ke Sistem Informasi: Tantangan Nyata Anak IPS

Pilihan lintas jurusan dari IPS ke rumpun ilmu komputer memang punya tantangannya sendiri. Di sini kita bakal belajar dua sisi sekaligus: sisi teknis seperti pemrograman, basis data, dan aljabar linear, serta sisi manajerial seperti analisis bisnis dan manajemen proyek.

Nah, di sinilah saatnya kita membiasakan diri mikir pakai logika yang runtut alias algoritmik. Tapi jangan ciut dulu, kelebihan anak IPS yang terbiasa ngobrol, nulis, dan paham konteks sosial bakal ngebantu banget pas kita harus baca dan memahami dokumentasi sistem yang biasanya bahasanya bikin jenuh.

Waktu Paling Krusial Saat Mulai Beradaptasi

Biasanya, masa paling mendebarkan itu ada di semester satu dan dua. Di fase ini, kita lagi masanya berkenalan sama pola pikir algoritmik dan dasar-dasar sistem informasi. Kalau kita bisa ngelewatin awal-awal ini dengan niat yang kuat dan konsisten, dijamin semester berikutnya bakal terasa jauh lebih santai dan mengalir.

Cari Tempat Belajar yang Nyaman, dari Kampus Sampai Daring

Soal tempat belajar, kita bebas banget nentuin zona nyaman kita masing-masing. Mau ngabisin waktu di sudut perpustakaan kampus sambil serius baca materi? Boleh banget! Atau mau nongkrong di kafe sambil buka online course dan nanya-nanya ke AI tools kayak Gemini dan ChatGPT pas nemu kode error? Bebas banget, asal tujuannya beneran buat belajar, bukan sekadar nongkrong gaya-gayaan.

*Belajar mandiri di perpustakaan kampus.

Kenapa Anak IPS Tetap Butuh Koding dan Bisnis?

Sebagai anak IPS, kita kan sudah punya dasar yang kuat di bidang sosial dan humaniora. Tapi jujur saja, dunia IT butuh keseimbangan (balance). Kita memang perlu paham logika coding, tapi bukan berarti harus jadi programmer hardcore yang tiap hari bikin kode ribet.

Yang paling penting, kita paham cara kerja sistem dari luar maupun dalam. Gabungan antara skill bisnis dan pemahaman teknologi inilah yang bikin kita nantinya bisa jadi jembatan paling pas antara tim developer yang jago teknis dan kebutuhan pasar di luar sana.

Tips Santai buat Anak IPS yang mau Menaklukkan Dunia IT

Buat kamu sesama anak IPS yang lagi berjuang di jurusan Sistem Informasi, yuk terapkan beberapa trik santai ini:

  1. Ubah Mindset soal Coding: Coba anggap coding itu seperti lagi belajar bahasa asing baru atau sekadar alat buat problem solving, bukan rumus matematika seram yang harus ditakuti.

  2. Manfaatkan Modal Komunikasi dan Bahasa: Kalau waktu SMA dulu aktif di OSIS atau English Club, itu modal berharga! Keahlian komunikasi dan belajar bahasa asing itu bakal ngebantu banget buat memahami materi kuliah dan dokumentasi sistem.

  3. Belajar Bertahap & Konsisten: Ini bukan soal siapa yang paling pintar. Selama kamu punya kemauan buat terus belajar, mencoba, dan konsisten setiap hari, semuanya bakal terasa jauh lebih mudah.

  4. Cari Teman Belajar yang Saling Melengkapi: Coba bikin kelompok belajar bareng teman dari latar belakang IPA. Di situ kalian bisa saling tukar ilmu—mereka bantu kamu di urusan teknis, kamu bantu mereka di bagian komunikasi atau analisis bisnis.

  5. Jangan FOMO (Fear Of Missing Out): Kuliah itu tujuannya buat belajar, beradaptasi, dan meraih gelar, bukan cuma buat gaya-gayaan atau cari gengsi di media sosial.

  6. Jangan Pilih Jurusan Cuma Ikut-ikutan Teman atau Tergiur Gaji: In this Economy, cari kerja memang penuh tantangan. Tapi milih jurusan cuma karena bayangan gaji besar atau sekadar ikut teman tanpa ada minat di dalamnya itu bukan langkah yang bijak. Kuliah butuh proses panjang, jadi pilihlah yang benar-benar sesuai dengan minat dan tujuanmu sendiri.