Konten dari Pengguna

Plastik Memang Ringan, Tapi Sampahnya Terlalu Berat untuk Terus Diabaikan

Michael Joshua Sitanggang

Michael Joshua Sitanggang

Seorang Mahasiswa Yang Membuat Opini Yang Bagus Dan Baik

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Michael Joshua Sitanggang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Foto: ANTARA FOTO/Fauzan

Orang orang memakai plastik tanpa memikirkan dampaknya, lalu dibuang begitu saja. Tanpa mereka sadari dampaknya bertahan hingga ratusan tahun. Plastik yang kita pakai hari ini mungkin gak akan terurai sampai cucu-cucu kita dewasa.

Plastik banyak digunakan karena lebih ringan,murah, dan praktis. Namun kita harus mengetahui bahwa plastik menjadi salah satu ancaman lingkungan terbesar di dunia. Dalam 1 hari saja ada banyak sekali sampah kantong plastik, botol plastik, dan kemasan makanan yang dibuang, bahkan hampir semuanya dibuang tanpa di proses ulang.

Mikroplastik sekarang banyak sekali ditemukan mulai dari tubuh ikan, garam dapur, air kemasan, bahkan di dalam tubuh manusia. Sampah plastik dapat menyumbat saluran air, menyebabkan banjir, mencemari laut, meracuni tanah, bahkan dapat merusak paru paru jika dibakar.

Kenyataannya, masih banyak orang yang menganggap plastik hanya hal sepele. Hanya sekadar memakai, membuang lalu melupakannya. Masalah ini tidak terjadi hanya karena sampahnya, namun pada pola pikir kita yang selalu hanya ingin praktis dan instan tanpa memikirkan dampaknya. Plastik memang ringan dan murah namun dampaknya sangat berat dan mahal.

Secara pribadi saya juga pernah merasa sepele. Tapi, semakin banyak saya melihat dan membaca, saya pun sadar akan dampak berbahaya plastik yang akan berkepanjangan. Dan muncul lah keinginan untuk mengubah kebiasaan tersebut. Perubahan dapat kita mulai dari diri sendiri.

Kita dapat mulai membawa tote bag sendiri saat berbelanja, membawa botol minum sendiri saat ingin membeli minuman, dan mengganti sedotan plastik menjadi sedotan kertas atau sedotan yang bisa dipakai berulang kali.

Banyak orang yang terlalu sering menyalahkan pemerintah. Padahal kita bisa menemukan solusi jika kita memiliki kesadaran. Tidak ada guna nya aturan jika kita tidak memiliki kesadaran itu sendiri. Tidak ada gunanya teknologi daur ulang jika kita tetap menggunakan plastik tanpa henti.

Kita tidak harus memusuhi sampah, kita hanya harus mengubah cara penggunaannya. Karena itu, langkah kecil seperti mengurangi produk dengan kemasan berlebih, memilah sampah dari rumah, juga menolak plastik gratisan.

Masalah plastik adalah masalah kita semua. Jika kita tidak bisa sepenuhnya hidup tanpa plastik, maka kita bisa mulai dari hidup tanpa menambah masalah plastik.