Konten dari Pengguna

Strategi Pemuda demi Menghadapi COVID-19

Michele Kurnia

Michele Kurnia

Mahasiswa Ekonomi Universitas Parahyangan Bandung

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Michele Kurnia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash

Pandemi berdampak pada segala sektor mulai dari yang terparah bidang ekonomi, sosial, hukum, politik serta berdampak pada satu kesatuan negara yang diuji ke solidaritas nya untuk bekerja sama. Bekerja dalam hal apa saja? Tentunya dalam menekan jumlah angka penduduk atau masyarakat yang terinfeksi virus Covid-19 ini.

Banyak sekali peran serta orang penting yang mengupayakan dan berkorban demi mengakhiri pandemi yang terus menyebar seperti tiupan angin. Pemerintah sebagai lembaga yang menaungi warga negara, berupaya sekuat tenaga untuk membuat kebijakan agar masyarakat dapat patuh demi kepentingan serta kebaikan bersama.

Peran tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan oknum lain di bidang medis juga tak kalah dalam berperan untuk membasmi pandemi ini. Bahkan peran ojek online juga mendapat perhatian khusus karena merekalah yang berperan penting dalam jasa pesan antar selama pemerintah menerapkan Social Distancing, PPKM bertingkat, dan kebijakan lainnya.

begitu beragam dari bidang ilmu yang berbeda, hal ini menunjukkan bagaimana nasionalisme, gotong royong serta pertahanan yang dilakukan demi mencegah dan menjaga Indonesia dari masalah global yang kita hadapi sekarang. Nasionalisme menurut Otto Bauar yaitu, persatuan karakter atau perangai yang timbul karena perasaan senasib.

Masalah yang menjadikan nasionalisme sebagai dasar (perasaan senasib) yaitu permasalahan bagaimana suatu negara beserta masyarakatnya dapat bertahan dari pandemi dan seluruh faktor bidang yang terkena imbasnya dapat bertahan.

Meskipun permasalahan ketidakpastian secara global ini tidak terlihat karena berbentuk virus, namun hal ini menjadi faktor yang ampuh untuk memecah belah suatu negara karena krisis.

Lalu sebagai generasi muda yang nantinya akan meneruskan pengembangan negara, ada baiknya bertindak dengan gerakan yang perlahan namun pasti. Maraknya penggunaan sosial media di Indonesia dapat digunakan untuk menggerakan kesadaran nasionalisme.

Kesadaran nasionalisme yang tumbuh akan memberikan semangat secara organisasi atau lingkup yang besar untuk melawan pandemi yang nyaris bertahan hingga 2 tahun lamanya.

Adanya pengaruh dari influencer muda dapat melakukan semacam champaign sebagai bentuk strategi yang memberikan informasi mengenai protokol, semangat dan produktivitas di masa pandemi, karena dianggap sebagai panutan bagi anak muda.

Maka dari itu kekompakan kita sebagai masyarakat negara Indonesia khususnya pemuda diuji untuk bersama-sama taat akan peraturan yang pemerintah berlakukan untuk taat protokol kesehatan, memakai masker, social distancing, dll.

Jika kita taat akan peraturan pemerintah di era pandemi, sebenarnya kita sudah melakukan aksi bela negara demi persatuan negara seperti yang terkandung dalam Pasal 27 ayat (3) UUD 1945, "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara".

Terutama bagi penerus bangsa, jika dikatakan sudah melakukan suatu perubahan bagi negara, tentunya akan merasa bangga dan tergerak untuk menyebarkan ke teman sepergaulannya. Pada akhirnya kesadaran akan pentingnya kesehatan yang disampaikan melalui berbagai konten di media sosial akan menyebar luas, sehingga anak muda yang cenderung mengikuti tren dapat sadar akan pentingnya bersama-sama melawan pandemi.

Ditargetkan kepada anak muda karena COVID-19 sangat memberikan dampak pada orang yang lebih berusia yang cenderung disebarkan oleh anak muda. Sehingga ada baiknya mencegah penyebaran dari sumber penyebaran daripada menyembuhkan pasien yang terpapar COVID-19 karena belum tentu akan sembuh total.

Sehingga, Nasionalisme dapat tercipta jika setiap individu terutama pemuda memiliki kesadaran akan pentingnya sikap dari perilaku saling bekerja sama, gotong royong sebagai perwujudan pertahanan untuk mengatasi masalah global (pandemi) yang tidak pasti pada zaman ini.