Investasi yang Efektif? Pahami Compounding interest, Keajaiban Dunia kedelapan

Investing & Tech Enthusiast, Tertarik dengan Dunia Keuangan, Ekonomi, dan Teknologi
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Micky Ardyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang bekerja keras untuk menabung atau berinvestasi, namun hanya sebagian kecil yang memahami bagaimana cara membuat uang bekerja untuk mereka. Salah satu konsep terpenting dalam dunia keuangan adalah Compounding interest atau bunga berbunga. Albert Einstein pernah berkata, “Compounding interest, He who understands it, earns it. He who doesn’t, pays it.” Artinya seseorang yang memahaminya akan menghasilkan dan yang tidak memahaminya akan membayar.
Apa Itu Compounding interest pada Investasi? Apa Perbedaan nya dengan Normal/ Simple Interest?
Compounding interest adalah proses ketika setiap bunga yang diperoleh dari sebuah investasi tidak dibelanjakan dan diinvestasikan kembali secara terus menerus dan menumpuk sehingga tumbuh seperti bola salju yang menggelinding: semakin lama didiamkan, semakin besar dan semakin cepat pertumbuhannya.
Berikut merupakan contoh perhitungan Agus yang berinvestasi menggunakan normal/ simple interest dan Budi yang berinvestasi menggunakan compounding interest. Kedua nya berinvestasi sebesar Rp. 10 juta dan berinvestasi di perusahaan yang bisa konsisten memberikan tingkat keuntungan sebesar 15% setiap tahunnya.
Penjelasan: Keuntungan agus yang menggunakan metode normal tetap Rp. 15 juta selamanya karena dihitung dari investasi tetap Rp. 10 juta. Sedangkan keuntungan Budi dengan compounding interest terus bertumbuh karena modal terus ditambah dari keuntungan periode sebelumnya (bertumpuk)
Compounding interest akan terasa semakan lama uang didiamkan (seperti efek bola salju menggelinding semakin lama semakin besar), berikut contoh lanjutan simulasi sebelumnya setelah periode 30 tahun.
Terlihat perbedaan kedua metode sangat jauh setelah jangka panjang (30 tahun), metode normal Rp. 56 juta sedangkan compounding interest uang akan menjadi Rp. 761 juta (dari modal awal hanya Rp. 10 juta).
Untuk keuntungan konsisten 15% pada compounding interest uang akan menjadi dua kali lipat setiap 5 tahun, 1,2,4,8,16,32,64,128,256,512 (pertumbuhan eksponensial), sedangkan normal interest tidak 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 (deret aritmatika), hal ini yang membuat aset bertumbuh dengan sangat besar sehingga sering disebut keajaiban dunia kedelapan.
Besar Tingkat Keuntungan dan Konsistensi Keuntungan (Resiko)
Terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan pada investasi dengan metode compounding interest, yaitu:
Tingkat Keuntungan:
Pada tabel diatas terlihat bahwa total uang setelah 30 tahun dengan tingkat keuntungan hanya 5% adalah Rp. 41 juta, hal ini sangat jauh dibandingkan tabel sebelumnya (sama-sama 30 tahun namun tingkat keuntungan 15%) yang mencapai Rp. 761 juta.
Besar rate berpengaruh ke seberapa cepat compounding mendobelkan modal (periode), untuk 5% adalah setiap 15 tahun, untuk 10% adalah setiap 8 tahun dan untuk 15% adalah setiap 5 tahun.
Konsistensi Mendapatkan Keuntungan (Resiko):
Syarat wajib pada compounding interest adalah mendapatkan tingkat keuntungan yang konsisten untung secara terus menerus (bukan tahun ini untung, tahun depan rugi). Hal ini sangat berkaitan erat dengan tingkat resiko investasi, jika resiko tinggi sudah pasti bukan investasi yang layak untuk menggunakan metode compounding interest.
Return Kecil tapi konsisten (Compounding) akan dapat mengalahkan Return Besar dengan Resiko Tinggi jika diberikan waktu panjang (Long Term Investment)
Jangka Waktu:
Terakhir adalah berapa lama jangka waktu berinvestasi, seperti bola salju yg digelindingkan semakin lama bola salju menggelinding turun semakin besar ukuran bola salju, begitupun dengan uang pada compounding interest semakin lama semakin besar (pertumbuhan eksponensial 1,2,4,8,16,32,64,128,256,512)
Bagaimana Memaksimalkan Compounding interest?
Mulai Sesegera Mungkin, anda tidak perlu punya modal besar. Mulai dengan nominal kecil tetapi konsisten jauh lebih efektif daripada menunggu sampai punya uang banyak.
Lakukan Setoran Rutin, disiplin menambah investasi secara berkala membuat efek compounding semakin kuat, terutama ketika return tahunan cukup tinggi.
Reinvest Seluruh Keuntungan, jangan ambil dividen atau keuntungan untuk dipakai. Biarkan semuanya kembali ke portofolio agar bunga berbunga bekerja maksimal.
Pilih Instrumen dengan Return Optimal, instrumen yang bisa memanfaatkan compound interest antara lain:
ETF global seperti S&P 500
Saham Blue Chip yang rutin bertumbuh dan rutin membagikan dividen
Reksa dana pasar uang (meskipun return lebih kecil
Deposito (meskipun return lebih kecil)
Minimalkan Biaya, biaya transaksi, fee manajer investasi, dan pajak dapat memakan hasil compounding. Semakin kecil biaya, semakin besar efek bunga berbunga.
Kesimpulan
Compounding interest adalah pondasi utama membangun kekayaan jangka panjang. Konsep ini bekerja sederhana: Anda mendapat bunga dari bunga. Namun efeknya luar biasa besar ketika digabung dengan waktu, disiplin, dan reinvestasi berkelanjutan.
Setelah menemukan instrumen yg tepat untuk anda dalam menerapkan compounding interest, berikutnya adalah membangun portofolio dengan mengkombinasikannya dengan instrumen yang memiliki resiko.
Jika Anda ingin menyiapkan masa depan keuangan yang lebih baik, compound interest adalah alat awal paling kuat yang harus Anda manfaatkan. Mulailah sekarang, investasikan secara konsisten, dan biarkan uang bekerja untuk Anda.
