The Almanack of Naval Ravikant: Jalan Tenang Menuju Kaya dan Bahagia

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, jurusan Aqidah dan Filsafat Islam angkatan 21, yang Insyaallah lulus tahun ini.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Miftahul Huda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prnahkah kalian merasakan, bahwa hidup seperti perlombaan lari, tanpa adanya garis finish? Bangun di pagi hari, kerja keras, kejar target, namun ujungnya lelah dan tidak bahagia. Jika begitu, mungkin cara berfikir Naval Ravikant sangat cocok untukmu! Sosok jenius yang mengajarkan bagaimana caranya kaya tanpa kehilangan ketenangan hidup.
Siapakah Naval Ravikant?
Naval Ravikant bukanlah motivator biasa. Dia dikenal sebagai investor sukses di startup besar, seperti; Twitter dan Uber. Tapi, yang membuat namanya meluas bukan hanya soal uang, melainkan cara dia berfikir tentang hidup.
Lewat buku The Almanack of Naval Ravikant, ide-idenya dirangkum jadi panduan sederhana: bagaimana kamu bisa punya kekayaan, kebebasan, dan kebahagiaan sejati tanpa harus terjebak dalam kesibukan yang tidak berarti.
Kekayaan Bukanlah Soal Uang!
Seek wealth, not money or status
Kata Naval, kebanyakan orang salah paham mengenai arti kaya. Mereka berfikir kaya itu mempunyai uang lebih, padahal uang hanya alat. Kekayaan yang sejati adalah kebebasan waktu dan pikiran, kamu bisa ngatur hidup tanpa diperintah oleh siapa pun.
Kuncinya ada di leverage, alias daya ungkit.
Jika dahulu, orang kaya karena punya pabrik beserta pekerjanya, sekarang kamu bisa dapat leverage lewat teknologi dan kreativitas.
Contohnya: membuat konten di Kumparan, tulis buku, atau gamers. Kerja sekali, hasilnya bisa terus berjalan.
Itulah bentuk kekayaan yang tidak membuatmu lelah setiap hari.
Specific Knowledge: Menjadi Unik, Bukan Seragam
Naval percaya bahwa dunia tidak membutuhkan orang serba bisa, tapi butuh orang yang memiliki pengetahuan unik.
Dia menyebutnya specific knowledge, hal yang hanya bisa kamu kuasai karena passion dan pengalaman pribadi.
Tidak bisa dipelajari dari buku manapun, tapi tumbuh dari rasa ingin tahu dalam dirimu sendiri.
Dan, jika kamu berani pasang nama di hasil kerjamu (accountability), dunia bakal percaya sama kualitasmu.
Nah, itulah modal utama buat sukses jangka panjang.
Bahagia Itu Tenang, Bukan Punya Semuanya
Naval pernah bilang,
Desire is a contract you make with yourself to be unhappy until you get what you want.
Sebuah keinginan adalah kontrak untuk tidak bahagia sampai keinginan tercapai.
Tapi masalahnya, manusia tidak pernah berhenti ingin.
Begitu satu hal didapatkan, muncul keinginan baru lagi.
Hasilnya? Menjadi manusia yang merasa kurang.
Naval mengajarkan hal sebaliknya: menghapus satu keinginan, tambahkan satu kebahagiaan.
Bahagia bukan berarti punya segalanya, tapi tenang dengan apa adanya.
Sudahkah mirip dengan Tassawuf? hehe
Cara Belajar Naval: Baca yang Kamu Suka
Banyak orang gagal berkembang karena merasa harus baca buku tertentu. Naval punya pendekatan beda:
Read what you love until you love to read
Mulailah dari hal yang kamu sukai.
Jikalau suka Psikologi, amatilah orang. Jikalau suka filsafat, menggali ini dan itu.
Ingat! Bahwasanya, pelajaran terbaik adalah belajar dari pengalaman. walaupun, hampir sama dengan membaca sejarah.
Terpenting dari itu, kamu tumbuh karena rasa penasaran, bukan karena sebuah kewajiban.
Lama-lama, pengetahuanmu pasti berlipat ganda bagaikan bunga yang terus tumbuh sampai akhirnya mekar.
Namun, jangan sampai salah berfikir dalam mengorbankan kewajiban, untuk mengasah keterampilan yang disukai. Semisal, sekolah.
Jikalau saya sekolah, maka aku mengorbankan kebahagiaan. Nah itu jatuhnya ke logical fallacy/kekeliruan logika (lupa jenisnya).
Tujuan Akhir: Kebebasan dan Kedamaian
Naval bertutur, A calm mind, a fit body, a house full of love these things cannot be bought.
Pikiran yang tenang, tubuh yang sehat, dan rumah penuh cinta tidak bisa dibeli, tapi bisa digapai lewat kesadaran.
Uang adalah sesuatu yang sangat penting, tapi cuma alat.
Kebebasan sejati datang saat kamu bisa ngatur waktu, pikiran, dan hidup kamu sendiri.
Itulah makna kaya dan bahagia versi Naval Ravikant bukan sekadar sukses di luar, tapi juga damai di dalam.
Penutup: Kaya Hanya Alat, Bukan Tujuan
Buku The Almanack of Naval Ravikant ngajarin kita bahwa hidup bukan hanya soal kerja keras, tapi juga soal berpikir dengan benar.
Kaya itu memang penting, tapi jangan sampai kehilangan ketenangan demi mengejarnya.
Karena seperti kata Naval,
"Kekayaan sejati bukan berapa banyak yang kamu punya, tapi seberapa sedikit yang kamu butuh."
