Konten dari Pengguna

Zaman Sekarang, Cowok Nggak Harus "Keras" Buat Dibilang Keren

Muhammad Ikhsan Ardhiansyah

Muhammad Ikhsan Ardhiansyah

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Ikhsan Ardhiansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Pexels

“Cowok tuh harus kuat, jangan lembek”

“Jangan baperan, laki-laki masa nangis”

Kalimat-kalimat semacam ini pasti sudah kenyang kita dengar, entah itu di tongkrongan, film, atau bahkan di rumah sendiri. Sejak kecil, banyak laki-laki tumbuh dengan beban ekspetasi berat: harus selalu kuat, pantang terlihat lemah, dan wajib mengontrol segalanya.

Padahal kalau dipikir-pikir lagi, siapa sih manusia yang sanggup kuat terus setiap waktu?

Definisi Cowok Keren yang Mulai Berubah

Di era sekarang, definisi cowok keren itu sudah bergeser. Keren nggak melulu soal pamer otot, punya suara berat, atau tatapan tajam.

Banyak cowok justru terlihat jauh lebih keren ketika mereka tahu cara menghargai orang lain, terbuka soal perasaan, dan nggak gengsi menunjukkan sisi lembutnya. Menjadi manusia yang jujur sama diri sendiri itu jauh lebih keren daripada sekedar pura-pura kuat.

Apa Kata Buku soal Maskulinitas?

Fenomena "tuntutan menjadi kuat" ini sebenarnya bisa dijelaskan secara teori. Dalam buku Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Mansour Fakih menjelaskan bahwa peran gender adalah hasil konstruksi sosial. Artinya, masyarakatlah yang membuat aturan main tentang bagaimana laki-laki "seharusnya" bersikap. Inilah alasan kenapa banyak cowok merasa tertekan untuk selalu tampil dominan.

Di sisi lain, buku Membicarakan Feminisme karya Nadia Karima Melati memberikan perspektif menarik. Feminisme bukan cuma untuk perempuan, tapi juga bisa membebaskan laki-laki dari standar baku yang bikin mereka nggak nyaman menjadi diri sendiri.

Cowok Keren Nggak Takut Menjadi Lembut

Dunia sudah berubah, dan cara kita memandang laki-laki pun ikut berubah pelan-pelan. Maskulinitas kini bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih manusiawi:

  • Nggak masalah suka hal lembut: Cowok sah-sah saja menyukai hal yang dianggap lembut.

  • Punya empati itu penting: Nggak apa-apa kalau cowok menangis, curhat, atau butuh pelukan. Itu justru tanda mereka punya empati.

  • Menjadi apa adanya: Maskuliitas bukan lagi soal keras, tapi tentang menjadi manusia yang punya hati.

Jadi, cowok keren itu bukan yang sok tegas atau selalu ingin menang sendiri. Justru, cowok keren adalah mereka yang berani menunjukkan dirinya apa adanya tanpa takut dibilang lemah.

Mungkin di generasi sekarang, keberanian untuk menjadi diri sendiri itulah definisi keren yang sesungguhnya.