Konten dari Pengguna

Pentingnya Kecerdasan Emosional bagi Guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

Mila Fadlia

Mila Fadlia

Mahasiswi S1 Akuntansi - Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mila Fadlia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber gambar : dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber gambar : dokumen pribadi

Menjalani profesi sebagai guru PAUD bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi agar bisa menjadi guru yang baik dan profesional sehingga bisa melahirkan peserta didik yang unggul dan berkarakter, terlebih lagi siswa - siswi yang diajar merupakan anak-anak yang masih berusia kisaran 3-6 tahun yang dimana mereka masih belum bisa membaca, masih merasa kesulitan untuk menulis bahkan untuk sekedar menulis nama sendiri dan terkadang juga mereka ingin ditemani oleh orang tuanya di dalam kelas selama proses belajar mengajar berlangsung karena mereka masih merasa takut untuk belajar di kelas tanpa didampingi orang tuanya serta perasaan mereka yang sangat sensitif yang membuat mereka mudah menangis menjadi tantangan tersendiri bagi guru PAUD.

Dengan adanya hal tersebut, maka menjadi seorang guru PAUD kita dituntut untuk bisa sabar dalam menghadapi para murid selama proses belajar mengajar berlangsung. Oleh karena itu, kecerdasan emosional menjadi modal penting yang harus dimiliki oleh guru PAUD karena dengan memiliki kecerdasan emosional kita mampu mengelola mengontrol dan mengendalikan emosi selama kegiatan belajar mengajar berlangsung sehingga kita bisa menjadi guru yang baik dan ramah, disayangi dan dihormati oleh para murid serta mampu bersikap profesional.

Kemudian, apa dampak yang ditimbulkan jika guru PAUD tidak mampu menjaga dan mengontrol stabilitas emosional selama kegiatan belajar mengajar di kelas berlangsung? Simak penjelasan berikut ini:

  1. Dapat memengaruhi semangat belajar para murid karena jika guru tersebut tidak mampu mengendalikan kondisi emosionalnya yang misalnya saja sedang menahan amarah karena suatu hal diluar PAUD dan justru melampiaskan kepada para murid hal itu bisa saja membuat beberapa murid merasa tersinggung dan membuat mereka malas untuk sekolah keesokan harinya karena merasa takut.

  2. Dianggap tidak profesional sebagai guru karena mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan.

  3. Pihak sekolah merasa tidak puas dengan kinerja guru tersebut dan ada kemungkinan pihak sekolah memecat dan menggantikan posisi guru tersebut dengan guru baru yang dianggap lebih kompeten dalam mengajar.

Lalu bagaimana membangun dan meningkatkan kecerdasan emosional bagi guru PAUD? Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Selalu menerapkan pola pikir bahwa sesulit apapun pekerjaan yang dijalani kita harus bersikap profesional. Hal ini berarti kita sebagai guru PAUD harus mampu menjaga stabilitas emosional dalam melakukan kegiatan belajar mengajar demi menciptakan suasana belajar yang asyik dan menyenangkan tapi tetap berkualitas.

  2. Sesering mungkin melakukan interaksi dengan para murid di kelas agar hubungan dengan para murid menjadi semakin dekat, sehingga kita bisa mengetahui dan memahami karakteristik setiap anak serta bisa menciptakan interaksi dan suasana yang hangat antara guru dan murid dan dengan begitu kita bisa membangun suasana hati yang baik pula.

  3. Membiasakan diri untuk selalu menyempatkan waktu untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah untuk mengajar. Hal ini mungkin dianggap sepele oleh beberapa orang khususnya para guru, tetapi percayalah bahwa kondisi perut sangat memengaruhi suasana hati seseorang dalam melakukan segala aktivitas.

  4. Rutin bangun tidur tepat waktu sehingga kita mempunyai banyak waktu untuk menyiapkan berbagai keperluan sebelum pergi untuk mengajar. Kemudian, jika kita masih mempunyai waktu yang cukup panjang setelah semua keperluan selesai disiapkan kita bisa mengisi waktu luang tersebut dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat dan kita suka untuk membangun suasana hati yang baik, sehingga kita bisa menjaga stabilitas emosional saat mengajar di kelas. Kegiatan yang bisa dilakukan antara lain membaca novel, mendengarkan lagu favorit atau sekedar minum cokelat hangat dipagi hari.

  5. Sebisa mungkin saat kegiatan belajar mengajar berlangsung kita menyelipkan sedikit candaan yang dapat menghibur diri kita sebagai guru dan juga bisa mengundang tawa para murid, meskipun memang kegiatan belajar siswa-siswi PAUD banyak diisi dengan bernyanyi sebagai metode pembelajaran yang dianggap lebih memudahkan mereka untuk belajar dan mengingat materi yang diajarkan serta menjadikan suasana kelas menjadi tidak membosankan, akan tetapi sedikit candaan tetap diperlukan untuk menciptakan suasana yang berbeda dan lebih ceria sebagai ciri khas dari PAUD itu sendiri dan tentunya hal tersebut juga memengaruhi stabilitas emosional seorang guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

  6. Selalu mengasah dan meningkatkan kreativitas dengan menghadirkan beragam lagu dan gerakan baru yang asyik, menyenangkan dan mengedukasi para murid. Sehingga, kita mampu menciptakan suasana belajar yang berbeda dan menyenangkan setiap harinya. Dengan begitu, bukan hanya para murid saja yang merasa senang dan ceria tetapi kita juga selaku guru mereka ikut merasakan keceriaan yang mereka rasakan dan dapatkan dari beragam lagu dan gerakan baru tersebut.

Itulah sekiranya beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membangun dan meningkatkan kecerdasan emosional bagi guru PAUD, sehingga bisa menjadi guru yang kompeten dan profesional dalam mengajar.

Semangat terus untuk para guru PAUD di Indonesia dalam mengasah, mengembangkan dan meningkatkan kualitas mengajar demi menciptakan sekolah yang asyik, menyenangkan dan mengedukasi bagi para murid sehingga bisa melahirkan peserta didik yang unggul dan berkarakter.