Konten dari Pengguna

Memahami Kecemasan di Ruang Kelas

Virgianty Mila Kusumah

Virgianty Mila Kusumah

Mahasiswa Psikologi UIN Jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Virgianty Mila Kusumah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang siswa yang sering memiliki kecemasan bervariasi.     Sumber: pixabay. Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/nwimagesbysabrinae-13202465/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=5731001">Sabrina Eickhoff</a> dari <a href="https://pixabay.com/id//?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=5731001">Pixabay</a>
zoom-in-whitePerbesar
Seorang siswa yang sering memiliki kecemasan bervariasi. Sumber: pixabay. Gambar oleh <a href="https://pixabay.com/id/users/nwimagesbysabrinae-13202465/?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=5731001">Sabrina Eickhoff</a> dari <a href="https://pixabay.com/id//?utm_source=link-attribution&utm_medium=referral&utm_campaign=image&utm_content=5731001">Pixabay</a>

Bayangkan Anda seorang pelajar yang sedang mengikuti ujian akhir sekolah mata pelajaran Matematika. Anda harus mendapatkan nilai sempurna untuk lulus dan menjadi lulusan terbaik di sekolah menengah atas. Berbagai cara telah Anda lakukan seperti mengikuti bimble, tryout setiap minggu dan latihan soal. Tapi alih-alih menguasai semua soal yang diberikan Anda justru gugup dan kesulitan mengingat apa yang telah Anda pelajari, dan Anda tidak dapat memikirkan satu alasan pun mengapa hal ini terjadi.

Dan jika Anda sering merasakan hal tersebut, selamat Anda telah menjadi korban dari kecemasan (anxiety).

Bukan hanya pelajar, semua orang pasti pernah merasakan hal tersebut. Dan saya akan membahas apa itu kecemasan, pengaruh, serta strategi guru untuk mengatasi kecemasan pada siswa.

1. Kecemasan

Kecemasan ialah perasaan gelisah dan khawatir terhadap suatu peristiwa karena Anda tidak yakin dengan apa hasilnya. Kecemasan mirip dengan rasa takut, tetapi kedua emosi ini memiliki perbedan di yang penting.

Biasanya rasa takut terjadi pada hal yang khusus - singa yang mengaum atau badai petir yang hebat tetapi berbeda dengan cemas, Anda akan merasakan perasaan sedih, gelisah tanpa tahu sebabnya.

Kecemasan terbagi menjadi 2 jenis yaitu kecemasan sementara dan kecemasan dasar. jika anda merasa gugup secara tiba-tiba saat mengerjakan ujian atau dipanggil untuk menyampaikan pidato, anda mengalami kecemasan sementara (state anxiety).

Dan jika Anda seorang siswa yang selalu merasa cemas walaupun berada dalam kondisi yang tidak mengancam, seperti selalu merasa gugup walaupun Anda hanya mengerjakan soal mudah hal tersebut dinamakan kecemasan dasar (trait anxiety).

Pengaruh Kecemasan Terhadap Pembelajaran di Sekolah

Sejatinya kecemasan dapat memiliki pengaruh yang positif maupun negatif. Bayangkan jika Anda tidak pernah merasa cemas sedikitpun tentang nilai yang akan Anda dapatkan di kelas Matematika. Apakah Anda akan belajar? apakah Anda akan lulus sekolah? pada peristiwa kali ini kecemasan memberi pengaruh positif yaitu meningkatkan kinerja siswa hal ini dinamakan kecemasan yang memfasilitasi . Sedikit kecemasan akan mendorong siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan mengerjakan pekerjaan rumah agar lulus sekolah.

Begitupun sebaliknya jika terlalu cemas tentu akan mengganggu kinerja maupun perhatian siswa dalam mengerjakan tugas di sekolah. Kecemasan seperti ini dinamakan kecemasan yang melemahkan.

Strategi Guru untuk Menjaga Kecemasan Siswa

Pandangan seorang siswa mengenai tugas di sekolah dapat bervariasi. Terdapat siswa yang berpikir sebuah ancaman (threat) - mereka percaya bahwa mereka memiliki sedikit atau bahkan tidak ada peluang untuk berhasil. Dan sebaliknya terdapat pula siswa yang berpikir bahwa tugas yang di berika ialah sebuah tantangan (challenge) mereka yakin jika terus berupaya mereka akan berhasil. Dan situasi seperti ini mungkin akan membuat kecemasan siswa bervariasi

  1. Seorang siswa bernama Sinta kesulitan dalam mengerjakan soal aljabar dan setelah berupaya semaksimal mungkin Sinta belum menemukan jawaban yang mudah dimengerti, hal tersebut membuat sinta semakin frustasi. Sebagai seorang guru perlu memastikan bahwa siswa mengerti konsep dasar sebelum melanjutkan ke materi berikutnya. Serta menghormati karakteristik, perasaan, serta latar belakang siswa.

  2. Seorang siswa bernama Jeanni merupakan pindahan dari sekolah terpencil saat bersekolah di kota Jeannie merasa kesulitan saat bersosialisasi dengan temannya. Ia hanya mengenal beberapa temannya dan sesekali merasa canggung ketika harus duduk sendiri di Kafetaria. Seorang guru sebaiknya membantu Jeannie untuk bersosialisasi seperti dengan mengadakan kegiatan yang membutuhkan kerjasama tim sehingga siswa akan menjadi lebih dekat dan memulai komunikasi dengan Jeannie

Singkatnya seorang guru harus memberi semangat dan mengingatkan harapannya secara jelas dan realistis kepada seorang siswa agar mampu menghadapi berbagai tugas serta tantangan yang ada di sekolah.

Sumber: Ormrod, J. E., Anderman, E. M., & Anderman, L. H. (2020). Psikologi pendidikan: Pembelajaran yang berkembang (Edisi kesepuluh, Jilid 2). Penerbit Erlangga