Memahami Minat Siswa di Sekolah

Mahasiswa Psikologi UIN Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Virgianty Mila Kusumah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika Anda masih duduk dibangku sekolah, atau mungkin Anda ialah seorang guru, mungkin pernah berjumpa dengan seorang siswa yang sangat tekun, penuh ambisi dan rela menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari materi. Jika Anda pernah berjumpa, itulah pertanda siswa tersebut memiliki Minat yang tinggi.
Salah satu alasan seorang siswa untuk menghargai segala aktivitas di sekolah adalah mereka tertarik dengan kegiatan tersebut.
Pembelajar yang sudah memiliki ketertarikan pada suatu topik mereka cenderung menghabiskan banyak waktu dan perhatian untuk mempelajarinya. Bahkan mereka akan mempelajarinya secara mendalam agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan seperti yang sudah anda bayangkan siswa yang memiliki minat dalam mempelajari materi di sekolah cenderung memiliki prestasi akademik yang tinggi dan juga strategi pengaturan diri yang baik dikarenakan untuk mencapai suatu pencapaian (goals) tentu saja memiliki kontrol diri yang penuh. Alhasil siswa tersebut cenderung mengingat pelajaran untuk jangka waktu yang panjang.
Dan hubungan positif antara minat dan prestasi telah dimulai sejak tahun-tahun prasekolah.
Perbedaan Jenis Minat
Para peneliti telah membedakan antara dua jenis minat umum yaitu minat situasional dan minat pribadi.
Pada minat situasional para siswa biasanya tertarik dengan hal yang bersifat baru, berbeda, juga populer. Seperti acara televisi, permainan, ataupun liburan. Sama halnya ketika seorang siswa tertarik untuk mencoba mempelajari hobi idolanya, kasus seperti ini bisa dikatakan sebagai minat situasional dan terkadang minat seperti ini tidak bertahan dalam jangka waktu yang panjang.
Berbeda dengan minat pribadi, pada minat ini seorang siswa memiliki ketertarikan pada suatu materi atau kegiatan yang mereka kejar. Minat semacam ini relatif stabil juga konsisten, ketertarikan pada suatu topik, akan memicu siswa untuk mencari pengetahuan lebih banyak lagi.
Maka tak heran jika Anda bertemu siswa yang memiliki keahlian pada suatu bidang (semisal karate), dan mereka memiliki antusias serta sikap konsisten dan pada hasilnya menjadi seorang ahli, semua itu dikarenakan mereka memiliki ketertarikan pribadi.
Strategi untuk Mendukung Minat pada Materi di Sekolah
Seorang guru dapat membantu siswa untuk menarik atau merangsang minat siswa terutama minat pribadi, agar nantinya seorang siswa mampu secara konsisten mengembangkan segala potensinya juga meningkatkan antusias dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh guru.
Berikut adalah beberapa strategi untuk membangkitkan minat dalam mempelajari materi di kelas.
Sampaikan kegembiraan, antusiasme serta informasi tentang kegunaan materi. Penyampaian materi akan membuat siswa menjadi lebih antusias karena mereka dapat menerapkan informasi dalam kehidupan sehari-hari.
Terkadang seorang guru perlu memasukan suatu hal yang bersifat menarik seperti hal baru, variasi, fantasi, atau misteri kedalam materi pelajaran. Hal seperti ini akan membuat siswa sangat berantusias untuk mempelajari hal suatu materi
Menggabungkan antara minat pribadi dengan tugas di sekolah. Semisal siswa bernama Mila sangat suka dengan berkebun, guru dapat menggabungkan minat pribadi Mila dengan memberikan tugas untuk menanam pohon kecambah dan mengidentifikasi pertumbuhannya. Hal ini akan mengembangkan minat pribadi terhadap siswa, karena dengan kegiatan ini memicu siswa untuk mengembangkan pengetahuannya lebih dalam. Kemungkinan, Mila akan meneliti perkembangbiakan pada tumbuhan atau mempelajari lebih dalam mengenai proses fotosintesis
Memberikan kesempatan pada siswa untuk merespons mengenai materi yang dipelajari. Seperti berdiskusi dengan teman atau memperdebatkan suatu teori
Mengajak siswa untuk membayangkan tokoh sejarah/fiksi mengenai apa yang mereka lakukan.
Referensi : Ormrod, J. E., Anderman, E. M., & Anderman, L. H. (2020). Psikologi pendidikan: Pembelajaran yang berkembang (Edisi kesepuluh, Jilid 2). Penerbit Erlangga.
