5 Alasan Kenapa Datang Terlambat Itu Merugikan

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak sekolah. (Foto: Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Anak sekolah. (Foto: Antara)

Jam karet alias datang terlambat memang menjadi budaya buruk yang sering kita temukan di Indonesia. Jika disengaja, tentu keterlambatan ini akan sangat merugikan. Bukan hanya kamu yang akan dicap sebagai 'tukang ngaret', namun teman-teman kamu juga bisa merasa dirugikan karena kamu datang terlambat.

Lalu, apa saja sih kerugian yang kamu dapat kalau kamu sering datang terlambat? Yuk, simak ulasannya seperti dilansir dari situs Forbes berikut ini.

1. Jadwal jadi berantakan

Meja Kantor Berantakan (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Meja Kantor Berantakan (Foto: Thinkstock)

Pernah enggak, sih, kamu merasa harimu kacau seolah semua enggak berjalan mulus? Coba di ingat kembali, saat di pagi hari, apakah kamu datang terlambat ke sekolah atau kampus. Yap, datang terlambat bisa membuat jadwal kamu berantakan, lho, guys. Sebab, kamu enggak akan bisa menyusun kegiatan selama satu hari dan jadi terburu-buru untuk memulai hari di sekolah atau kampus. Hasilnya, enggak heran kalau ada saja benda-benda yang ketinggalan. Mulai dari buku, atribut pakaian sekolah enggak lengkap, hingga melewatkan sarapan pagi.

2. Merugikan orang lain

Ilustrasi Karyawan Kantoran (Foto: thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Karyawan Kantoran (Foto: thinkstock)

Disadari atau tidak datang terlambat, termasuk sebagai tindakan yang tidak menghargai guru atau teman. Selalu datang terlambat bisa sangat mengganggu mereka. Bayangkan kalau kamu sedang fokus belajar, lalu tiba-tiba ada teman yang masuk dan mengetuk pintu karena datang terlambat, ngeselin, kan?

3. Ketinggalan

Sekolah Dasar  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Sekolah Dasar (Foto: Thinkstock)

Berapa lama biasanya kamu terlambat saat datang ke sekolah? 10 menit? 20 menit? Coba renungkan, selama waktu itu, teman-teman kamu sudah mencatat sebanyak lima lembar dan guru sudah memberi banyak materi. Alhasil, kamu hanya akan meminjam catatan teman saja untuk mengejarnya.

4. Sulit dipercaya

Seorang guru sedang mengajarkan muridnya. (Foto: http://kemdikbud.go.id/)
zoom-in-whitePerbesar
Seorang guru sedang mengajarkan muridnya. (Foto: http://kemdikbud.go.id/)

Saat kamu menunjukkan sikap selalu datang terlambat ke sekolah, kampus, ataupun ke kantor, guru dan atasan kamu pasti akan mengetahuinya. Secara diam-diam, mereka selalu mengawasi kita, lho. Hal ini bisa merusak kepercayaan mereka terhadap kamu. Untuk datang tepat waktu saja kamu enggak bisa diandalkan, lantas bagaimana dipercayakan hal lain yang lebih besar?

5. Dicap buruk

Anak bisa menjadi pelaku atau korban cyber bully (Foto: Thinstock)
zoom-in-whitePerbesar
Anak bisa menjadi pelaku atau korban cyber bully (Foto: Thinstock)

Setiap orang pasti ingin mendapat predikat atau julukan yang bagus sepanjang mereka menjalani rutinitas. Hal ini juga berdampak pada mental dan pikiran kamu. Kalau kamu hanya terkenal sebagai si tukang telat dan itu melekat hingga kalian mengadakan reuni sekolah puluhan tahun mendatang pasti akan sangat memalukan, guys.