kumparan
18 Januari 2018 19:08

5 Cara Mengatur Keuangan untuk Kalangan Milenial

Ilustrasi uang cash
Ilustrasi uang cash (Foto: Pixabay)
Belum akhir bulan, tapi uang jajan yang diberikan sudah habis? Enggak heran kalau hal ini sering terjadi di kalangan milenial. Gaya hidupnya yang dinamis ditambah minimnya edukasi mengelola keuangan yang diperoleh kalangan milenial membuat mereka merasa sulit untuk mengatur keuangan. Sebagian kalangan milenial juga masih sulit mengatur keuangannya sesuai skala prioritas.
ADVERTISEMENT
Jika terus dibiarkan, hal ini akan membuat kondisi keuangan milenial semakin memprihatinkan. Lalu, apa yang harus dilakukan? Berdasarkan rilis yang kumparan (kumparan.com) terima dari Kredivo, berikut lima cara mengatur keuangan untuk kalangan milenial.
1. Tentukan tujuan dan rencana keuangan per bulan
Masalah keuangan
Masalah keuangan (Foto: Thinkstock)
Saat uang jajan atau gaji sampai di tangan, usahakan agar kamu membuat rencana keuangan sesuai skala prioritas kamu. Sebagai bocoran, kamu bisa menerapkan rumus 50-30-20 dalam rencana keuangan. 50 persen adalah anggaran untuk kebutuhan wajib, 30 persen untuk kebutuhan pribadi, dan 20 persen untuk kebutuhan investasi atau tabungan. Misal kamu memiliki penghasilan sebesar Rp 5 juta dalam satu bulan, maka kamu perlu mengalokasikan 50 persennya atau sekitar Rp 2,5 juta untuk biaya kebutuhan sehari-hari. Lalu, sisihkan 30 persennya atau sekitar 1,5 juta untuk kebutuhan pribadi seperti hangout dan liburan. Sisanya, sebesar 20 persen atau sekitar Rp 1 juta bisa kamu gunakan untuk tabungan, investasi, atau membayar cicilan. Gambaran ini tentu hanya gambaran kasar yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan hidup kamu, guys.
ADVERTISEMENT
2. Alokasikan sebagian penghasilan untuk investasi dan asuransi
Ilustrasi investasi properti
Ilustrasi investasi properti (Foto: nattanan23/Pixabay)
Tabungan, investasi, asuransi kesehatan, dan jaminan pensiun adalah empat hal wajib yang harus masuk ke dalam rencana keuangan jangka panjang kamu. Kamu akan memiliki hari tua dan masa depan yang harus dipikirkan kebutuhannya. Harga barang dan kebutuhan yang semakin meningkat membuat tabungan dan investasi sangat penting untuk kamu lakukan sejak dini. Bukankah menyenangkan kalau kamu bisa bergaul dan hangout sekaligus memiliki masa depan yang terjamin? Karenanya prioritas menabung dan berinvestasi harus kamu tempatkan di level yang sama dengan kebutuhan pribadi.
3. Kartu kredit
Bijak menggunakan kartu kredit
Bijak menggunakan kartu kredit (Foto: Thinkstock)
Kartu kredit memang sedikit banyak membantu kebutuhan sehari-hari kalangan milenial di zaman sekarang. Karena kemudahannya, enggak sedikit kalangan milenial yang memiliki kartu kredit lebih dari satu. Apa-apa tinggal gesek, tanpa sadar limit pun habis dan gaji bulan depan habis untuk bayar utang kartu kredit. Kamu boleh saja menggunakan kartu kredit, tapi seperlunya saja, terutama untuk kebutuhan mendesak, guys. Misalnya kamu kecopetan dan handphone hilang. Dengan kartu kredit, kamu bisa membeli handphone baru dengan cicilan ringan tanpa bunga.
ADVERTISEMENT
4. Kontrol gaya hidup
Tren Kesehatan 2017
Semakin banyak orang yang memilih gaya hidup sehat. Mereka ingin agar tubuhnya selalu bugar. (Foto: Thinkstock)
Kebanyakan kalangan milenial menerapkan slogan “You Only Live Once” yang membuat gaya hidup serta pergaulan mereka kian meningkat. Belum lagi adanya media sosial yang semakin membuat makan di restoran atau tempat keren menjadi kebutuhan wajib anak muda zaman sekarang. Kalau kamu menginginkan kondisi keuangan yang stabil dan memiliki masa depan terjamin, maka kamu harus mengontrol gaya hidup dan pergaulan kamu. Jangan sampai kamu rela berhutang hanya demi gaya hidup dan pergaulan, ya.
5. Tentukan batas pengeluaran
 Ilustrasi mengatur anggaran pengeluaran
Ilustrasi mengatur anggaran pengeluaran (Foto: Thinkstock)
Salah satu cara sederhana yang bisa kamu lakukan dan sangat ampuh dalam mencegah keborosan adalah menentukan batas pengeluaran per hari sesuai dengan kebutuhan. Misalnya kebutuhan hidup kamu untuk satu hari adalah Rp 100 ribu, maka kamu hanya perlu menyiapkan uang Rp 150 ribu saja per hari di dompet. Pembatasan ini seenggaknya bisa membantu kamu mencegah membelanjakan uang untuk hal-hal yang enggak penting. Usahakan untuk enggak melenceng dari prioritas keuangan demi hidup sejahtera yang kamu impikan, ya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan