5 Cara Obrolin soal Seks sama Orang Tua supaya Enggak Canggung

Mungkin kamu adalah satu di antara ratusan remaja yang ngerasa awkward untuk ngobrolin seputar seks sama orang tua. Enggak heran kalau kebanyakan remaja lebih memilih untuk mencari informasi dari teman sebaya dan dunia maya.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Reckitt Benckiser, 61 persen remaja Indonesia merasa takut ketika ingin bertanya tentang pendidikan seksual kepada orang tua. Riset tersebut juga melaporkan sebanyak 41 persen remaja merasa lebih nyaman ngobrolin soal seks dan organ reproduksi kepada teman sebaya.
“(Makanya) teman sebaya dan internet merupakan sumber yang paling nyaman bagi anak muda untuk mendapatkan informasi. Padahal ada banyak konten yang tidak bisa dipercaya, atau tidak layak dikonsumsi,” terang dr. Helena Rahayu Wonoadi selaku Direktur CSR Reckitt Beckinser Indonesia, dalam acara ‘Peluncuran Survei Kesehatan Reproduksi dan Edukasi Seksual’ di Menara Mandiri, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sebenarnya, kamu bisa, kok, ngobrol sama orang tua soal seks tanpa harus merasa canggung dan takut dihakimi. Caranya gimana? Simak di bawah ini, ya!
1. Riset
Sebelum ngobrol sama orang tua, ada baiknya kamu riset dulu tentang apa yang mau kamu obrolin. Misalnya, ingin membahas keinginan kamu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan. Kira-kira apa alasan kamu pengin memeriksakan diri? Berapa biaya yang harus dikeluarkan? Apa manfaat yang bisa kamu dapat dari kunjunganmu tersebut?
Hal ini supaya orang tua kamu enggak kaget dan berpikiran macam-macam. Mungkin aja, kan, mereka akan berpikir kamu hamil di luar nikah, atau ada masalah dengan organ reproduksimu.
Padahal, pemeriksaan kesehatan reproduksi itu penting, lho. Bahkan sedini mungkin setelah mengalami menstruasi pertama kali.
"Pemeriksaan dini kesehatan reproduksi bisa melindungi remaja, dari penyalahgunaan narkoba dan perilaku gizi buruk. Seperti anemia yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi," kata dr. Nyoman Bagus Donny Aryatma Mahadewa, dokter spesialis kandungan dari RS Hermina Kemayoran, kepada kumparan.
2. Kebutuhan apa yang kamu inginkan dari orang tuamu
Setelah riset, kamu harus tahu apa yang kamu inginkan dari orang tuamu. Semisal kamu ingin dukungan mereka, kamu ingin salah satu dari mereka menemanimu untuk check-up, kamu butuh biaya, dan lain sebagainya.
3. Cari waktu dan tempat yang tepat
Jangan lagi makan keluarga besar tiba-tiba kamu berbisik ke orang tuamu mau ke dokter spesialis kandungan, atau bertanya seputar seks. Bisa-bisa, kamu justru merusak suasana kumpul keluarga, dan dimarahi oleh orang tua, om, tante, sampai kakek dan nenek.
Maka itu, carilah waktu dan tempat yang tepat untuk membicarakan topik ini. Misalnya ketika mood kamu dan orang tua lagi bagus, serta suasana di rumah juga lagi santai.
4. Cari kalimat pembuka yang tepat
Cari dulu kata-kata yang tepat untuk membuka percakapan soal seks. Misalnya, kamu membicarakan film yang sedang happening dan berkaitan dengan keingintahuanmu soal hal-hal seksual. Jika suasananya memungkinkan, tanyakan saja pendapat mereka.
5. Sabar
Kalau ternyata pembicaraan kamu dan orang tua justru berakhir dengan situasi awkward atau kamu dicurigai yang aneh-aneh, lebih baik mengalah dan sabar aja, deh. Mungkin, mereka kaget dan enggak terbiasa membicarakan topik ini.
Coba aja berikan pemahaman secara perlahan-lahan kepada mereka supaya kamu enggak mendapat informasi yang salah soal seks. Jangan juga memaksa mereka untuk sependapat dengan kamu, ya.
Well, mungkin enggak mudah untuk membicarakan soal seks sama orang tua, tapi apa salahnya untuk dicoba? Siapa tahu orang tuamu informatif dan enggak bakal menghakimi kamu.
Reporter: Stefanny Tjayadi
