5 Curhatan Paling Pelik dari Mahasiswa Semester Tua

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mahasiswa semester tua Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mahasiswa semester tua Foto: Shutter Stock

Mahasiswa semester tua punya ceritanya sendiri. Segala hal yang terkait dengan dunia perkuliahan udah mereka jalani. Mulai dari serunya ospek, ketemu dosen killer, suka-duka magang, enggak terkecuali susahnya mengerjakan skripsi.

Tapi, bukan cuma skripsi yang mengganggu mahasiswa semester tua. Ada lima hal lain yang kerap menjadi curhatan mahasiswa semester tua. Apa aja?

  1. Susah bersosialiasi

Ilustrasi mahasiswa semester tua menyendiri. Foto: Shutterstock

Pipi Sharfina (24), mahasiswa semester tua di jurusan kuliah Broadcasting and New Media, merasa susah bersosialisasi dan makin individualias. Apalagi ketika teman-teman seangkatan udah banyak yang lulus, dan hanya tersisa adik angkatan.

“Terlebih lagi sering ketemu sama junior. Jadi, merasa jaim dan canggung aja, entah dari aku atau mereka,” ceritanya, saat dihubungi kumparan.

  1. Minder sama junior

Ilustrasi mahasiswa semester tua minder Foto: Shutterstock

Seringnya ketemu sama junior bikin mahasiswa semester tua merasa minder, alias malu sama lingkungan.

“Bener-bener minder banget, sampe malas buat berangkat ke kampus. Tapi, gimana lagi? Harus dijalanin, 'kan?” ulas Pradipta (24) yang sekarang menjalani semester 13.

  1. Kejar-kejaran sama dosen pembimbing skripsi

Ilustrasi dosen Foto: Shutter Stock

Di beberapa kampus, skripsi jadi salah satu syarat kelulusan buat mahasiswa semester tua. Tapi, enggak jarang susah buat ketemu dosen pembimbing skripsi. Bahkan, kejar-kejaran sama dosen.

“Bener-bener harus samain jadwal sama dosen pembimbing skripsi. Kadang batin sendiri gimana supaya ketemu dosen, tapi mau cepat selesai juga skripsinya,” curhat Pipi.

Mahasiswa semester tua jurusan Public Relations, Maulana Ibna (23), juga punya masalah yang sama.

“Revisi enggak kunjung selesai. Susah ketemu dosen. Ya, udah, ngulur waktu lagi. Apalagi kalau dosennya mengajar di kampus lain atau enggak bisa ketemu di hari tertentu udah dijanjikan,” kata dia.

  1. Sulit membagi waktu

Ilustrasi mahasiswa semester tua mengatur waktu Foto: Shutter stock

Selain masih harus menyelesaikan urusan kuliah, mahasiswa semester tua juga udah mulai mengambil kerja paruh waktu, atau ikut organisasi luar kampus.

Di sisi lain, hal ini bikin mahasiswa semester tua susah buat membagi waktunya.

“Jadi mahasiswa semester tua itu fokusnya udah kemana-mana. Kayak harus ada beberapa hal yang direncanakan untuk kedepannya. Emang sulit, sih, untuk membagi waktu antara kuliah dan kerja. Tapi, pertanyaannya balik lagi. Prioritas gue apa, sih?” beber Raihan (23), mahasiswa semester tua jurusan Desain Grafis.

  1. Banyak tekanan dari lingkungan

Ilustrasi mahasiswa semester tua stres Foto: Shutterstock

Mahasiswa semester tua udah kenyang, nih, sama pertanyaan 'kapan lulus?'. Pertanyaan ini enggak jarang berlanjut ke pertanyaan lain, yang justru menambah tekanan.

“Menurut gue itu jadi beban tersendiri, sih. Apalagi lihat teman-teman yang udah pada wisuda, terus pengin rasanya cepat-cepat lulus atau besok langsung sidang akhir aja,” ungkap Pipi.

Di sisi lain, buat Pradipta tekanan tersebut justru jadi motivasi buat dia.

“Tekanan ini bikin skripsi lebih cepat selesai. Keluarga juga nyuruh cepet-cepet. Itu, sih, yang membuat gue semakin termotivasi,” kata mahasiswa semester tua itu.

Reporter: Aulania Silviananda