5 Fakta Kasus Spencer Elden vs Nirvana: Pornografi Anak hingga Gugatan Ditolak
·waktu baca 4 menit

Anggota Nirvana, Dave Grohl dan Krist Novoselic, digugat oleh Spencer Elden, bayi yang ada di sampul album musik Nevermind (1991).
Elden yang kini berusia 30 tahun, mengeklaim bahwa para terdakwa telah melanggar undang-undang federal mengenai pornografi anak.
Nirvana disebut gagal mengambil langkah-langkah melindungi Elden, dan mencegah eksploitasi seksual serta perdagangan gambarnya yang meluas.
Elden mengeklaim dia tidak pernah menerima kompensasi apa pun setelah kesuksesan Nevermind. Lewat gugatan itu juga dia mencari ganti rugi sebesar USD 150 ribu atau sekitar Rp 2 miliar per terdakwa.
Namun kini, gugatan Spencer Elden kepada Nirvana telah ditolak oleh pengadilan. Selengkapnya simak lima fakta dari kasus tersebut di bawah ini.
1. Spencer Elden Sebut Belum Sepenuhnya Setuju Jadi Model Sampul Album Nevermind
Saat menjadi model sampul album Nevermind, Elden masih bayi berusia beberapa bulan. Namun dalam wawancara dengan Time di 2016, dia bilang sebenarnya belum sepenuhnya setuju untuk tampil di sampul album.
"Ketika aku ke pertandingan baseball, aku berpikir 'Ya, ampun, semua orang di sini mungkin sudah pernah melihat penisku saat bayi'," tuturnya.
"Aku merasa sebagian hak asasi manusiaku direnggut," lanjut dia.
2. Tanggapan Dave Grohl
Drummer Nirvana sekaligus pentolan Foo Fighters, Dave Grohl, menanggapi gugatan Spencer Elden.
Grohl mengaku enggak terlalu memikirkan gugatan itu. Dia juga menyinggung soal tato Nevermind yang ada di dada Elden.
"Dia yang punya tato Nevermind. Bukan aku," ucapnya, dilansir Consequence of Sound.
Dave Grohl menambahkan, dia menyerahkan masalah ini kepada pengacaranya. Menurutnya ada lebih banyak hal buat dinantikan daripada terjebak hal semacam itu.
"Dan untungnya bukan aku yang mengerjakan dokumennya," tambah dia.
3. Gugatan Diubah
Spencer Elden mengubah gugatannya kepada band pelantun Smells Like Teen Spirit itu.
Dia mengeklaim Nirvana memotretnya saat masih bayi, sebagai versi mini dari pendiri Playboy, Hugh Hefner.
Fotografer Kirk Weddle disebut memprovokasi bayi Elden sebelum melemparkannya ke bawah air, dengan pose yang menyoroti alat kelaminnya.
Pihaknya menuduh bahwa Weddle setelah itu langsung menghasilkan foto-foto Spencer berpakaian dan digambarkan sebagai Hugh Hefner.
Gugatan tersebut juga menyajikan konteks tambahan untuk membuktikan bahwa Nirvana diduga selalu menginginkan citra yang bersifat seksual dari foto bayi Elden.
“Jurnal tidak bertanggal yang ditulis oleh Kurt Cobain membuat sketsa sampul album (Nevermind) secara seksual," terang pihak Spencer mengutip jurnal pribadi Cobain yang diterbitkan oleh Riverhead Books pada 2002, dilansir Metalsucks.
Selain itu, gugatan terbaru menghapus mantan drummer Chad Channing yang meninggalkan Nirvana pada 1990 lebih dari setahun sebelum rilis Nevermind, Warner Music, dan Heather Parry serta Guy Oseary selaku mantan manajer Cobain sebagai terdakwa.
Versi terbaru yang telah diubah ini diajukan ke pengadilan federal Los Angeles pada 22 November 2021.
4. Jawaban Pihak Nirvana terhadap Gugatan Spencer Elden
Pihak Nirvana, termasuk Courtney Love selaku mantan istri Kurt Cobain, menolak gugatan dan mengatakan Elden telah mengambil untung selama 30 tahun, sejak Nevermind dirilis.
"Elden juga telah memperagakan kembali foto itu dengan imbalan bayaran, berkali-kali. Dia memiliki tato judul album Nevermind di dadanya. Dia telah muncul di acara bincang-bincang dengan mengenakan pakaian parodi berwarna telanjang. Dia telah menandatangani salinan sampul album untuk dijual di eBay, dan dia telah menggunakan ini untuk mencoba menarik perhatian perempuan,” terang mereka.
Pihak Nirvana menambahkan, klaim Elden bahwa foto di sampul album Nevermind adalah pornografi anak adalah tidak serius.
"Elden tahu tentang foto itu dan tahu bahwa dia adalah bayi di foto itu. Dia telah sepenuhnya menyadari fakta dari dugaan 'pelanggaran' dan 'cedera' selama beberapa dekade," lanjutnya.
5. Gugatan Ditolak
Pengadilan menolak gugatan Spencer Elden, bayi yang ada di sampul album Nevermind (1991) dari Nirvana.
Penolakan ini karena Elden melewatkan tenggat waktu pada 30 Desember 2021, untuk menanggapi permintaan Nirvana agar gugatannya dihentikan.
Karena melewati tenggat waktu, pada 3 Januari 2022 hakim dalam kasus tersebut mengabulkan permintaan Nirvana.
