5 Hal Paling Horor yang Dialami Pelajar, Lebih Seram dari Film The Nun

Millennialverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
THE NUN. (Foto: Youtube/Warner Bros. Pictures)
zoom-in-whitePerbesar
THE NUN. (Foto: Youtube/Warner Bros. Pictures)

Belakangan ini demam film The Nun merasuki masyarakat. Film The Nun kembali mengingatkan kita kepada sosok Valak si hantu biarawati.

Tapi bagi pelajar, film The Nun enggak ada apa-apanya dibandingkan kejadian-kejadian 'horor' yang dialami di sekolah. Enggak percaya? Berikut lima di antaranya.

Razia rambut

embed from external kumparan

Razia rambut menjadi hal yang paling ditakuti oleh anak SMA, terutama cowok-cowok yang lagi memanjangkan rambutnya. Bagaikan jelangkung, razia rambut ini datang secara enggak terduga.

Belum lagi guru yang memangkas rambut secara asal. Bagi mereka, yang penting rambut terlihat pendek dan enggak menutupi telinga. Tapi bagi kamu, ini tandanya harus segera ke tukang cukur rambut, deh.

Razia seragam

embed from external kumparan

Selain razia rambut, razia seragam juga menjadi hal yang paling horor bagi anak SMA. Apalagi untuk siswa kelas 3 yang mulai 'bebas' memodifikasi seragamnya, karena enggak ada tekanan dari senior.

Tapi, tekanan lain justru datang dari guru. Ya, guru akan memperhatikanmu dari ujung kepala sampai ujung kaki untuk mencari kesalahan dalam caramu memakai seragam. Bagi murid cewek, mereka enggak segan-segan untuk mendedel alias melepas jahitan bawah rok agar terlihat lebih panjang. Duh, enggak banget!

Razia tas

embed from external kumparan

Yang namanya razia memang selalu horor, ya. Tapi razia tas ini termasuk yang paling seram bagi anak SMA. Biasanya razia ini dilakukan oleh guru ketika murid enggak lagi berada di dalam kelas.

Menurut Mudy, siswa kelas 12 IPA di SMA Labschool Rawamangun, barang-barang yang dirazia beragam, mulai dari kartu sampai makeup. "Hukumannya kalau ringan dicatat aja. Kalau berat baru diskors," katanya kepada kumparan, Jumat (7/9).

Nilai rapor merah

embed from external kumparan

Enggak bisa dipungkiri, mendapat nilai jelek saat pengambilan rapor membuat bulu kuduk kita merinding. Selain ditegur guru, kamu juga harus menghadapi orang tua di rumah yang marah dan kecewa terhadap hasil belajarmu.

Terlebih, nilai rapor merah ini sering kali disusul oleh hukuman-hukuman dari orang tua. Mulai dari waktu main berkurang, enggak boleh hangout sama teman, sampai enggak dapat uang jajan.

Ketemu senior galak

embed from external kumparan

Superioritas senior terkadang bisa sangat mengintimidasi anak baru. Senior seakan dilihat sebagai si empunya sekolah, yang rasanya kalau sedikit saja berbuat salah bisa fatal akibatnya. Pokoknya sebisa mungkin menghindar, deh, dari senior.