5 Hal yang Harus Dilakukan Saat Kamu Marah pada Diri Sendiri

Millennialverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi pengguna smartphone kesal saat memori smartphone-nya penuh. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi pengguna smartphone kesal saat memori smartphone-nya penuh. Foto: Shutterstock

Setelah melakukan kesalahan, terkadang kamu dengan cepat melupakan semua capaian dan pujian yang telah disanjungkan kepada dirimu selama ini. Ketika kamu membuat satu kesalahan kecil, setiap hari hanya itu yang bisa kamu pikirkan. Dan, sayangnya, kamu mungkin membawanya seumur hidup

Semua orang bisa melakukan kesalahan dan orang bijak tahu bahwa itulah cara untuk belajar. Tersandung, jatuh, dan bangun lagi, itu adalah siklus perkembangan manusia sejak balita. 

Namun, ketika kamu membuat kesalahan, reaksi pertamamu mungkin "Saya marah pada diri saya sendiri." Duduklah, tarik napas dalam-dalam, dan pertimbangkan lima hal yang dapat kamu lakukan saat marah pada diri sendiri atas kesalahanmu.

Ingat kamu sejatinya hanya seorang manusia

Ilustrasi perempuan marah-marah. Foto: wavebreakmedia/Shutterstock

Semua orang membuat kesalahan dan kamu juga akan melakukannya. Setelah menyadari bahwa kamu adalah bagian dari kelompok tidak sempurna yang disebut manusia, kamu akan merasa lebih baik dalam perjalanan hidupmu. Saat kamu marah karena melakukan kesalahan, anggap itu sebagai peralihan.

Jadi, kesalahan apa pun yang pernah kamu buat sebelumnya dan kesalahan apa pun yang akan kamu buat di masa mendatang, itu akan membantumu tumbuh sebagai seorang profesional dan sebagai manusia yang utuh.

Kendalikan amarahmu

Ilustrasi perempuan marah-marah. Foto: Rachata Teyparsit/Shutterstock

Kemarahan adalah emosi yang meresahkan karena mengaburkan penilaian dan proses pengambilan keputusan logismu. Ini juga sangat tidak sehat. Kemarahan memicu lonjakan tekanan darah, meningkatkan stres, hingga menekan sistem kekebalan tubuhmu.  Selain itu, kemarahan yang tidak dikurangi dapat memicu hasil yang berbahaya termasuk kekerasan dan perilaku kecanduan. Untuk itu kamu perlu belajar bagaimana mengelola kemarahanmu.

Dengan mengakui dengan lantang "saya marah pada diri saya sendiri" justru malah akan menguasai keadaan pikiranmu. Ingat, kesalahan dapat dikelola, tetapi kemarahan yang tidak terikat tidak. Jika kamu tidak mengendalikan amarah, itu bisa berdampak negatif pada sisa hidupmu.

Memaafkan diri sendiri

Ilustrasi kesehatan mental ibu atau wanita alami depresi. Foto: aslysun/Shuttterstock

Kamu bisa mencoba untuk memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang telah dilakukan karena memaafkan adalah salah satu cara terbaik yang dapat dilakukan agar kamu dapat terus lanjut bergerak ke depan. Dengan mengampuni dan memaafkan diri sendiri, kamu akan lebih fokus untuk memperbaiki diri dan bukan menyalahkan diri sendiri.

Belajar dari kesalahan

Ilustrasi perempuan sedang menghibur pasangannya yang sedih. Foto: Suriyawut Suriya/Shutterstock

Terapkan pola pikir bahwa kesalahan terjadi karena suatu alasan tertentu. Alasan tersebut adalah agar kamu dapat belajar dan mengetahui mana hal yang seharusnya dilakukan dan dihindari. Kalimat yang menyatakan kamu marah pada diri sendiri juga bisa memotivasi agar dapat terus berusaha dan berkembang dalam melakukan sesuatu. 

Jangan sampai kesalahan menjadi sebuah alasan untuk kamu berhenti melakukan sesuatu. Kamu dapat mengubah kesalahan menjadi sebuah kesempatan dan peluang keberhasilan di masa yang akan datang.

Melampiaskan amarah

Ilustrasi wanita berteriak atau marah. Foto: Shutterstock

Melampiaskan amarah sering kali dianggap sebagai hal yang tidak baik. Namun ternyata, melampiaskan amarah adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi sebuah amarah.Tentu saja pelampiasan amarah tidak boleh dilakukan sembarangan.

Penting untuk mengetahui cara yang tepat ketika akan melampiaskan amarah. Dengan melampiaskan amarah secara baik dan tepat, kamu akan mendapatkan beberapa dampak positif. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah menulis atau melakukan aktivitas yang menyehatkan seperti bermain tenis, badminton, basket atau olahraga lain.

Laporan Mutiara Oktaviana