5 Kesalahan Umum Fresh Graduate saat Mengatur Keuangan di Awal Kerja
ยทwaktu baca 4 menit

Bagi fresh graduate, mendapatkan kerja setelah lulus merupakan pencapaian tersendiri. Setelah kurang lebih 4 tahun menjadi mahasiswa, kini kamu resmi melepas status tersebut dan memulai fase hidup yang baru.
Sayangnya, terjun ke dunia kerja tidak selalu berjalan mulus. Bukan hanya belajar beradaptasi dengan banyak orang, kesalahan mengatur keuangan juga kerap menimpa fresh graduate.
Bagaimana tidak, uang jajan dari orang tua selama masa kuliah mungkin tidak cukup membeli semua barang yang kita inginkan. Oleh sebab itu, mendapatkan gaji pertama seolah jadi momen paling pas untuk 'balas dendam'.
Selain itu, kesalahan mengatur keuangan apa lagi yang bisa menjadikan cash flow bulanan kamu berantakan?
1. Menghabiskan gaji untuk mentraktir
Memang, mentraktir keluarga atau teman ketika kamu mendapatkan gaji pertama bisa dibilang membagi rasa syukur telah mendapatkan pekerjaan. Tidak ada yang salah dalam kegiatan ini, asal jangan menghabiskan satu bulan gaji hanya untuk mentraktir orang di sekitar.
Setelah mendapatkan gaji, segera buat perencanaan keuangan. Kamu bisa sisihkan 20-30 persen dari pendapatan sebagai budget mentraktir. Dengan begitu, gaji pertamamu tidak habis di tengah jalan.
2. Mengutamakan keinginan, bukan kebutuhan
Tidak bisa dimungkiri, kita seakan bangga telah memiliki penghasilan sendiri saat pertama kali bekerja. Wajar jika gaji digunakan untuk memuaskan kebutuhan dan gaya hidup. Tidak jarang, Anda yang baru penghasilan, tidak pernah menolak ajakan nongkrong sana-sini, atau tergiur dengan tawaran menarik diskon di mall maupun toko online.
Namun, jika kamu terus mengikuti hawa nafsu untuk memenuhi keinginanmu saja, sudah dipastikan gajimu akan habis di tengah jalan.
Oleh karena itu, agar kebutuhan setiap bulannya bisa terpenuhi dan keuangan lebih teratur, lebih baik buat anggaran keuangan sederhana dengan metode 50-30-20. Sebanyak 50 persen untuk kebutuhan wajib atau primer seperti transport dan makan, 30 persen untuk kebutuhan belanja keinginan kamu dan juga cicilan, serta 20 persen untuk asuransi dan tabungan. Usahakan untuk disiplin dan tidak melanggar bujet yang sudah ditentukan, ya!
3. Mengambil utang konsumtif yang berlebihan
Hadirnya pinjaman online cepat cair bayar bulanan memang sangat bisa dimanfaatkan para fresh graduate untuk mendapatkan pengalaman kredit sejak dini. Apalagi jika mengajukan pinjaman online cepat cair bayar bulanan di Kredivo, kamu bisa mendapatkan limit hingga Rp 30 juta, dengan bunga yang rendah mulai dari 0 persen per bulan untuk tenor 30 hari dan 3 bulan.
Selain itu, ada juga bunga dengan 2,6 persen per bulan untuk tenor 6 bulan dan 12 bulan. Layanan ini memang sangat cocok dipakai oleh para fresh graduate untuk membeli barang impian maupun membayar kebutuhan sehari-hari.
Namun, tidak sedikit juga yang menyalahgunakan pinjaman online cepat cair bayar bulanan ini dengan cara menggunakannya untuk kebutuhan konsumtif secara berlebihan. Karenanya, usahakan jumlah utang tidak lebih dari 30 persen pemasukan bulanan.
4. Tidak memiliki tujuan finansial
Tujuan finansial adalah target yang ingin dicapai oleh seseorang saat mengelola uang. Ibaratnya, kamu sedang traveling, maka tujuan finansial adalah destinasi yang menjadi tujuanmu.
Agar tidak hilang arah, segera tentukan tujuan finansial yang ingin kamu capai sesaat setelah diterima kerja. Cobalah untuk membuat tujuan finansial jangka pendek terlebih dahulu.
Misal, dalam tiga bulan ke depan, kamu harus punya tabungan sebesar Rp 5 juta. Dari tujuan tersebut, tentukan langkah apa yang ingin diambil untuk mencapainya. Mulai dari mencari penghasilan tambahan hingga mengalokasikan beberapa persen dari gaji untuk tabungan hingga tujuan tersebut tercapai.
5. Memiliki mindset 'gaji itu harus dihabiskan'
Ada juga fresh graduate dengan tipe yang sangat menikmati hidup. Saking menikmatinya, orang ini berpikiran bahwa gaji bulan ini harus dihabiskan, karena bulan depan bisa mendapatkannya lagi. Jika kamu masih mempunyai pemikiran seperti ini, segera hentikan ya!
Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Bisa jadi perusahaan bangkrut hingga kamu dipecat. Bukankah kita tidak pernah bisa memprediksi masa depan?
Nah, itulah 5 kesalahan pengelolaan keuangan paling umum yang kerap menimpa fresh graduate. Memang, setiap orang memiliki pemikiran masing-masing, serta memiliki hak bagaimana mengelola keuangannya.
Namun, sangat disayangkan bila kamu konsumtif dan tidak memikirkan jangka panjang. Jangan sampai kecerobohan dalam mengatur finansial, berujung penyesalan di kemudian hari, ya!
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kredivo
