5 Syarat Tidak Tertulis untuk Mengikuti Program Pertukaran Pelajar

Ingin merasakan studi di luar negeri hampir menjadi mimpi setiap orang. Selain dengan memperoleh beasiswa, salah satu cara lainnya adalah dengan ikut serta dalam program pertukaran pelajar.
Tidak hanya mahasiswa, nyatanya berbagai macam program pertukaran pelajar juga banyak dijajak oleh siswa SMP dan SMA. Meski harus rela meninggalkan sekolah dalam hitungan bulan atau bahkan tahun, peminat program pertukaran pelajar di SMP dan SMA tidak pernah surut.
Selain mendapatkan kesempatan untuk tinggal dan belajar di luar negeri, program pertukaran pelajar juga dianggap menjadi ajang latihan bagi mereka yang ingin hidup lebih mandiri serta keluar dari zona nyaman.
Di Indonesia, program pertukaran pelajar diadakan oleh banyak lembaga. Tiap-tiap lembaga tersebut punya syarat dan ketentuan yang berbeda-beda untuk para calon pesertanya.
Selain itu, di tiap lembaga yang mengadakan pertukaran pelajar punya beberapa ‘syarat tidak tertulis’ yang juga wajib kamu miliki sebelum mengikuti program tersebut. Apa saja?
1. Bisa berbahasa Inggris
Hampir seluruh lembaga yang menaungi program pertukaran pelajar mewajibkan para calon kandidatnya untuk bisa berbahasa Inggris. Jangan takut. Selama kamu bisa mengerti dan merespons seseorang dallam bahasa Inggris secara percaya diri, kamu pasti bisa mendaftar di salah satu program tersebut.
2. Open-minded
Karena nantinya harus hidup di negara dengan budaya yang berbeda, para kandidat pertukaran pelajar dituntut untuk menjadi open-minded. Meski begitu, kamu tetap tidak boleh menerima dan menerapkan suatu budaya asing tertentu secara mentah-mentah tanpa memperhatikan nilai dan norma yang berlaku di Indonesia. Dengan kata lain, kamu harus tetap bersikap selektif terhadap budaya asing.
3. Punya rasa ingin tahu
Karena akan dikirim untuk mempelajari budaya negara lain, seorang kandidat pertukaran pelajar nggak boleh malas untuk mencari tahu tentang hal-hal tentang negara tujuannya. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan rajin bertanya merupakan salah satu kualitas yang diharapkan oleh lembaga yang mengirimkan siswa pertukaran pelajar.
4. Fleksibel
Berbeda dengan apa yang biasa kita lihat di media sosial, tidak selamanya mereka yang tinggal di luar negeri itu terus merasa senang. Di balik semua itu, banyak sekali masa-masa sulit yang akan dilewati oleh seseorang yang tinggal atau menempuh studi di luar negeri. Itu sebabnya, seorang calon kandidat pertukaran pelajar harus bisa menyesuaikan dirinya dalam kondisi apapun agar bisa terus bertahan hingga masa akhir program.
5. Berprestasi di bidang akademis dan non-akademis
Sebagai wakil dari Indonesia, seorang kandidat pertukaran pelajar harus memiliki prestasi baik di bidang akademis maupun non-akademis. Beberapa lembaga pun kerap mematok nilai rata-rata rapor minimal yang tinggi serta penyertaan sertifikat di jenjang tertentu sebagai syarat pendaftaran di program pertukaran pelajar yang mereka naungi.
Penulis: Nayla Erzani/ SPEAR SMAN 34 Jakarta.
