Buzz
·
23 Juni 2021 13:23
·
waktu baca 1 menit

5 Tanda Teman Diam-diam Iri sama Kamu, Pahami Kata yang Diucapkan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
5 Tanda Teman Diam-diam Iri sama Kamu, Pahami Kata yang Diucapkan (394434)
searchPerbesar
Ilustrasi teman palsu alias fake friends. Foto: Shutter Stock
Disadari atau enggak, ada beberapa sikap teman yang menandakan dia sebenarnya iri sama kamu. Baik itu cemburu dengan prestasimu, kehidupanmu, atau barang-barang yang kamu miliki.
ADVERTISEMENT
Hati-hati, gaes, karena dia termasuk teman toxic. Mending ketahui tanda-tandanya di bawah ini.
5 Tanda Teman Diam-diam Iri sama Kamu, Pahami Kata yang Diucapkan (394435)
searchPerbesar
Ilustrasi Teman Toxic Foto: Shutterstock

1. Teman memujimu dengan hinaan

Dilansir Bright Side, ketika teman iri, dia akan melakukan apa pun untuk menyerangmu dan menutupinya dengan pujian.
Contohnya, kamu baru saja dapat pekerjaan baru. Lalu temanmu memuji tapi dengan mengatakan, “Selamat, ya. Padahal biasanya perusahaan itu enggak menerima orang kayak kamu, lho. Luar biasa, deh".

2. Teman menertawakan kesalahanmu

Dia akan menjadi orang pertama yang bilang kamu salah dengan mengatakan, “Kan, sudah aku bilang”.
Dia sebenarnya merasa senang dan puas ketika kamu gagal. Ingat, tipe orang yang menikmati kegagalan teman sendiri lebih baik dihindari.
ADVERTISEMENT

3. Gosipin kamu

Teman yang iri, senang merendahkan kamu di depan orang lain sehingga dia terlihat lebih baik. Tapi ketika kamu mengkonfrontasi langsung tentang hal itu, dia mungkin akan ngeles dan bilang kamu baperan, udah berubah, atau jadi sombong.

4. Membuatmu merasa enggak pantas bahagia

Kalau kamu punya kabar baik, dia mungkin akan mencari sesuatu yang negatif untuk dikatakan supaya kamu merasa enggak pantas untuk bahagia. Misalnya, “Jangan seneng dulu, kayak gitu, mah, belum seberapa".

5. Selalu mau berada di dekatmu

Bisa jadi teman yang selalu ingin ada di dekat kamu, justru sebenarnya karena dia iri dengan hidupmu, lho. Dia ingin selalu ada supaya tahu kelemahanmu. Kehadirannya bakal terasa seperti seseorang yang lagi menguntit, bukannya menemani dan mendukungmu.
ADVERTISEMENT
Laporan: Afifa Inak