6 Ciri Pacar Posesif yang Harus Kamu Waspadai

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Berlibur bersama adalah ide yang bagus. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Berlibur bersama adalah ide yang bagus. (Foto: Thinkstock)

Saat ini, tak jarang banyak pasangan yang terjebak dalam hubungan posesif. Keinginan berlebihan untuk memiliki pasangan seutuhnya justru membuat hubungan tersebut tak sehat, bahkan terkadang berujung dengan kekerasan.

Harus mengabari setiap saat, tak boleh pergi dengan sembarang orang, sekali pun dengan teman, hingga rasa tak dipercayai banyak menghampiri orang-orang yang memiliki pasangan posesif. Untuk itu, sebelum semuanya menjadi terlambat, sangat penting mengetahui ciri-ciri pasangan yang posesif.

Psikolog Anak dan Remaja Vera Utabiliana Hadiwidjojo, mengungkapkan ada enam ciri pasangat posesif. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Selalu menuntut untuk ikuti aturannya, termasuk soal penampilan

Pasangan kamu misalnya punya tata tertib pacaran yang kebanyakan dipaksakan dari dirinya. Misalnya untuk pergi ke mal bersama teman-teman saja kamu perlu minta izin kepadanya. Penampilanmu pun tak luput dari sasaran kritik.

2. Selalu menuntut untuk tahu pasangan ada di mana dan bersama siapa

Ilustrasi pertengkaran pasangan. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pertengkaran pasangan. (Foto: Shutterstock)

Tak jarang, banyak pasangan yang akan bertanya pertanyaan yang mendetil, seperti kamu di mana? Dengan siapa?

Pasangan yang begini ternyata merupakan salah satu ciri orang yang posesif. Oleh karena itu, sebaiknya segera ambil sikap jika pasangan sudah berbuat di luar batas.

3. Mencampuri hubungan pasangan dengan orang lain, bahkan melarang bergaul dengan banyak orang

Kamu jangan jalan dengan dia! Tak ada dalam sejarahnya laki-laki dan perempuan jalan bersama enggak punya perasaan satu sama lain!

Jika pasanganmu sudah berkata seperti itu, kamu harus waspada. Segeralah ambil sikap untuk menasehati pasanganmu agar tidak bertindak berlebihan dan posesif.

4. Memanipulasi perasaan pasangan

Ilustrasi pasangan (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan (Foto: Pixabay)

Pokoknya enggak ada istilah nganter-nganter cewek lain selain aku. Kalau kamu tetep lakuin, kita putus!

Padahal bisa saja cewek lain yang kamu antar itu ibu atau kakakmu sendiri. Kalau kamu pernah diancam begitu, sudah tidak diragukan lagi jika pasanganmu punya tanda-tanda posesif.

5. Sangat bergantung pada pasangan

"Aku enggak bisa hidup tanpa kamu. Enggak mau pergi kalau enggak sama kamu!"

Kalau pasanganmu sudah bicara seperti itu mintalah pembuktian. Minta dinikahi saat itu juga kalau memang dia benar-benar tak bisa hidup tanpamu. Jangan-jangan dia cuma posesif, ingin mengendalikan diri kamu semata agar memenuhi apa yang dia mau.

6. Melanggar batas pribadi

Ilustrasi pasangan yang saling mencintai. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan yang saling mencintai. (Foto: Thinkstock)

Saat ini tak jarang banyak orang yang sering mengecek ponsel pasangannya, serta menguntit ke mana pasangan pergi. Sebenarnya, selama pasangan tidak keberatan, hal tersebut tidak masalah.

Namun, jika kamu pergi ke mana pun pasanganmu mesti tahu, batas privasimu jadi hilang. Oleh karena itu, mulai nasehati pasanganmu agar punya rasa percaya kepadamu.

Reporter: Agaton Kenshanahan