6 Tanda Wawancara Kerja Enggak Berjalan dengan Baik

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi interview kerja. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi interview kerja. Foto: Shutter Stock

Persaingan antarpelamar kerja di perusahaan saat ini cukup ketat. Banyak dari pelamar yang ingin mendapatkan kesempatan menerima panggilan wawancara di perusahaan idaman.

Segala upaya pun dilakukan dengan harapan agar dapat memikat hati pewawancara. Tapi, bagaimana jika wawancara yang telah dinanti-nantikan enggak berjalan sesuai harapan?

Berikut adalah beberapa tanda kalau wawancara kerjamu berjalan buruk dikutip dari Careersidekick.

Wawancara Dipersingkat

Ilustrasi interview kerja online. Foto: Shutter Stock

Hal pertama yang terlihat jika wawancara kerjamu berjalan buruk adalah waktu wawancara yang cukup singkat. Kecuali jika ada keadaan darurat yang muncul dan pewawancara akan menjelaskan situasi yang terjadi. Jadi, jika waktu wawancara berakhir lebih cepat dari yang diharapkan, itu mungkin menjadi pertanda kalau wawancaramu berjalan buruk.

Perekrut Enggak Membagikan Banyak Informasi Tentang Posisimu

Ilustrasi wawancara beasiswa. Foto: Shutterstock

Biasanya, jika wawancara berjalan dengan baik, pewawancara akan mencoba menjual apsek-aspek menarik dari posisimu yang dapat dilakukan dan dipelajari, dan lain-lain.

Tapi, jika pewawancara atau perekrut enggak banyak memberi tahu tentang posisi atau apa yang akan kamu lakukan di peran itu, bisa jadi itu pertanda bahwa kamu enggak berpengalaman, gugup, atau wawancara enggak berjalan baik.

Pewawancara Enggak Banyak Bicara tentang Prospek Masa Depan di Perusahaan

Ilustrasi wawancara kerja. Foto: Shutterstock

Jika seorang perekrut benar-benar bersemangat tentangmu, dia akan berusaha keras untuk berbicara masa depanmu setelah memulai peran tersebut. Dia ingin melukiskan gambaran positif tentang kariermu dengan perusahaan. Tapi, jika semua ini enggak terjadi, itu bisa menjadi pertanda wawancaramu berjalan buruk.

Enggak Banyak Bertanya tentang Keahlian atau Pengalaman

Ilustrasi gagal wawancara kerja. Foto: Shutter Stock

Pertanyaan pertama dalam wawancara biasanya dimaksudkan untuk menilai motivasimu dalam mencari kerja, kepribadianmu, dan lain-lain. Setelah itu, pewawancara biasanya ingin mendiskusikan tentang latar belakangmu, tanggung jawab terakhir, dan lain-lain.

Biasanya perekrut akan menanyakan beberapa hal seperti: mngapa kamu melamar posisi ini? Mengapa kamu menginginkan pekerjaan ini? Mengapa kamu meninggalkan pekerjana terkahirmu? Di mana kamu melihat dirimu dalam lima tahun?

Jadi, saat kamu enggak memuaskan mereka dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka pewawancara mungkin akan menjawab berdasarkan pengalaman karena mereka sudah memutuskan kalau kamu bukan seseorang yang ingin mereka pekerjakan.

Enggak Menanyakan Kesediaanmu atau Mendiskusikan Langkah Selanjutnya

Ilustrasi gagal wawancara kerja. Foto: Shutter Stock

Jika pewawancara tertarik denganmu, dia akan menanyakan sedikit tentang ketersediaanmu dalam posisi ini atau mendiskusikan langkah selanjutnya. Misalnya, dia ingin mengetahui seberapa cepat kamu harus pindah jika mereka ingin mempekerjakanmu.

Kamu Enggak Terhubung dengan Pewawancara

Ilustrasi interview kerja online. Foto: Getty Images

Pewawancara dan manajer perekrutan memiliki gaya yang berbeda dalam proses wawancara. Ada yang bercanda dan mengajukan pertanyaan dalam kondisi santai, ada juga yang sangat serius.

Jika pewawancara enggak benar-benar terikat denganmu sama sekali melalui obrolan ringan atau lelucon, itu bukan pertanda baik. Ini bisa berarti bahwa wawancaramu enggak berjalan dengan baik. Ini bisa menunjukkan kalau pewawancara enggak melihat kamu cocok dengan budaya perusahaan.

Laporan Afifa Inak