7 Alasan Paling Sering Digunakan Mahasiswa untuk Bolos Kuliah

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jadilah mahasiswa yang baik. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Jadilah mahasiswa yang baik. (Foto: Thinkstock)

Suka atau tidak, sebagai mahasiswa, kita tidak bisa sepenuhnya jadi anak yang rajin dengan tingkat kehadiran tinggi. Namanya juga manusia, kita juga bisa merasakan kelelahan dengan sederet tugas dan problematika yang ada. Nah, mau tak mau, untuk mengistirahatkan otak, kita akhirnya memutuskan untuk bolos kuliah.

Lucunya, beberapa teman-teman kita yang memilih bolos kuliah rupanya punya beberapa alasan yang terkesan standar dan pasaran. Berikut beberapa contohnya.

Ada acara penting

com-Tipe Mahasiswa Sosial (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
com-Tipe Mahasiswa Sosial (Foto: Thinkstock)

Ya, beberapa temanmu yang sering terlibat acara penting mungkin akan bertumpu padamu untuk urusan tipsen. Salah satu mantan aktivis yang diwawancarai kumparan tapi tak ingin disebut namanya saat tipsen ke temannya akan mengatakan, “Aku tidak bisa ke kampus, ada acara di kampus/daerah.”

Acara penting ini beragam, mulai dari acara keluarga dadakan sampai soal kegiatan kampus yang dihelat bersamaan dengan jadwal perkuliahan.

Dosennya tidak ada

com-Diskusi dengan Dosen (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
com-Diskusi dengan Dosen (Foto: Thinkstock)

Temanmu yang super rajin, yang biasanya sudah ada di kelas satu jam sebelum kelas dimulai, mengabarkan kalau sang dosen berhalangan hadir. Namun absen tetap berjalan seperti biasanya. Nah, saat seperti inilah, mahasiswa yang belum siap kuliah lebih memilih tipsen dibanding datang ke kampus.

Sakit

Ilustrasi perut sakit (Foto: Dok. Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perut sakit (Foto: Dok. Thinkstock)

Seyogianya mahasiswa yang sakit menggunakan surat dokter untuk izin. Namun ada beberapa dosen memang yang tetap menghitung absen mahasiswa yang sakit. Sehingga, daripada menghabiskan kuota bolos, mereka yang sakit lebih memilih tipsen.

Ikut turnamen

Vamos FC, kampiun Liga Futsal Profesional 2018 (Foto: Dok. Federasi Futsal Indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Vamos FC, kampiun Liga Futsal Profesional 2018 (Foto: Dok. Federasi Futsal Indonesia)

Ikut turnamen sepak bola atau futsal, tapi terbentur dengan birokrasi ketika mengurus dispensasi? Bagi mereka yang mengalami hal macam ini, tipsen dinilai lebih efektif ketimbang harus mengurus dispensasi.

Ketiduran

Sering merasa ngantuk dan kelelahan di siang hari bisa menjadi tanda gejala penyakit yang serius. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Sering merasa ngantuk dan kelelahan di siang hari bisa menjadi tanda gejala penyakit yang serius. (Foto: Thinkstock)

Ketiduran ini barangkali jadi alasan klasik bagi, misalnya, Tedi Kurniawan Hidayat yang dulu pernah kuliah di salah satu universitas di Jatinangor, Sumedang. Ketiduran tersebut, katanya, punya sebab macam-macam.

“Ketiduran karena abis (salat) tahajud, atau karena ketiduran abis nugas,” ujar Tedi.

Tugas belum selesai

Kerja terlalu lama bisa terkena stroke (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Kerja terlalu lama bisa terkena stroke (Foto: Thinkstock)

Tidak mengikuti satu mata kuliah (matkul) setidaknya bisa memperpanjang waktumu untuk mengerjakan tugas lain yang bakal ditagih di matkul selanjutnya. Ini barangkali jadi alasan temanmu untuk tipsen dan kamu tidak enak menolaknya.

Mager

Kursi malas (Foto: Dok. Paolo Belvedere)
zoom-in-whitePerbesar
Kursi malas (Foto: Dok. Paolo Belvedere)

Sudahlah, enggak usah banyak alasan. Alasan kamu tipsen cuma karena males gerak (mager) kan? Tedi saja mengakui, “(Dari semua alasan itu) kebanyakan karena mager sih.”