kumparan
28 Sep 2018 20:49 WIB

7 Hal yang Perlu Diketahui tentang Kelas Akselerasi

Ilustrasi siswa SMA (Foto: Instagram @chips_54)
Tahukah kamu bahwa di SMA ada program yang memungkinkan kamu untuk lulus setahun lebih cepat? Yap, program tersebut biasanya dikenal dengan kelas akselerasi.
ADVERTISEMENT
Anak-anak akselerasi ini terkenal ‘spesial’. Pasalnya mereka ini dituntut untuk belajar lebih cepat dibanding anak-anak lainnya. Barangkali kamu ingin masuk kelas ini ketika SMA, berikut kumparan rangkum tujuh hal yang perlu diketahui tentang kelas akselerasi.
1. Dua tahun masa SMA
Dulu sistem percepatan belajar siswa di SMA dinamakan sebagai kelas akselerasi. Namun saat ini kelas ini lebih dikenal sebagai sistem SKS 4 semester. Walaupun namanya berbeda, tapi ujung-ujungnya sama, yaitu belajar di SMA selama dua tahun.
2. Nilai harus di atas KKM dan stabil
Ilustrasi nilai buruk (Foto: Pixabay)
Beberapa sekolah mungkin akan mensyaratkan tinggi IQ tertentu untuk memasuki kelas akselerasi pada zaman dulu. Namun beda dulu, beda sekarang.
Di SMA 1 Balikpapan, misalnya, siswa bernama Ananda Cahyo Wibowo mengaku kalau dirinya masuk kelas SKS 4 Semester setelah para guru merapatkan nilai-nilai muridnya. “Ya, paling enggak nilainya harus di atas KKM dan stabil setelah melalui 2 semester percobaan (kelas akselerasi),” kata Cahyo.
ADVERTISEMENT
Kalau setelah 2 semester percobaan akselerasi nilai kamu enggak stabil atau meningkat, kamu akan didepak dan turun ke kelas reguler.
3. Belajar Dipadatkan
Belajar di kelas SKS 4 Semester bakal membuat kamu belajar dengan waktu yang harusnya 1 semester selama 6 bulan menjadi 3 bulan. Otomatis mata pelajaran pun ikut dipadatkan.
“Cara belajarnya yang lebih cepet dan mungkin jadi lebih sering ulangan dan pastinya banyak PR,” kata Ayu Puspita, siswi program SKS 4 Semester dari Smansa Balikpapan lainnya.
4. Kelas Sedikit
Kelas SKS 4 Semester ini juga bakal diisi sedikit siswa yang spesial. Di kelas Cahyo dan Ayu, menurut Cahyo hanya ada 10 siswa yang kini bertahan untuk menuntaskan UN tahun 2019 mendatang. Sedangkan di kelas reguler, satu kelas bisa mencapai 30 siswa.
ADVERTISEMENT
5. Ujian sendiri dan belajar sendiri
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (Foto: Antara/David Muharmansyah)
Karena waktu hitungan semester yang berbeda, membuat para siswa kelas SKS 4 Semester akan menempuh waktu ujian yang berbeda dengan kelas reguler. Bisa jadi, ada saat mereka melaksanakan ujian sendiri atau ketika yang lain ujian, mereka melaksanakan aktivitas belajar sendiri.
“Kalau kelas lain kan ada ulangan semester, kalau kelas kami waktu mereka ulangan semester, kami tetap belajar seperti biasa buat ngejar materi supaya enggak ketinggalan,” kata Ayu.
6. Ikut angkatan atas
Cahyo mengaku kalau saat ini dirinya sudah diminta untuk ikut masuk ke buku tahunan ke angkatan atas. Dirinya masuk SMA tahun 2017, akan tetapi karena direncanakan lebih cepat lulusnya, ia akan ikut bergabung ke angkatan 2016.
ADVERTISEMENT
7. Bayar Biaya Tambahan
Siswi SKS 4 Semester seperti Marsha Clarabell mengaku harus membayar biaya tambahan karena mengikuti kelas ini. Hal ini berbeda dengan siswa reguler yang di sekolahnya sepenuhnya dibiayai pemerintah.
“Di Smansa (Balikpapan) sendiri baik yang 4 semester maupun yang kelas reguler tidak ada biayanya. Tetapi karena anak 4 semester juga dituntut harus mengejar pelajaran untuk bisa maksimal saat UN dan SBMPTN jadinya ada semacam pelajaran tambahan. Untuk tambahan pelajarannya itu yang bayar,” ujar Marsha.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan