Alasan Jangan Mau Menurunkan Standar Hanya karena Lelah Mencari Pacar

Millennialverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Photo by John Paul Duhan from Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Photo by John Paul Duhan from Pexels

Wajar, kok, buat punya standar pacar idaman. Ada yang penginnya ganteng, pinter, humoris, perhatian, romantis, tajir, tinggi, chubby, dan ada juga yang udah merasa cukup asalkan calonnya mau setia.

Apa pun itu, jangan mau menurunkannya cuma karena lelah mencari pasangan.

Nih, alasannya seperti dilansir Times of India.

embed from external kumparan
embed from external kumparan

Prioritasin apa yang penting buat kamu

Coba pikirkan dan prioritaskan apa yang menurutmu paling penting dan diinginkan dari seorang pasangan. Walaupun mungkin hal tersebut jarang atau sulit ditemukan.

Contohnya kamu mencari pasangan yang memperlakukan perempuan setara dan enggak seksis. Sebab hal ini penting bagimu.

Nah, kalau standarnya diturunkan demi bersama seseorang yang mau sama kamu tapi bertolak belakang dengan kriteria itu, berarti kamu juga udah menghiraukan hal penting tersebut.

Kamu yang akan menjalani hubungan itu

Meski orang-orang di sekitar bilang standarmu ketinggian, jangan goyah, gaes. Sebab ingatlah kalau nantinya kamu yang bakal menjalani hubungan itu.

Kamu yang bakal ngobrol tiap hari sama pasanganmu. Kamu yang bakal menghadapi masalah dan mencoba menyelesaikannya. Bukan teman-temanmu apalagi tetanggamu.

embed from external kumparan

Ketahui harga dirimu dan apa yang berhak kamu dapatkan

Sebelum mencintai orang lain, sebaiknya cintailah dirimu sendiri. Kamulah yang memberi tahu betapa berharganya dirimu. Dengan begini kamu tahu apa yang berhak kamu dapatkan, dan bisa menghindari sakit hati karena dipermainkan.

Sepadan dengan penantian

Punya standar tinggi terkadang berarti kamu harus lebih bersabar sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Tapi, percayalah kalau penantianmu itu bakal sepadan.

Enggak perlu iri melihat orang-orang di sekitar udah menemukan pasangan. Semua orang punya jalan hidup berbeda-beda, 'kan?

embed from external kumparan