Anak Muda Harus Tahu, Ini Dampak Negatif Menjalani Hubungan Friends with Benefit

9 Agustus 2022 8:09 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Hubungan. Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hubungan. Foto: Dok. Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Belakangan ini media sosial tengah dihebohkan dengan video sekelompok perempuan yang menceritakan pengalaman mereka tentang menjalani Friends With Benefit atau dikenal dengan FWB. Pemilik video ini menyatakan bahwa video tersebut merupakan edukasi seks.
ADVERTISEMENT
Namun, video tersebut dikritik oleh para netizen karena berdasarkan apa yang ada di video tersebut, para perempuan ini terlalu membenarkan konsep dari FWB bukan untuk memberikan edukasi.
Nah, kira-kira apa sih FWB itu? Apa sajakah dampaknya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini seperti dikutip dari Bride.
FWB adalah hubungan di antara dua orang yang intim secara fisik satu sama lain tapi mereka enggak berkomitmen satu sama lain. Orang-orang yang terlibat di dalam hubungan ini jelas menikmati waktu bersama tapi hubungan mereka enggak romantis dan enggak ada ikatan.
Konsep dari FWB ini sendiri memang enggak lazim berlaku di masyarakat Indonesia. Karena, hubungan ini berhubungan dengan tindakan seksual yang enggak ada perasaan romantis maupun ikatan serta bebas dan tanpa aturan.
ADVERTISEMENT
Tapi, meski enggak begitu lazim di masyarakat, istilah FWB ini berlaku di beberapa orang termasuk kalangan anak muda.
Mereka menganggap bahwa hubungan ini menyenangkan karena enggak perlu adanya ikatan. Enggak perlu ada komitmen ataupun investasi emosional atau kewajiban formal dan informal dari suatu hubungan yang harus dijalani.
Menjamurnya istilah FWB ini membuat kalangan anak muda banyak yang memilih untuk memiliki hubungan ini. Tapi, hubungan ini di kalangan anak muda telah menyebabkan berbagai macam masalah. Seperti korban yang terkena IMS (Infeksi Menular Seksual), kehamilan enggak direncanakan, hingga aborsi.
Ilustrasi perempuan tak bahagia dalam hubungan. Foto: Shutterstock
Berikut adalah bahaya dan dampak dari FWB.

Hubungan bersifat sementara

Berdasarkan sebuah penelitian, hubungan FWB ini hanya bertahan kurang dari satu tahun. Enggak jarang hubungan ini kandas dalam hitungan bulan, minggu, atau hari. Hubungan ini sangat rentan menyebabkan stres hingga depresi.
ADVERTISEMENT

Perasaan suka yang enggak terbalas

Sentuhan fisik, kedekatan, kemesraan, hingga kenyamanan yang terjalin di dalam hubungan ini bisa membuat seseorang tertarik dan memiliki rasa suka. Tapi, dalam hubungan FWB, perasaan ini akan punya risiko besar untuk ditolak atau enggak terbalaskan.
Hubungan FWB ini awalnya dilandasi dengan kepentingan untuk memuaskan hasrat dan keinginan satu sama lain tanpa adanya perasaan romantis dan terikat.

Risiko penyakit menular seksual

Yang paling dikhawatirkan adalah tingginya risiko terkena PMS atau Penyakit Menular Seksual. Enggak adanya komitmen dalam hubungan akan membuat salah satu pihak atau keduanya terlibat dalam hubungan yang sama dan bisa berganti pasangan sesukanya.

Kehamilan enggak direncanakan

Cewek yang menjalin hubungan ini memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kehamilan yang enggak direncanakan. Sebab, hubungan seksual di dalam hubungan ini akan dilakukan secara enggak aman dan bisa menyebabkan kehamilan. Bukannya mendapatkan kepuasan, tapi ceweklah yang lagi-lagi harus dirugikan karena ikatan yang abu-abu ini.
ADVERTISEMENT

Aborsi

Di Indonesia sendiri, aborsi diizinkan untuk perempuan yang hamil karena korban pemerkosaan atau kehamilannya mengancam nyawa. Tapi, aborsi enggak aman kerap terjadi di luar kategori ini.
Salah satunya adalah pasangan yang mengalami kehamilan enggak direncanakan karena terlibat hubungan FWB dengan orang yang enggak bertanggung jawab. Karena enggak tahu apa yang harus dilakukan dengan kehamilannya, mereka pun memutuskan untuk melakukan aborsi enggak aman yang sangat berisiko dan mengancam nyawa.
Nah, untuk menghindari sakit hati di masa depan, kamu harus sepenuhnya paham apa yang kamu daftarkan saat ini sehingga hubungan ini enggak membuatmu merasa enggak terpenuhi atau enggak penting. Meskipun, mungkin saja hubungan FWB dapat berubah menjadi sesuatu yang lebih dari waktu ke waktu.
ADVERTISEMENT
Laporan Afifa Inak