Apa Bedanya Ghosting, Silent Treatment, dan No Contact dalam Hubungan?

Selain ghosting, masalah lain dalam hubungan yang kerap dianggap mirip adalah silent treatment dan no contact.
Ketiganya sama-sama menjadi konflik komunikasi antara pasangan. Tapi, ada perbedaan di antara ghosting, silent treatment, dan no contact. Simak selengkapnya seperti dikutip dari PsychCentral.
Ghosting
Perilaku ini terjadi ketika seseorang menghilang begitu saja saat sedang menjalani hubungan. Entah itu pacaran atau masih PDKT.
Pelaku ghosting melakukannya untuk memberi tahu pasangannya secara enggak langsung, bahwa dia enggak tertarik lagi jadi memilih pergi. Tapi dia enggak mau melihat reaksi apa pun dari pasangannya sehingga memilih untuk menghilang tanpa kabar.
Silent Treatment
Diam terkadang menjadi pilihan yang baik agar kamu enggak mengatakan hal yang bisa membuatmu menyesal. Tapi perlu diingat, silent treatment berbeda dengan menunda pembicaraan.
Saat menunda pembicaraan, seseorang perlu waktu untuk menenangkan diri sendiri. Setelah tenang, dia bisa melanjutkan membahas konflik yang terjadi.
Sedangkan, silent treatment adalah sikap mendiamkan atau mengabaikan seseorang dengan menolak untuk berbicara dengannya. Orang yang melakukan ini biasanya enggak bisa menerima kritik atau penolakan dalam bentuk apa pun.
Dia menolak untuk membahas masalah baik sekarang atau nanti dengan tujuan memberi hukuman kepada orang lain, dan menghindari masalah. Silent treatment bisa menjadi salah satu bentuk kekerasan emosional dan jika terjadi berulang bisa menyebabkan toxic relationship.
Saat terjadi silent treatment dan enggak ada pembicaraan apa pun, maka enggak ada peluang bagi pasangan dalam sebuah hubungan untuk saling memahami bahkan berkompromi dalam menyelesaikan konflik.
No Contact
Perilaku ini biasanya dilakukan seseorang saat memilih untuk memutus hubungan, salah satunya dengan memblokir kontak, dengan tujuan melindungi diri sendiri dari pelecehan atau bentuk kejahatan lainnya dalam sebuah toxic relationship.
No contact dilakukan agar kekerasan tersebut enggak terjadi lebih lanjut. Perilaku ini untuk menghentikan serangan psikologis yang mengancam korban.
Jadi, orang yang melakukan no contact bisa memiliki ruang sendiri untuk menyembuhkan diri dan menjauh dari pelaku kekerasan.
Laporan: Afifa Inak
