Apa Bedanya Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert?

Millennialverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Perempuan (COVER) Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perempuan (COVER) Foto: Dok. Shutterstock

Introvert, ekstrovert, dan ambivert merupakan tiga tipe kepribadian manusia yang pertama kali diperkenalkan pada 1920 oleh psikiater asal Swiss bernama Carl Gustav Jung.

Tapi kamu tahu enggak perbedaan ketiganya? Nah, kalau belum, yuk, simak penjelasannya seperti dikutip dari The List dan Indeed di bawah ini.

Introvert

Ilustrasi seseorang introvert Foto: Shutterstock

Introvert bisa mendapatkan energi dari dalam diri mereka, gaes. So, penting baginya untuk terus berpikir positif agar bisa menghasilkan energi yang baik.

Introvert akan merasa kelelahan secara mental jika sedang berada di lingkungan yang membuatnya enggak nyaman. Salah satu cara untuk mengisi ulang energinya adalah dengan me time.

Orang-orang mungkin akan melihat introvert sebagai pribadi yang pemalu atau bahkan anti sosial. Tapi sebetulnya beda karena dia hanya malas membuang energinya dengan sia-sia dan memilih untuk bertahan zona nyamannya.

Ciri-ciri Introvert

embed from external kumparan

1. Kamu Hanya Berbicara jika Ada Perlu

Seorang introvert enggak suka basa-basi, gaes. Dia lebih memilih diam jika enggak ada keperluan dengan orang di sekitarnya. Makanya orang-orang suka mengatakan introvert itu pendiam dan pemalu.

2. Kamu Lebih Suka Bekerja Sendiri atau dengan Kelompok Kecil

Bagi introvert, bekerja dengan kelompok besar akan menghabiskan energi karena harus berinteraksi dengan banyak orang. So, kalau bisa memilih dia lebih suka kerja sendiri atau dengan kelompok kecil.

3. Lebih Suka Menghabiskan Waktu Luang di Rumah Saja

Introvert enggak masalah kalau harus menghabiskan weekend di rumah saja, gaes. Karena menurutnya hari libur bisa dipakai untuk mengisi ulang energi dengan sendirian di rumah dengan membaca buku, menulis jurnal, menggambar, atau menonton film.

Ekstrovert

Ilustrasi. Foto: Shutter Stock

Ekstrovert lebih terbuka dan banyak berbicara. Dia menyukai kegiatan yang berhubungan dengan banyak orang karena dari sana ekstrovert bisa mendapatkan energi.

Kepribadian ini juga suka berinteraksi dengan kelompok yang lebih besar dan biasanya senang menjadi pusat perhatiannya.

Ciri-ciri Ekstrovert

embed from external kumparan

1. Senang Menjadi Pusat Perhatian

Berbeda dengan introvert, ekstrovert malah suka menjadi pusat perhatian banyak orang. Maka itu kadang dia sengaja berbicara dengan keras agar semua perhatian bisa tertuju ke arahnya.

2. Gampang Akrab dengan Orang Baru

Pribadi ekstrovert yang riang bisa membuat dia gampang dekat dengan orang baru, loh, gaes. Dia juga mempunyai banyak bahan pembicaraan sehingga orang lain merasa senang berada di dekatnya.

3. Enggak Betah Sendirian

Ekstrovert mendapatkan energi dengan cara berinteraksi dengan teman-temannya, sehingga dia suka enggak betah terlalu lama sendirian. Dia juga selalu butuh teman untuk diajak ngobrol saat pergi.

Ambivert

Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Sebenarnya istilah ambivert enggak diperkenalkan oleh Jung, melainkan baru muncul belakangan ini. Kepribadian ini memiliki sifat gabungan antara introvert dan ekstrovert, gaes. Dia bisa menyesuaikan sifatnya dan beradaptasi.

Ciri-ciri Ambivert

embed from external kumparan

1. Fleksibel

Ambivert enggak masalah kalau harus berinteraksi dengan banyak orang, tapi dia juga butuh waktu untuk dirinya sendiri. So, dia lebih fleksibel. Weekend diajak pergi nongkrong, ayo, atau diam saja di rumah juga enggak apa-apa.

2. Bisa Mengatur Sifat dan Perilaku

Ambivert bisa menyesuaikan dengan lingkungannya, gaes. Dia bisa menjadi pendengar yang baik jika berada di antara orang-orang introvert, atau menjadi orang yang ceria jika bersama ekstrovert.

3. Tahu kapan Harus Berbicara

Selain bisa menyesuaikan sifatnya dengan lingkungan sekitar, ambivert juga tahu keadaan. Dia bisa mengetahui kapan waktunya untuk berbicara, dan kapan harus diam.

Kalau kamu termasuk yang mana, nih?

Laporan: Vania Sekar Widyadari