Buzz
·
7 Juni 2021 11:40
·
waktu baca 2 menit

Apa Bedanya Program Sarjana dan Sarjana Terapan?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Apa Bedanya Program Sarjana dan Sarjana Terapan? (337678)
com-Ilustrasi Kuliah Foto: Shutterstock
Selain program sarjana (S1), di sejumlah kampus juga ada sarjana terapan. Secara penyebutan, keduanya memiliki kemiripan. Tapi sebenarnya berbeda, lho.
ADVERTISEMENT
Untuk yang belum tahu bedanya program sarjana dan sarjana terapan, yuk, simak penjelasan selengkapnya seperti dikutip dari Instagram @diktivokasi.

Apa itu sarjana terapan?

Sarjana terapan atau D4 merupakan jenjang pendidikan diploma yang setara dengan jenjang sarjana atau S1.
Keduanya dikatakan setara karena jenjang D4 punya bobot keilmuan yang mirip dengan S1, yakni 114 SKS untuk bisa lulus.Makanya sama-sama kuliah sekitar empat tahun.
Selain itu, lulusan sarjana terapan bisa melanjutkan ke tingkat magister atau S2 tanpa harus kuliah S1 terlebih dulu. Khususnya kalau mau lanjut ke program magister terapan.

Apa bedanya dengan S1?

Bedanya, mahasiswa sarjana terapan lebih banyak mendapatkan praktik dibandingkan teori.
Tempat kuliahnya juga berbeda, karena D4 termasuk ke dalam sekolah vokasi dan masih serumpun dengan jenjang diploma lainnya.
ADVERTISEMENT

Jurusan kuliah dan kampus yang memiliki program sarjana terapan

Jurusan kuliah Akuntansi, Teknik Sipil, Teknik Desain Komunikasi Visual, Teknik Informatika dan Komputer, hingga Administrasi biasanya membuka program sarjana terapan.
Selain itu, setiap kampus yang mempunyai sekolah vokasi biasanya menyediakan program D4. Seperti Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, hingga Universitas Airlangga.

Terus, lebih baik pilih D4 atau S1?

Keduanya sama baiknya tergantung dengan kebutuhanmu sendiri. Kalau kamu ingin fokus ke praktik, maka disarankan memilih D4. Kamu akan punya kemampuan sekaligus pengetahuan yang lebih lengkap daripada jenjang diploma lain.
Apalagi kini banyak perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan keahlian praktik. Jadi, enggak heran kalau sarjana terapan semakin naik daun.
ADVERTISEMENT
Tapi kalau kamu mau fokus ke teori dan menjadi peneliti, disarankan untuk memilih program S1.
Laporan: Afifa Inak