Apakah Karyawan Terlambat Dapat Berdampak Buruk bagi Perusahaan?

Millennialverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi terlambat datang Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi terlambat datang Foto: Shutter Stock

Ketika merekrut karyawan, setiap perusahaan tentu mencari kandidat yang memenuhi kriteria, mungkin dilihat dari pengalaman, keterampilan, dan prestasinya. Namun, terdapat beberapa faktor penting lainnya yang menjadi peniliaian khusus bagi perusahaan, salah satunya kedisiplinan.

Walaupun kamu sebagai karyawan sangat unggul di bidang yang digeluti, tapi jika masih 'membudayakan' kebiasaan datang terlambat, hal itu bisa berpengaruh pada karyawan lainnya juga, lho.

Alasan yang paling umum digunakan saat seorang karyawan datang terlambat adalah ketiduran atau terjebak macet, hal ini terbukti pada survei yang dilakukan Career Builder.

Hasi studi menunjukan bahwa sebagian besar alasan karyawan untuk terlambat cukup umum seperti kejebak macet, kesiangan, cuaca buruk, ataupun kelelahan. Bahkan, ada beberapa karyawan memiliki alasan konyol mulai dari lupa hari sampai terkunci di lemari.

Padahal, terdapat beberapa pekerjaan yang membutuhkan ketepatan waktu untuk mempertahankan tingkat layanannya, seperti bekerja di industri ritel dan perhotelan.

Tercatat sebesar 53 persen perusahaan mengharapkan karyawannya untuk datang tepat waktu. Terlepas dari itu, sekitar 2 dari 3 perusahaan, menerapkan jam kerja yang lebih fleksibel, sedangkan hasil studi lainnya sebesar 41 persen perusahaan mengakui bahwa telah memecat karyawan karena terlambat.

Di Amerika Serikat, keterlambatan karyawan dapat merugikan perusahaan mencapai 3 Milliar Dollar AS per tahun, hal ini dikarenakan oleh hilangnya produktivitas. Enggak hanya itu, ketidaktepatan juga memengaruhi moral karyawan, ketika pemimpin enggak dapat mengambil tindakan disiplin, maka karyawan lebih cenderung bertindak seenaknya.

Sebagian besar perusahaan, enggak mempermasalahkan mengenai keterlambatan, asalkan enggak menjadi suatu rutinitas. Sekitar 18% persen lainnya mengatakan, perusahaan enggak memerlukan karyawan yang tepat waktu, asalkan mereka sudah menyelesaikan pekerjaannya.

Jadi, tergantung dengan kebijakan pada perusahaan tersebut, asalkan kamu bisa berkontribusi dengan baik, mungkin sesekali datang terlambat, enggak akan jadi masalah yang besar atau berdampak buruk bagi perusahaan. Tapi, kalau bisa, sih, usahakan selalu on-time, ya.

Penulis: Aulania Silviananda