Apakah Pejuang PTN Gap Year Bisa Ikut SNMPTN?

Millennialverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi Ujian Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi Ujian Foto: Shutterstock

Masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik adalah impian dari para calon mahasiswa. Para pejuang ini juga berisikan para calon mahasiswa yang mengambil jalur gap year.

Apa sih gap year itu? Kira-kira bisa enggak ya ikut jalur seleksi masuk PTN seperti SNMPTN dan SBMPTN?

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini dilansir Zenius.

Apa Itu Gap Year?

Kamu mungkin belum pernah dengar istilah gap year. Kamu baru tahu tentang istilah ini saat menjelang UN, pendaftaran SNMPTN, atau bahkan saat lulus kuliah.

Gap year ini sendiri kalau di Indonesia dapat diartikan sebagai menganggur setahun setelah lulus sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Jadi, kamu mengambil jeda dari pendidikan formal.

Di luar negeri seperti di Amerika sendiri, gap year ini punya arti yang lebih kompleks lagi. Menurut pendiri Gap Year Association, gap year ini pada dasarnya merupakan satu semester atau satu tahun pembelajaran yang dikhususkan untuk melatih pengalaman.

Biasanya gap year ini diambil setelah lulus dari SMA sebelum melanjutkan karier dan bertujuan untuk memperdalam kesadaran praktis, profesional, dan kemampuan personal seseorang.

Tapi, gap year ini bukan hanya berlaku untuk siswa aja, tapi juga untuk para mahasiswa yang sudah lulus tapi memilih gap year sebelum memilih jalur kariernya.

Apakah Gap Year Bisa Ikut SNMPTN?

Enggak sedikit juga para lulusan SMA yang memilih gap year sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Nah, karena SNMPTN 2022 sebentar lagi akan dibuka pendaftarannya, mungkin ada calon mahasiswa gap year yang masih ingin mengikuti seluruh seleksi ujian masuk PTN yang ada.

Sebelum menjawab pertanyaan apakah gap year bisa ikut SNMPTN, kamu harus mengetahui terlebih dahulu syarat pendaftarannya sendiri.

Berdasarkan informasi resmi dari LTMPT, untuk mendaftar SNMPTN ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Syaratnya itu adalah syarat sekolah, syarat siswa, dan syarat memilih jurusan.

Berikut persyaratan sekolah mendaftar SNMPTN:

- Sekolah SMA/MA/SMK mempunyai Nomor Kepala Sekolah Nasional (NPSN)

- Ketentuan akreditasi sekolah. Sekolah akreditasi A memiliki kuota 40 persen siswa terbaiknya, sekolah akreditasi B memiliki kuota 25 persen siswa terbaiknya, dan sekolah akreditasi C dan lainnya hanya untuk 5 persen siswa terbaiknya.

- Sekolah mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)

- Data siswa yang diisikan hanya yang eligible sesuai dengan ketentuan

Sedangkan, berikut adalah syarat untuk para peserta SNMPTN:

- Siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir (kelas 12) pada 2022 yang memiliki prestasi unggul. Punya prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan masing-masing PTN.

- Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS

- Memiliki nilai rapor semester 1 sampai 5 yang telah diisikan di PDSS

- Peserta yang memilih program studi bidang Seni dan Olahraga wajib mengunggah portofolio

Pesryaratan terakhir adalah dalam pemilihan jurusan di SNMPTN:

- Setiap siswa dapat memilh dua program studi dari satu PTN atau dua PTN

- Jika memilih dua program studi, salah sautnya harus berada di PTN pada provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asal

- Jika memilih satu program studi, dapat memilih PTN yang berada di provinsi mana pun

- Disarankan tidak lintas minat tergantung ketentuan PTN yang dituju

Setelah mengetahui persyaratan untuk mendaftar SNMPTN, sudah jelas tertulis bahwa SNMPTN erat hubungannya dengan akreditasi dan keputusan sekolah. Sehingga SNMPTN hanya bisa didaftarkan oleh sekolah dan hanya untuk siswa SMA sederajat yang masih aktif atau tercatat masih berada di kelas 12.

Sehingga, dari persyaratan tersebut sudah terjawab. Untuk para pejuang PTN gap year sudah enggak bisa mengikuti SNMPTN. Para calon mahasiswa yang memilih gap year sudah enggak memenuhi persyaratan karena bukan lagi sebagai siswa aktif dan bukan lagi tanggung jawab sekolah karena sudah lulus.

Tapi jangan sedih, meskipun enggak bisa ikut SNMPTN, kamu juga masih bisa ikut jalur lainnya yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Salah satu persyaratan umum UTBK SBMPTN 2022 adalah dapat diikuti oleh siswa SMA/MA/SMK kelas 12 di 2022, peserta didik Paket C 2022 dengan maksimal usia 25 tahun per-1 Juli 2022, lulusan SMA sederajat pada 2020 dan 2021, serta lulusan paket C pada 2020 dan 2021 dengan usia maksimal 25 tahun.

Nah, jadi untuk para pejuang PTN gap year, tetap semangat dan terus belajar serta berlatih soal untuk persiapan UTBK SBMPTN mendatang.

Laporan Afifa Inak