Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.1
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Februari 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Athletica, Brand Lokal yang Lahir dan Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi COVID-19
29 September 2021 14:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
ADVERTISEMENT
Merek sepatu olahraga dari Bandung, Athletica, menjadi salah satu brand lokal yang lahir dan tumbuh pesat di tengah pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Athletica dibuat pada 2020 oleh Fauzan Efwanda dan Yusuf Ramdhani, dipicu kesuksesan produk sepatu canvas GeoffMax yang mulai dikembangkan pada 2013.
Jauh sebelum itu, Fauzan dan Yusuf telah mengawali bisnis dengan produk sepatu berbahan kulit. Namun mereka mengalami kegagalan akibat kenaikan harga bahan baku serta penurunan daya beli masyarakat pada 2013.
Kini Athletica muncul dengan mengedepankan kualitas produk mencakup berbagai aspek. Mulai dari bahan, kenyamanan, desain, hingga keamanan pemakaian untuk beraktivitas.
Produk Athletica memiliki keunggulan seperti bobot yang ringan hanya 165 gram, Elastic Knit Upper lebih fleksibel menyesuaikan dengan kontur kaki, Endura Heel Tab yang menahan bagian tumit sehingga lebih nyaman ketika bergerak cepat, serta Topylonistas Outsole berbahan pylon yang ringan dan lebih responsif untuk berlari.
ADVERTISEMENT
“Sebuah perjalanan panjang hingga kami bisa sampai di titik ini. Sejak awal kami memiliki visi dan misi untuk menunjukkan potensi produk lokal,” ujar Yusuf, dilansir Antara.
Sejak mendirikan bisnis, mereka juga telah membawa visi untuk menciptakan lapangan pekerjaan agar dapat berdampak positif bagi masyarakat.
Produk Athletica sendiri memanfaatkan potensi lokal dan dalam negeri mulai dari hulu sampai hilir. Mencakup bahan baku, proses produksi dan pemasaran, hingga memberdayakan sumber daya manusia Indonesia.
Bisnis Athletica berkembang cukup pesat dan bertahan hingga saat ini dengan menambah jumlah karyawan menjadi dua kali lipat, atau total sekitar 190 karyawan. Selain itu, Athletica juga menambah kapasitas gudang serta jumlah pabrik rekanan.
“Kami percaya, pelaku usaha lokal memiliki peran penting khususnya untuk terus meyakinkan masyarakat bahwa produk lokal memiliki potensi yang kuat, dan dapat bersaing secara global,” lanjut Yusuf.
ADVERTISEMENT
Yusuf menambahkan, sebagai brand lokal yang lahir dan besar di tengah masa pandemi , Athletica memiliki potensi pasar yang cenderung lebih besar secara online dibandingkan dengan offline.
Mereka berusaha untuk menciptakan ekosistem digital yang baik dengan memanfaatkan beragam platform media sosial, Key Opinion Leader (KOL), serta memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan oleh marketplace untuk meningkatkan brand awareness.
“Hadirnya berbagai platform online membantu kami para pelaku bisnis lokal dalam menjangkau pasar yang lebih luas lagi," ucap Yusuf.
Potensi Brand Lokal Bisa Terus Berkembang
Fauzan dan Yusuf percaya bahwa potensi dan kualitas bisnis lokal dapat terus berinovasi dan berkembang, dengan mengedepankan kreativitas. Sehingga dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun pasar global.
“Sebagai sesama pelaku bisnis lokal, saya berpesan kepada teman-teman untuk terus semangat, beradaptasilah dan teruslah berinovasi agar bisnis kita dapat terus berkembang dan bertahan di tengah persaingan pasar. Mari bersama kita gerakan roda perekonomian Indonesia,” pungkas Yusuf.
ADVERTISEMENT