Bikin Bangga, Tim Fisika asal Indonesia Raih Prestasi di Kancah Internasional
·waktu baca 3 menit

Tim peserta olimpiade fisika asal Indonesia berhasil menorehkan prestasi di kancah Internasional. Mereka meraih medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu di acara International Physics Olympiad/IPhO yang digelar pada 10—17 Juli 2022 di Zurich, Swiss.
Acara IPhO yang ke-52 ini berlangsung secara daring dan diikuti oleh 368 siswa yang merupakan perwakilan dari 75 negara. Tim peserta olimpiade asal Indonesia sendiri terdiri dari lima pelajar yang berasal dari lima sekolah swasta berbeda.
Mereka adalah Jonathan Tjandra dari SMAK Calvin, Kemayoran, DKI Jakarta yang meraih medali emas; John Howard Wijaya dari SMA Darma Yudha Pekanbaru, Riau yang meraih medali perak; Berwyn dari SMAK BPK Penabur, Jakarta Barat, DKI Jakarta yang meriah medali perak; David Michael Indraputra dari SMAK BPK Penabur Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten yang meraih medali perak; serta Althaaf Syaikha Nuhaad dari SMA Kesatuan Bangsa, Bantul, Yogyakarta yang meraih medali perunggu.
“Kelima anak bangsa ini telah berhasil mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia di ajang tahunan IPhO. Selamat untuk talenta fisika Indonesia dan seluruh tim," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Asep Sukmayadi, dikutip dari laman kemdikbud, Selasa (19/7).
Asep berharap apa yang sudah ditorehkan para peserta terbaik tersebut bisa menginspirasi para pelajar lainnya. "Terima kasih atas prestasinya yang membanggakan. Kita yakin ini akan terus menjadi inspirasi keunggulan anak-anak Indonesia dan harapan masa depan bangsa,” tambahnya.
Mengingat waktu yang tersedia untuk mempersiapkan kegiatan sangat singkat, akhirnya diputuskan semua tes berlangsung secara daring. Termasuk tes eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan alat-alat virtual melalui simulasi komputer.
Kegiatan dibuka pada Minggu (10/7), lalu tes kompetisi dimulai dengan tes eksperimen pada Senin (11/7). Kemudian dilanjutkan dengan tes teori yang berlangsung pada Rabu (13/7). Masing-masing tes tersebut berlangsung selama lima jam tanpa jeda. Tahapan koreksi dan moderasi berlangsung hingga Jumat malam (15/7) waktu setempat.
Kompetisi ini dikawal oleh 145 ketua tim (team leader) dan 67 pengamat (observer) serta 135 pengawas. Adapun untuk tuan rumah pelaksanaan IPhO 2022 berada di Swiss sedangkan Komite Keilmuannya (Scientific Committee) diambil dari beberapa negara anggota IPhO di bawah koordinasi pengurus IPhO.
Untuk tim Indonesia dipimpin oleh Syamsu Rosid dari UI dan didampingi oleh Rinto Anugraha dari UGM dan dua pengamat (observer) yaitu Bobby Eka Gunara dan Budhy Kurniawan. IPhO 2022 juga melibatkan tim pengawas yang terdiri dari Zulkarnain dan Robin Kristian.
“Dengan tulus hati kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan Puspresnas khususnya atas dukungan moril maupun materiil sehingga atas izin-Nya kami dapat meraih prestasi ini,” ujar Syamsu Rosid.
