BMKG Imbau Masyarakat Tak Khawatirkan Isu Equinox

Millennialverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Citra satelit cuaca (Foto: Jojon/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Citra satelit cuaca (Foto: Jojon/Antara)

Setiap bulan Maret selalu muncul isu: fenomena equinox yang membuat suhu Indonesia mencapai 40 derajat Celcius. Atas isu yang beredar viral itu, BMKG memberi penjelasan.

Tanggapan itu tertulis dalam akun Twitter maupun situs BMKG yang dikutip kumparan (kumparan.com), Rabu (15/3):

X post embed

Menanggapi beredarnya berita yang menyebutkan bahwa suhu udara di Indonesia dapat mencapai 40°C pada saat equinox, berikut adalah penjelasan yang dapat kami sampaikan:

1. Equinox adalah salah satu fenomena astronomi di mana Matahari melintasi garis khatulistiwa dan secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.

2. Saat fenomena ini berlangsung di luar bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian utara maupun selatan.

3. Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis, di mana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisa mencapai 32-36°C.

4. Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.

5. Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang.

6. Secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab/basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa/periode transisi/pancaroba.

Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan.