Brand Lokal Men's Republic Ucapkan Good Bye, Founder Ungkap Alasan Tutup Operasi

18 November 2021 7:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Brand Lokal Men's Republic Ucapkan Good Bye, Founder Ungkap Alasan Tutup Operasi (19522)
zoom-in-whitePerbesar
Founder Brand Lokal Men's Republic Yasa Singgih dok IG Yasa Singgih dan Men's Republic
Brand lokal Men's Republic tutup sejak 2011 beroperasi. Lewat media sosial, merek sepatu ini mengucapkan good bye alias selamat tinggal kepada pelanggannya.
ADVERTISEMENT
"Good bye and thank you. Walaupun ke depannya nama Men’s Republic sudah tidak ada lagi, tapi semoga setiap pasang sepatu Men’s Republic serta cerita perjalanan Men’s Republic mengingatkan teman – teman tentang sebuah spirit yaitu 'Berani Melangkah'," tulisnya di @mensrepublic.

Founder Ungkap Masalah yang Dialami Men's Republic

Yasa Singgih selaku founder mengungkapkan alasan usahanya tutup operasi.
Lewat media sosial @yasasinggih, pengusaha muda yang pernah masuk daftar Top 30 Under 30 di Asia menurut majalah Forbes Indonesia itu menceritakan masalah yang dialaminya selama menjalankan bisnis Men's Republic.
Mulai dari masalah cash flow, stok barang, logo, hingga terkena dampak pandemi COVID-19.
"Perlahan saya juga merasa kehilangan api yang saya punya di hari pertama Men's Republic. Sangat amat cuek sama keuangan perusahaan. Cash flow enggak lancar, stok mati kebanyakan, tagihan mulai datang, cash menipis, uang operasional terganggu, marketing juga jadi pelan. Lingkaran setan, ini mau beresin yang mana duluan juga udah pusing banget," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Di momen itu, Yasa mengatakan Men's Republic jadi brand yang enggak relevan dengan perkembangan zaman. Masalah yang ada sempat membuatnya mengalami stres.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Hingga pada 2020, dia mengatakan Men's Republic mulai pulih dan bangkit lagi. Namun begitu masalah baru datang, yakni perihal logo baru yang ternyata hasil plagiarisme.
"Konsultan brand kami menemukan masalah dengan logo Men's Republic yang sudah dipakai selama hampir tiga tahun itu. Ternyata ada dua logo yang mirip, satu dari Irlandia yang dibikin 2013 dan sama persis. Satu lagi dari Inggris yang dibikin di 2011," katanya.
Yasa memutuskan untuk membeli logo yang sama persis dari Irlandia. Namun pihaknya belum juga mendapat balasan.
Belum selesai dengan masalah logo, Men's Republic terkena dampak pandemi COVID-19 dan omsetnya terjun bebas.
ADVERTISEMENT
"Omset kami di belasan rekanan retail offline nol selama berminggu-minggu. Kayaknya setelah lima tahun lebih berbisnis, baru merasakan lagi sesepi ini," lanjutnya.
Yasa akhirnya memindahkan gudang Men's Republic ke rumahnya, memotong budget marketing, hingga mengurangi biaya operasional.
"Pertanyaan besar datang ke diri saya. Apa lebih baik tutup sekarang aja? Mengakui kegagalan dengan gentle. Apa masih mau nombokin sampai berdarah-darah lagi? Sampai waktu yang tidak pasti? Emang masih kuat?" tulisnya.
Menanggapi kabar ini, tak sedikit pelanggan Men's Republic yang turut sedih. Banyak juga yang berharap brand tersebut tidak jadi tutup.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020