Cara Memberi Saran Bermanfaat pada Teman yang Jomblo

Apa kamu pernah atau sering menjadi tempat curhat teman-temanmu? Apa kamu juga menyertakan saran yang membantu mereka menyelesaikan masalah mereka?
Nah, memberikan saran yang membantu, terlebih lagi soal percintaan kepada seseorang sebenarnya jauh lebih sulit daripada yang dilihat, lho.
Waktu temanmu yang jomblo meminta saran, wajar aja kalau kamu memberikan saran berdasarkan pengalamanmu dan mengatakan seperti, "Kamu bakalan menemukan seseorang waktu kamu enggak mengharapkannya, kok."
Menurutmu mungkin kalimat itu sangat menenangkan dan membantu, namun para ahli mengatakan sebaliknya. Dilansir Bustle, kalau temanmu yang jomblo memilihmu sebagai tempat curhat dan meminta saran mengenai hubungan, inilah cara melakukannya dengan cara yang benar.
Jangan ceritakan pengalaman pribadimu
Wajar kok, kalau kamu menyelipkan cerita masa lalumu kepada temanmu yang jomblo dan lagi meminta saran kepadamu soal percintaan. Tapi, seorang penasihat profesional, Greta Aronson mengatakan, penting untuk enggak menyertakan pengalaman pribadimu dalam percakapan ini.
"Aku juga benar-benar kesepian kok dulu, sampai akhirnya aku bertemu pacarku di sebuah cafe". Percayalah, kalimat itu akan semakin membuat down temanmu yang jomblo, bahkan secara enggak langsung, kamu lagi memberikan harapan palsu yang membuatnya berpikir nasibnya akan sama denganmu.
Jadi, daripada membawa cerita bahagiamu ke temanmu untuk membuatnya sepangat --padahal enggak--, lebih baik hindarkan, ya.
Dengarkan, jangan membuat penilaian atau asumsi sendiri
Jangan karena dia adalah temanmu yang selalu menceritakan semua hal sama kamu, saat dia datang dengan masalahnya, kamu bisa dengan santai memberikan penilaian dan asumsi sendiri.
Tapi, terkadang seseorang enggak selalu butuh saranmu, lho, mungkin mereka cuma mau ditemani atau didengarkan aja. Jadi, cobalah belajar untuk mendengarkan, dari sana kamu akan tahu apa yang menjadi kekhawatiran, ketakutan, dan harapan temanmu itu.
Jangan langsung menilai kalau temanmu itu pemilih dan sebagainya, itu enggak akan membuatnya merasa lebih baik, malahan mereka enggak akan meminta saranmu lagi.
Sebaliknya, berikanlah saran atau jalan keluar supaya mereka bisa menangani masalah tersebut.
Bantu temanmu mencari akar masalahnya
Sebagai teman yang baik, kamu perlu memberi tahu secara jujur mengenai apa yang janggal terhadap temanmu.
Kalau kamu tahu kalau temanmu terus berkencan seseorang yang enggak cocok atau memulai hubungan yang enggak sehat, kamu lebih baik memberi tahunya.
Tapi, caramu memberi tahu juga harus diperhartikan, ya, supaya enggak terkesan menghakimi. Cobalah tanyakan apakah mereka enggak mau merubah strategi mereka buat mendapatkan pasangan?
Ketika temanmu berhasil menemukan akar dari masalahnya, mereka akan lebih mungkin melakukan perubahan untuk diri mereka sendiri.
Tunjukan empati dan dukungan
Menurut Dr. Marisa Franco, seorang pakar hubungan mengatakan "Seringkali nasihat dapat terasa menggurui dan menyalahkan - menunjukkan bahwa mereka lajang karena perilaku mereka sendiri."
Jadi daripada memberi nasihat, berikanlah empati dan dukungan kepada temanmu itu. Terkadang yang dibutuhkan seseorang hanyalah dukungan atas apa yang mau dilakukannya.
Katakanlah, "Menjalani ini emang enggak mudah, tapi aku yakin kamu bisa melaluinya, kamu pernah melewatinya kok, jadi pelan-pelan pasti bisa kamu lalui."
Dengan cara ini, kamu enggak secara langsung memberikan saran, kamu memberikan empati dan dukungankepada temanmu itu. Kamu menguatkan mereka supaya bisa melewati masalahnya karena sebelumnya dia juga udah pernah melalui ini.
Jangan marah kalau saranmu enggak dilakukan
Ketika kamu mendengarkan temanmu bercerita dan memberi mereka nasihat, membutuhkan sedikit waktu, pikiran, dan energi. Kamu udah melakukan yang terbaik dengan memberikan saran sebijaksana mungkin.
Tapi, semua waktu, pikiran, energi yang kamu kerahkan buat memberikan saran, belum tentu dilakukan oleh temanmu, lho. Jangan marah dulu, bukan berarti mereka enggak mendengarkan, ya. Mereka bukan kamu, mereka butuh waktu buat melakukannya.
Biarlah temanmu memutuskan yang terbaik untuk kehidupan percintaannya. Jangan menggurui mereka, buat apa mereka melakukan saranmu dengan terpaksa, tapi mereka enggak nyaman menjalaninya?
